Lily

Lily
wes angel wes


__ADS_3

"wah kalau udah begini ya repot ayah, bagaimana ini menghadapinya, dia terlalu banyak menyimpan dendam," kata Adit.


"ya kamu benar, kami bisa membantu tapi tolong jangan melakukan hal seperti ini," kata papi Arkan.


"kalian cuma omong kosong saja, bagaimana bisa kalian mencari keadilan untuk ku?" tanya pocong Sardi.


"aku sudah janji, dan orang yang bisa menolong mu juga sudah datang, jadi tolong tenang jangan membuat kegaduhan," kata Lily.


"kamu mengenalnya dek?"


"iya mas, dia pocong Sardi teman Miss Kun, dia mati karena ketidakmampuan pihak kepolisian mengamankan massa," jawab Lily mengenggam tangan Adit.


pria itu kini bisa melihat masa lalu pocong Sardi....


dia hanya seorang buruh panggul di pasar tradisional, dia selalu bekerja dengan sangat baik.


tapi siang itu sedang hujan cukup deras,dan tak sengaja ada seorang wanita cantik yang meneduh di kios kosong.


dia pun menyapanya, dia menunduk dan tersenyum menyapanya,karena sudah semakin siang, dan ada truk sayur yang datang.


"bang!!"


Sardi pun langsung pergi dari sana, untuk menjalankan tugasnya menjadi seorang buruh panggul.


"Alhamdulillah ya Allah, akhirnya hari ini aku dapat banyak, Alhamdulillah bisa buat beli sepatu dan tas," gumamnya.


tapi saat dia melewati kios yang tadi di gunakan untuk berteduh, tak sengaja dia melihat ada kaki yang menjuntai.


dia pun melihatnya dan kaget melihat sosok wanita yang tadi berteduh dengannya sudah terkapar tak memakai apapun dan seluruh tubuhnya penuh dengan cairan putih.


bahkan luka-luka dan ada juga bekas cekikan, saat dia ingin melapor kepada keamanan tapi malah dia di fitnah.


seorang wanita lewat dan melihat Sardi yang membenarkan celana dan akan pergi, "tolong mayat!!" teriak seorang wanita.


semua orang langsung berkumpul dan menangkap Sardi, "wah kamu ternyata mesum ya dan seorang pembunuh," kata seorang preman di pasar itu.


"amankan pak, kita telpon polisi," kata keamanan.


tapi tak terduga malah dia di hakimi secara sadis, "kenapa ke polisi, hukum saja langsung, dia biadab pasti suatu saat akan ada korban lain," kata pria lainnya.

__ADS_1


"hajar!!"


semua pun langsung menghajar Sardi tanpa ampun, bahkan pria itu tak bisa menjelaskan.


"itu bukan saya, itu salah paham, aku tak melakukannya!" terik Sardi yang sudah babak belur.


tak lama polisi datang tapi terlambat, semua sudah tak bisa di selamatkan.


Sardi tak tertolong dengan tewas mengenaskan, sambil mengenggam uang untuk beli sepatu dan tas anaknya.


polisi datang terlambat lagi, akhirnya mereka menutup kasusnya begitu saja.


"aku akan membantumu dan menuntut balas dan siapa yang membunuh wanita itu juga harus mendapatkan ganjaran," kata Adit yang terbawa suasana.


"baiklah aku akan menunggu mu membantuku," kata pocong Sardi yang kemudian menghilang dan kuburan itu kembali menutup.


tak terkira semua warga benar-benar membaca tahlil dan dzikir sampai subuh.


bahkan mereka sangat antusias dan setelah sholat subuh mereka melakukan sarapan bersama yang di sediakan oleh mami Tasya.


dan kampung itu akan aman selama masyarakat tak melakukan hal yang aneh-aneh lagi.


tapi pagi itu semua orang memilih beristirahat begitupun dengan keluarga Arkan dan para warga juga.


sore hari dia dan Lily baru bangun dan langsung mandi dan bersiap pergi.


"kalian jadi pergi, apa perlu pspi bantu?" tanya papi Arkan


"tidak perlu papi, aku yakin bisa menyelesaikan segalanya bersama Lily, papi tetap di rumah bersama kami saja dan Linga, takutnya mereka butuh sesuatu mungkin dan tolong bagikan oleh-oleh yang di meja itu ya papi, sudah ada namanya sendiri-sendiri," kata Adit tersenyum.


"baiklah kalau begitu, kalian pergilah biar papi yang jaga di rumah," kata papi Arkan tertawa.


Adit dan Lily pergi mrngunakan sepeda motor untuk menuju pasar yang ternyata sekarang sudah di tinggal pergi semua orang.


suasana cukup seram karena sore itu tiba-tiba hujan rintik-rintik, Adit memastikan Lily tetap hangat.


keduanya pura-pura pacaran di daerah pasar itu, Adit memeluk Lily untuk menghangatkan suasana.


"jadi kapan kita bisa melakukan lamaran secara resmi? apa kamu sudah tau mau minta apa?"

__ADS_1


"itu kan tugas mas yang akan melamar, kenapa tanya kepada Lily..." jawab gadis itu tersenyum.


tiba-tiba mereka berdua mendengar suara lirih tangisan dari bilik-bilik pedagang yang kosong itu.


"hu-hu-hu-hu...."


Adit memeluk Lily erat dan pura-pura tak mendengarnya, tapi tiba-tiba ada sesuatu yang melayang di depan mereka.


Lily menutup matanya karena kaget, sedang Adit melempar hantu perempuan itu dengan botol yang dia bawa.


"kalau berani turun,"


hantu itu turun dan melayang dengan cakar tajamnya berwarna hitam ingin melukai Adit.


tapi pria itu menyiram hantu itu dengan air doa dan garam krosok, "panas!!!"


jika kamu mau di tolong makanya diam dan jangan berulah, karena aku menunggu preman itu," kata Adit yang berhasil mengusir hantu itu.


"di arah jam sepuluh, ada dua pria yang mengawasi kita dari tadi, mas harus hati-hati," bisik Lily yang pura-pura memeluk Adit dengan erat.


Adit pun memegang pipi Lily dan akan mencium bibir wanita itu tapi kedua pria itu terpancing.


"wah... ada yang mesin nih, kami juga boleh gabung kan, lumayan loh adem-adem begini dapat wanita gratis," kata kedua preman itu.


tiba-tiba pocong Sardi muncul dan juga hantu perempuan yang berpakaian compang camping.


"pembunuh!!" teriak hantu perempuan itu membuat semua barang terbang dan membentur kedua orang itu hingga terlempar jauh.


pocong Sardi melihat hantu perempuan itu, "mbak yang jadi korban.."


Lily menyentuh hantu perempuan itu dan langsung bisa melihat kenangan terakhir wanita itu sebelum meninggal dunia.


setelah pria yang baik itu pergi, gadis yang bekerja sebagai sales rokok itu sedikit was-was terlebih hujan yang tak kunjung reda.


dan ternyata benar, tiba-tiba ada tangan kasar yang membekap mulutnya dan menariknya jingga jatuh ke lantai.


mulutnya di sumpal dengan kain dan dia di pegangi oleh empat orang pria, dan seorang lainnya sudah siap melecehkannya.


akhirnya dia di lecehkan dengan sangat buruk, ia di lecehkan berkali-kali hingga tak berdaya kemudian di bunuh begitu saja.

__ADS_1


dan Lily langsung menangis di pelukan Adit, dia tak mengira akan melihat perlakuan sejahat itu.


__ADS_2