
Nino tak mengira jika Arkan akan membatalkan janjinya, tapi dia juga memaklumi itu karena tau apa yang sesungguhnya terjadi.
bagaimana pun Lily pasti merasa tak aman, terlebih setelah apa yang dia rasakan dan apa yang dia saksikan.
"bagaimana nih pak, apa pak Arkan tak datang?" tanya anak buah Nino.
"sudah lakukan seperti protokoler,karena Arkan tak bisa datang," jawab Nino.
setelah cukup lama melakukan identifikasi dan melakukan olah tempat kejadian, akhirnya di nyatakan jika pengemudi mobil itu dalam keadaan mabuk, karena tak ada tanda mencoba pengereman di jalan.
tapi korban begitu banyak karena posisi taman itu sedang sangat ramai oleh pengunjung.
akhirnya Nino dan semua timnya pulang kembali ke kantor, dia terpaksa lembur lagi.
tiba-tiba ponselnya berdering, ternyata itu mamanya, "iya ma, ada apa, Nino belum bisa pulang,"
"dasar anak ini, kamu ini mau sampai kapan mau melajang, ingat umur mu itu sudah hampir kepala empat," kata wanita yang begitu Nino cintai itu.
"habis gimana ma, Nino kerjanya begini jadi jarang ketemu orang, adanya ketemu penjahat melulu, sama Arkan," jawab Nino tertawa.
"memang itu kantor polisi gak ada polisi Wanita ya, ya cari dong, usaha jangan diam saja, kamu itu bikin kesel tau gak," marah mama Nino.
"sudah ya ma, Nino masih ada kadus ini, susah dulu kita bahas di rumah, aku mencintaimu ma.. bye..."
Nino pun menghela nafas, dua anak buahnya tersenyum aneh kearah Nino,"kalian kenapa?"
"aduh mau di cariin pak jodohnya, siapa tau ke selip atau masih di jagain orang?" kata Aldo.
"sudah tutup mulut kalian, kita lanjut kerja," kata Nino.
akhirnya mereka pun kembali kerja, dan sudah di pastikan mereka kembali harus lembur.
Nino tak mengira pekerjaannya bisa sebanyak ini, "bos ngopi dulu!"
"oke," jawab Nino yang berangkat ke kantin.
tak sengaja ada mobil yang masuk dengan membawa seorang pria yang baik ke atas kap mobil.
"pak, bisa menolong ku, dia pria gila!!" teriak Husna memohon.
Nino yang mengenali mobil uang pernah dia serempet pun langsung menarik pria itu turun, "hei kenapa kamu menganggu seorang wanita, bawa kedalam," kata Nino.
Husna pun turun dan langsung menelpon seseorang. "Husna kamu tak apa-apa?" tanya Nino.
__ADS_1
"Alhamdulillah gak papa mas, itu pria itu..." tangis gadis itu.
"Rita tolong tenangkan mbaknya, biar saya yang melakukan interogasi pada pria tadi," kata Nino.
akhirnya Husna di bawa ke ruangan lain, Nino yang langsung mengintrogasi pria muda itu.
"ada apa ini pemuda, kenapa kamu menganggu wanita seperti tadi,jamu tau jika ada ancaman hukuman," kata Nino.
"ayolah pak, kami hanya sedang bertengkar, dia itu kekasih ku asal anda tau," kata Tian.
ya pemuda itu sekarang mengejar Husna lagi karena tau jika gadis itu seorang yang kaya.
"asal bapak tau, aku dan dia sudah melakukannya, dan sekarang dia hamil jadi aku ingin bertanggung jawab tapi dia malah lari dan bersikap seperti ini," kata Tian yang tak tau siapa Nino.
"tutup mulutmu!!! siapa kamu berani menghina gadis sebaik Husna, dasar pria tak tau adab!" marah Nino yang ingin memukul Tian.
Aldo dan Frans langsung berlari untuk menahan Nino, jika tidak pria itu akan dapat masalah.
"pak tenangkan dirimu, itu wali dari gadis itu sudah datang," kat Aldo.
"kalian interogasi dia, dan jika aku mendengar ucapan buruk lagi tentang gadis itu, aku tak segan akan membuat laporan padamu," kata Nino yang benar-benar marah.
dia langsung mencium tangan ayah Raka yang datang bersama ustadz Faraz.
"ayo nak,tak cium tangan ku juga?" tanya ustadz Faraz yang ingin mencairkan wajah marah temannya itu.
"tak masalah, aku tau kenapa dia seperti itu," jawab pria sepuh itu dengan tenang
"sabar Nino," kata ustadz Faraz.
"tutup mulut mu, kamu bikin orang makin marah tau gak," kesal pria itu.
ustadz Faraz mengambil air putih dan langsung membacakan doa dan meminta Nino untuk minum supaya pria itu tenang dan semoga di segerakan jodohnya.
"Husna,apa perlu ayah buat laporan karena pria itu sudah sangat keterlaluan?" tanya ayah Raka
"seharusnya ayah, tapi aku lebih ide yang lebih baik," kata ustadz Faraz.
"apa itu Faraz," kata ayah Raka.
"nikahkan saja Husna saat pria itu di penjara, dan saat dia keluar dan Husna sudah ada penjaga, aku jamin pria itu pasti akan mundur," kata ustadz Faraz.
"ide bagus, tapi siapa? kamu tau karena desas-desus yang tersebar di luaran sana, semua jadi enggan memiliki hubungan dengan keluarga kita," kata ayah Raka.
__ADS_1
sedang di rumah, Arkan sedang duduk menemani istrinya yang sibuk memasak.
"aku bantu sayang?" tanya papi Arkan yang tak ingin diam saat istrinya sibuk.
"tolong potong tempe sesuai yang ada di sana, dan setelah itu baru goreng," kata mami Tasya.
"siap nyonya," kata papi arkan.
mereka sedang membuat sesuatu yang akan di bagikan nanti setelah sholat Maghrib.
ya mereka melakukan ini seperti biasanya saat kirim doa, dan semua warga di desa tak berani lagi menganggu Arkan.
terlihat Lily dan Linga sedang membeli jajan yang cukup banyak di warung.
dia mendengar kusak-kusuk dari beberapa warga, "bukankah itu yang kalian inginkan, menghancurkan rumah setan itu, sekarang sudah hancur kan, kok malah takut," kata Lily tersenyum.
"bukan gitu mbak Lily,habis semua hantunya sekarang meneror warga desa," jawab salah satu ibu.
"kan ini karena omongan kalian sendiri,jadi nikmatilah setiap malam di keruh dan di awasi,hu...."kata Lily.
"aduh mbak Lily jangan gitu dong, ya kami minta maaf hingga membuat mas Linga dan ibu Tasya sedih,kami juga mengatakan itu karena pedagang bakso itu," kata ibu-ibu.
"baiklah, aku punya saran,kalau malam jangan sendirian karena saat anda sendirian, bisa saja guling anda berubah jadi sesuatu yang bisa bicara," kata Lily menakuti.
"hantu bungkus!!" teriak Linga yang otomatis membuat semua ibu itu menjerit karena kaget.
Linga tertawa melihat hal itu, "mbak Lily jangan menoleh," kata Linga tiba-tiba.
"kenapa? ada apa Linga?" tanya Lily penasaran.
"Bu... tumbas..."suara lirih seperti tertiup angin.
Lily ingin lari rasanya, "jangan bilang di belakang ku bantu ya," kata Lily yang di angguki oleh Linga.
"apa sih orang gak ada apa-apa kok," kata ibu-ibu itu.
"ibu semuanya jadi berapa,cepat di hitung ya," kata Lily panik.
"semuanya jadi empat puluh lima neng," jawab pemilik warung.
Lily menaruh uang lima puluh ribu dan kemudian lari, "neng lily kembaliannya,"
"ambil Bu, dan jangan lupa Sawur garam krosok sekarang Bu, sambil baca ayat kursi," teriak Lily.
__ADS_1
mendengar itu ibu pemilik warung auto gemetar dan merasa ada hawa panas, pasalnya ada mahkluk halus yang datang berkunjung karena dia sudah hapal dengan suasana itu.
dia langsung mengikuti perintah Lily, dan setelah itu dia pun merasa jika tokonya kembali normal.