Lily

Lily
gadis dengan borok


__ADS_3

Lily merasa aneh melihat pengawas ujian yang termasuk muda itu, wanita itu nampak tak tenang.


tapi Lily ngeri saat melihatnya dengan seksama, pasalnya wajah dan tubuh wanita itu penuh dengan borok.


entahlah, Lily tiba-tiba mual lama kelamaan, tapi dia harus tetap bertahan dari pada nanti bermasalah.


beruntung jam ujian kurang Lina belas menit lagi, beberapa teman yang satu kelas dengan Lily pun merasa kasihan karena dia sudah terlihat sangat pucat.


"maaf pak, sepertinya Lily sakit, apa dia boleh melayat terlebih dahulu?" tanya gadis itu.


"Monggo silahkan saja, asal sudah selesai mengerjakan ujiannya," kata pengawas pria itu.


"terima kasih pak, kalau begitu saya pamit," kata Lily langsung lari keluar dan menuju ke toilet.


gadis itu memuntahkan semua isi perutnya, pasalnya pengawas itu sangat menjijikkan bagi Lily.


Adit tersenyum menunggu di luar toilet di sekitar kelas Lily, "wih... kenapa kamu, morning sickness?" tanya pria itu


"mas nglindur, bagaimana bisa aku kena morning sickness kau aku sendiri saja belum menikah, aku hanya melihat wajah wanita yang jadi pengawas jelas ku itu-"


Lily pun di bungkam oleh Adit,"sstt... jangan ngomong itu, aku sudah tau karena gadis itu tak biasa, aku takutnya dia bisa berbuat nekat pada kamu," jelas Adit.


Lily pun kaget dan hanya bisa mengangguk, "sekarang pergi ke UKS, biar mas mengawasi yang lain," perintah Adit.


Lily pun bergegas masuk kedalam UKS sambil membawa tasnya.


tapi sebelum sempat masuk kedalam UKS, sebuah tepukan di bahunya mengejutkan gadis itu.


"kadal buntung..." kaget Lily.


sedang Aryan hanya tersenyum mendengar keponakannya itu yang latah.


"ada apa kamu di usaha kesehatan sekolah? mau bolos ya, inget ini ujian penentuan?" kata pria itu.


"aku kurang enak badan ayah kecil, terus mas Adit menyuruhku untuk datang ke UKS, jadi aku disini," kata Lily yang nampak celingak-celinguk.


"lebih baik masuk kedalam ruangan ayah kecil lebih aman, sudah pergi sana di banding disini," kata Aryan.

__ADS_1


Lily pun menurut dan pindah ke ruangan milik Aryan, dan di sana Lily pun melihat tas Adit.


dia pun melihat laptop Adit yang ada di meja, jadi dia pun langsung membuka laptop itu.


beruntung kata sandinya tak berubah dari lama, itu adalah tanggal lahir dari Lily


ternyata wallpaper dari laptop itu adalah foto mereka semua, ada Adit, Lily, anand, Linga, Shafa, Aslan, Husna, Aluna dan juga Randa.


"huh... ku kira cuma foto kita berdua, eh taunya foto rombongan," gumam Lily kesal


dia pun melihat galeri dan semua foto yang di ambil oleh Adit, pasalnya pria itu suka mengambil gambar.


tapi Lily merasa aneh, karena foto yang di ambil oleh Adit adalah cuma foto malam.


tapi beberapa foto menunjukkan penampakan yang begitu banyak, bahkan foto itu adalah makam desa.


"dasar mas Adit tak punya kegiatan aja, masak foto beginian sih," kesal gadis itu.


Lily yang terlalu fokus, tak sadar jika ada seseorang masuk kedalam ruangan itu.


"hai mas, tidak kok, aku cuma penasaran ingin melihat semua hasil jepretan mu, tapi kenapa isinya tentang eksistensi dari mahluk astral, toh mas Adit bisa melihatnya secara langsung," kata Lily.


"itu cuma foto permintaan kakak, jadi aku ambilkan, benar saja jika semua foto itu menunjukkan semua hal ghaib itu meski hanya berbentuk bola putih atau pun api terbang," kata Lily tak percaya.


"sudahlah jangan membahasnya lagi,sekarang kita fokus padamu, jadi itulah yang akan kamu lihat saat seseorang memiliki susuk di tubuhnya," kata Adit yang menutup laptopnya.


"tapi aku melihatnya seluruh tubuh mas, itu bagaimana maksudnya?" tanya Lily.


"itu berarti seluruhnya ada sisik untuk menunjang penampilan agar dia merasa percaya diri, atau untuk memikat seseorang dan membuat mereka bertekuk lutut padanya," kelas Adit.


gadis itu nampak kaget, "tapi jika ingin tau orang baik itu bagaimana caranya," tanya Lily penasaran.


"kamu harus menutup mata, dan kemudian lihat perlahan, dan kamu nanti akan bisa melihat orang baik saat melihat wajahnya yang bercahaya karena air wudhu dan juga ketaatannya," kata Adit.


Lily pun menurut dan ingin melihat kearah Adit, tapi pria itu langsung menutup mata Lily saat ingin melihatnya.


"ada apa mas," tanya Lily.

__ADS_1


"tidak saat ini dek, dan jangan pernah mencoba untuk melihatku dengan cara seperti itu, atau kamu akan menyesal," kata Adit.


"baiklah aku mengerti," jawab Lily yang membohongi kakaknya itu.


tapi dia sendiri yang kaget melihat Aira Adit yang merah dan ada warna hitam, bahkan hanya dua warna itu saja.


"sudah aku katakan jangan mempergunakan kekuatan mu padaku, atau kamu bisa kehilangan penglihatan mu," kata Adit melirik adiknya itu.


mendengar itu Lily hanya bisa diam, mungkin Adit punya alasan tersendiri untuk memiliki Aura itu.


"sudah sekarang kamu bisa keluar, dan bergabunglah dengan yang lain," kata Adit yang merasa jika semuanya sudah aman.


"iya mas, maaf..." kata Lily yang kemudian pergi.


tapi tak sengaja Lily malah menabrak seseorang, dan pria itu langsung memberikan ceramah dengan suara keras.


"kamu buta ya Lilyana, kenapa kamu bisa berjalan tanpa melihat depan, kamu tak bisa melihat saya yang sebesar ini, makanya kalau jalan itu melihat kedepan, bukan ke tanah, kamu itu kalau di kasih tau lihat yang marah," kata pria itu dengan suara keras.


"pak Ari bisa diam gak sih, cerewet!" saut Lily menoleh ke arah guru killer itu.


"apa!!! kamu berani mengatakan hal itu pada saya, kamu mau di hukum hah!" marah guru itu makin menjadi.


tapi Lily kaget saat melihat pria yang terkenal pelit dan juga tukang marah, pasalnya wajah pria itu sangat bercahaya.


dia bahkan beberapa kali mengucek matanya, dia kira dia salah lihat dan ternyata tidak.


"kamu ini di bilangin malah ngeledek, untuk kali ini saya biarkan, tapi tidak dengan lain hari," kata pak Ari yang kemudian pergi.


Lily masih terpaku tak percaya, seperti apa yang sering di katakan oleh papinya.


"jangan melihat setiap orang dari luarnya, tapi lihat dari kesehariannya atau dengan kebaikan hatinya," gumam Lily.


dan dia sekarang membuktikannya sendiri, pria yang selalu jadi bahan ghibah anak satu sekolah malah memiliki aura paling bersih di banding yang lain.


"sudah ku bilang, kamu akan melihat orang baik, dan pria seperti itu seharusnya jadi suamimu, dan kamu pasti akan bahagia dunia akhirat," kata Adit yang berjalan melewati Lily.


gadis itu menoleh dan merasa tak percaya, "tapi aku tak menyukainya," teriak Lily marah.

__ADS_1


__ADS_2