Lily

Lily
pocong Sardi.


__ADS_3

mami Tasya baru pulang ke rumah saat melihat rumahnya yang memang sedikit suram karena lampu berwarna keemasan itu.


"sepertinya aku harus meminta papi menukar lampu rumah, jika tidak bisa di sebut rumah angker ini lama-lama," gumamnya.


dia langsung masuk kedalam rumah saat Linga tiba-tiba memeluknya, "mami..."


"hei, tumben kamu seperti ini, ada apa? kamu ini suka sekali membuat kehebohan ya," kata mami Tasya.


"apa maksudnya mami?" tanya Linga yang pura-pura tak mengerti.


"Halah dasar bocah ini, kamu tadi membeli bakso dan menaruh bakso mu di bawah pohon depan kan?" tanya mami Tasya.


"iya mami, memang kenapa?" tanya bocah itu dengan wajah penuh dosa.


"haduh bocah ini bikin pusing, kamu tau jika kamu membuat itu tukang bakso pingsan, untung otu orang gak mati Linga," katanya sedih.


"maaf deh mami, lagian bakso udah di bayar, siapa suruh usil mau di ambil," jawab Linga yang lari membawa nasi berkat yang di peroleh mami Tasya dari tahlilan tadi.


"ya sudah, tapi mana mbak dan papi, kenapa tak kelihatan?" tanya mami Tasya yang heran melihat rumah sepi.


"kakak sedih karena mas Adit belum telpon, kalau papi lagi tidur," jawab Linga.


"baiklah kamu tidur juga, jangan makan Mulu,nanti kamu bulat kayak bola loh," kata mami Tasya yang mengeleng pelan melihat putranya itu.


"iya mami," jawab Linga yang mengambil lemper dan membawanya ke kamar.


Lily sedang mendengarkan alunan suara ayat suci Alquran dengan mengunakan handset.


tiba-tiba jendela kamarnya terbuka, Lily yang melihat ingin menutup jendela itu.


tapi di luar pocong Sardi menunjukkan dirinya. Lily di buat kaget olehnya.


"dasar pocong gila, kamu mau apa menunjukkan dirimu padaku, bikin emosi saja," omel gadis itu.


"aku ingin meminta bantuan, apa bisa... tolong minta seseorang melepas tali pocong ku,"


"berisik,aku mau tidur, jika kamu terus menganggu aku akan memanggil papi ku," ancam Lily yang langsung menutup jendelanya.


miss Kun menertawakan kebodohan pocong itu,"ya gimana,dia tak mau kan membantumu, makanya jangan usil,"

__ADS_1


"bukan begitu, aku tak nyaman jadi pocong begini nih, capek tau lompat-lompat Mulu," kata pocong Sardi.


"lah terus salah ku gitu, ya coba terbang dong, ayo ikut aku ke tempat lain yuk," kata Miss Kun yang menarik ikatan di kepala pocong a


Sardi dengan mudah.


"dasar orang aneh, hentikan menariknya, kamu ingin aku ludahi," marah pocong itu.


"tapi sayangnya tak semua hantu pocong bisa mencelakakan orang dengan ludahnya, kalau kamu mah bisanya cuma menakut-nakuti orang saja," ledek Miss Kun yang melepas pegangannya dari ikatan di kain kafan.


otomatis pocong Sardi terjun bebas dari udara ke tanah,dan saat dia berdiri di tanah dengan muka marah dia menatap semua orang.


"pocong!!" teriak semua orang yang ada di warung langsung pergi dengan kocar-kacir.


sedang pocong Sardi tak bisa bergerak, Miss Kun tertawa melihat itu.


"mencep gak tuh," ledek Kuntilanak itu.


Miss Kun pun menariknya lagi hingga bisa terlepas, setelah itu mereka pun langsung kembali menuju ke tempat tujuan mereka.


keesokan harinya, Tasya tadi sempat belanja ke pasar dan membeli beberapa lampu LED untuk rumahnya.


"sudahlah papi,ganti lampu itu atau selamanya gak dapat jatah," kata mami Tasya kesal melihat suaminya itu.


"yakin mami kuat," ledek pria itu.


"terserah papi, mami kesal urus saja sendiri," kata mami Tasya yang menaruh lampu itu di tanah.


kebetulan opa Alan datang bersama dengan Oma utami, "hei kalian ini sudah tua bukannya saling menyayangi malah membuat saling keributan Mulu," kata opa Alan.


"habis mas Arkan di suruh menggantikan lampu saja tak mau, aku bosan setiap datang ke pengajian ada saja yang bilang rumah ini seram lah, angker lah, kupingku panas ayah..."


"apa, berarti ini kamu melakukan ini karena omongan orang-orang," kata papi Arkan.


"menurut mu, kita itu tidak hidup di hutan, kita itu punya tetangga kenapa sih kalian ini bertingkah seperti dunia itu berputar hanya dengan kalian gitu," marah mami Tasya yang sudah memuncak.


"Tasya tenang, ingat kamu sedang bicara dengan suamimu," kata opa Alan


"aku lelah ayah.. aku lelah... bawa aku pulang ke Singapura..." mohon mami Tasya.

__ADS_1


Papi Arkan kaget mendengar itu, sebenarnya apa yang membuat istrinya itu seperti ini.


opa Alan memeluk putrinya itu, sedang Oma utami juga bingung kenapa mami Tasya bisa seperti ini.


Linga pulang dari bermain, dan langsung lari kedalam rumah, dan Lily yang menjemputnya juga terlihat tak baik-baik saja.


"ada apa Lily?" tanya oma Utami.


"kenapa Oma, kami sudah biasa di ejek orang bukan, terlebih setiap ada seseorang yang habis melihat penampakan di sekitar sini, tapi kali ini keterlaluan," kata gadis itu dengan wajah yang di paksa tersenyum.


"apa maksud mu mbak, jawab papi.." kata papi Arkan yang tak terima dengan. ucapan putrinya itu.


"kenapa, karena kita tinggal di rumah ini, semua orang bilang jika rumah kita itu sarang setan, gara-gara tulang bakso yang di takut-takuti oleh Miss Kun di pohon depan, Linga di jadikan bahan olok-olokan oleh semua temannya, kenapa kita harus tinggal di sini, aku ingin pergi dari rumah ini, jika papi tak mau aku akan pergi bersama Linga ke rumah eyang," jawab Lily.


Oma utami menenangkan Lily, sedang papi Arkan berlari mencari Putranya itu.


tapi sayangnya dia terlambat, "Linga tenang sayang," kata papi Arkan.


"tidak boleh, semua orang yang ingin menghancurkan rumah ku harus mati, termasuk kamu..."kata sosok Linga yang sekarang sedang melayang di udara.


"keluarlah dari tubuh putraku,atau aku akan membunuh mu," kata papi Arkan mengancam makhluk itu.


"ha-ha-ha kamu hanya manusia biasa, memang bisa apa," kata Linga yang murka.


tapi tak terduga papi Arkan melemparkan tenaga dalamnya dan membuat makhluk itu keluar paksa dari tubuh Linga.


tubuh Linga jatuh ke bawah,papi Aslan berlari menangkap tubuh putranya itu.


tak terduga ustadz Faraz datang bersama beberapa muridnya, mereka pun langsung membantu arkan.


"kalian tunggu di luar, karena ini urusan ku bersamanya, jadi biar aku yang bereskan," kata papi Arkan.


"tapi kaku tak mungkin bisa melakukannya sendiri," kata papi Arkan.


"aku bisa, karena aku terlalu lunak dengannya dari awal," kata papi Arkan.


"aku akan membantumu papi, karena aku juga bisa melawannya, benar tidak wewe gombel ," kata Lily yang membuat makhluk itu terkejut.


"dasar sialan, kamu dan bocah laki-laki itu memang pasangan menyebalkan," kata makhluk itu.

__ADS_1


__ADS_2