Lily

Lily
bertamu


__ADS_3

sore itu semua keluarga mengantar kepergian dari keluarga besar Arkan, mereka sengaja memilih penerbang malam karena akan transit di sebelum ke Makkah.


saat transit, lu terlihat sehat tanpa ada gejala apapun, bahkan dia dan Adit sempat berkeliling sebentar untuk mengabadikan momen.


setelah itu penerbangan pun lanjut langsung menuju ke Jeddah, karena mereka akan disana selama lima hari di Mekkah untuk menjalankan umrah dan sisanya akan do habiskan di Dubai untuk liburan sesuai permintaan Lily.


selama menjalankan ibadah di rumah Allah Lily terus tersenyum dan bahagia, mereka bahkan sempat berdoa si Jabal Rahmah.


bahkan Adit sangat melindungi Lily saat beribadah, bahkan dia menjadi tameng lily saat ingin mencium baru Hajar Aswad.


Lily berdoa agar bisa tetap bersama Adit, dia juga memohon kesembuhan untuk dirinya.


doa semua orang pun sama, bahkan ustadz Faraz dengan khusus meminta seluruh santri membantu doa untuk kesembuhan dari Lily.


entah sebuah mukjizat atau apa, saat Lily sedang kepayahan karena panas, Adit pun mencoba mencari minuman.


"sayang tunggu disini ya, aku ambilkan minuman dulu, ingat jangan kemana-mana," kata Adit yang pergi mengambil air.


Lily pun tersenyum di balik cadarnya, saat menunggu Adit, Lily sedikit merasa pusing karena dia tak terbiasa dengan suhu yang terlalu panas.


tiba-tiba seorang anak kecil berlari ke arah Lily, bocah kecil itu sangat cantik bahkan wajahnya begitu membuat hati tenang.


bocah itu tersenyum ke arah Lily, dan mengulurkan sebuah gelas berisi air zam-zam, "minumlah umi, tapi minta doa kesembuhan,"


"terima kasih, kamu sendirian?" tanya Lily yang khawatir


"tidak aku bersama mereka, minum ya aku tunggu umi sampai meminumnya..." panggil gadis kecil cantik itu.


Lily yang tersenyum pun membaca doa dan meminum air itu, ternyata gadis kecil itu malah mengusap perut Lily dan kemudian berlari pergi.


"terima kasih," katanya melihat gadis kecil itu.


setelah itu Lily tak bisa melihat gadis cantik itu lagi, saat dia ingin me carinya, sebuah tangan menahan dirinya.


"mau kemana umi, mau kabur Hem.." kata Adit tersenyum kearah istrinya itu.


"ah tidak, aku hanya mau mencari ada anak kecil yang memberikan air minum padaku dan aku ingin mengajaknya membeli sesuatu sebagai hadiah," kata Lily.


"baiklah, jika kita memang ditakdirkan berjodoh pasti bertemu lagi, sudah sekarang kuta lanjut nunggu sholat di sini atau kita ke hotel?" tawar Adit.

__ADS_1


"kita ke hotel saja," jawab Lily.


mereka juga sempat berfoto bersama dan Lily memilih memberi makan burung dara.


papi Arkan, mami Tasya dan Linga datang bergabung ingin mengajak makan siang.


setelah makan siang mereka sholat berjamaah di masjid,dan setelah itu mereka melanjutkan perjalanan menuju Dubai.


ya mereka menikmati liburan bersama kali ini,bahkan mereka seperti lupa jika Lily sedang sakit karena Lily sendiri sangat sehat.


cukup lama mereka di Dubai dan Adit mencoba membujuk Lily untuk melakukan tes di negara itu.


karena terkenal dengan negara yang maju, Adit berharap jika istrinya itu sehat.


sambil menunggu hasil tes, mereka benar-benar menghabiskan waktu bersama.


mereka juga membelikan hadiah perhiasan emas untuk semua keluarga yang ada di rumah.


di pondok ustadz Faraz setiap hari setelah sholat akan mendoakan Lily untuk kesembuhannya karena itu permintaan Adit.


Adit mendapatkan kabar dari rumah sakit jika laporan milik Lily bisa di ambil.


mereka berdua sampai di rumah sakit yang terkenal bagus itu, bahkan alat tes saja sangat komplek kemarin.


"bagaimana hasil tes dari putri saya dokter," tanya papi Arkan yang sangat khawatir.


"Alhamdulillah,hasil tes sangat bagus, dia sehat bahkan sedang hamil empat Minggu," jawab dokter.


"apa dokter," kaget keduanya.


"iya, hasil tes di Penang memang benar, dia hanya mengalami lipoma bukan kanker seperti yang anda katakan, dia sangat sehat bahkan jika anda memiliki keturunan kembar mungkin baginya bisa punya dua," jawab dokter itu bercanda.


mendengar itu Adit dan papi Arkan langsung sujud syukur, ketakutan mereka tak akan terjadi.


Lily sudah sembuh dan mereka akan berterima kasih atas semua doa yang sudah di panjatkan oleh semua orang.


Adit mengirimkan uang pada ustadz Faraz untuk memberikan sedekah pada warga yang kurang mampu.


dan juga para anak yatim, dan juga hadiah untuk semua santri yang sudah mendoakan agar Lily bisa sembuh.

__ADS_1


Lily pun sedang tersenyum dari kejauhan melihat kedua mertuanya, saat dia ingin pergi dia di tahan gadis kecil cantik lagi.


"tolong tetaplah disini," katanya dengan memohon.


tak lama Adit datang memeluknya, "tolong hiduplah bersamaku sampai kita tuan dan ajal menjemput, jika kamu pergi sekarang aku akan membunuh diriku sendiri," kata Adit


Lily tersenyum mendengarnya, tapi tiba-tiba tidurnya terusik karena suara Isak tangis di sisinya.


Lily bangun dan kaget karena Adit langsung memeluknya erat, bahkan pria itu sampai menangis sesenggukan.


"ada apa mas?"


"kamu memang benar-benar sembuh sayang, kamu sembuh dan kita... kita... akan jadi orang tua!" kata Adit dengan senang.


"apa, apa kamu tak bercanda mas?" kaget Lily yang masih bingung.


"tidak Lily,kami baru menerima kabar itu,jika jamu sedang hamil muda, jadi dokter memintamu untuk istirahat," kata papi Arkan.


Lily tak percaya dengan apa yang di dengarnya, tapi dia sangat bahagia karena dia akan punya anaknya sendiri bersama pria yang begitu dia cintai.


"terima kasih ya Allah.... mas, papi, bisakah kita membagikan makanan di masjid-masjid di sini," kata Lily memohon.


"baiklah nanti biar aku minta bantuan temen papi, semoga bisa ya nduk," kata papi Arkan.


Adit yang mendengar pun akan memilih hidup dekat dengan Allah karena telah menyembuhkan istrinya.


dia pun langsung meminta orang kepercayaannya membuang semua barang yang di anggap klenik dan memberikannya pada orang yang di percaya.


dan dia akan memulai hidup baru degan Lily tanpa ada hal ghaib hanya kehidupan normal pasangan pada umumnya.


beruntung papi Arkan bisa mengupayakan apa yang diinginkan oleh Lily, dan besok sore mereka bisa membagikan makanan pada semua orang saat selesai jamaah.


papi Arkan dan mami Tasya pun juga terus mengucap syukur, kedatangan mereka bertamu ke rumah Allah membawa keberkahan.


dan kini mereka bisa tenang melihat kedua orang itu begitu bahagia bersama,bahkan Adit yang terus tak mau jauh dari istrinya itu.


"mas itu malu di lihat sama orang tua kita," bidik Lily.


Adit mengeleng pelan mendengarnya, "kenapa musti malu, kamu istriku loh, kita sah secara agama dan hukum," kata Adit yang tak bisa di bantah.

__ADS_1


Lily pun tersenyum dan memeluk Suaminya itu, "terima kasih tak menyerah padaku," bisik Lily.


__ADS_2