Lily

Lily
gadis bersusuk


__ADS_3

gadis muda itu meras kesal,karena pria yang temui di warung nasi itu adalah idamannya.


bahkan dia belum bisa melupakan pria muda tadi, meski dia harus bersiap untuk menjadi pengawas ujian.


sedang di rumah Arkan, Lily masih senyum-senyum sendiri, tapi Linga menatap mbaknya itu geli.


"ini ayamnya, kamu dari tadi cuma makan nasi sama sambel doang dek," kata Adit.


"habis rasa sambelnya enak kok," kata Lily tersenyum.


dengan iseng Linga mengambil cabai dan di taruh di sendok Lily saat gadis itu tak sadar.


dan dengan lahap Lily memasukkan nasi dan potongan cabai itu kedalam mulutnya.


Linga tersenyum melihatnya, sedang Lily pun kaget karena terasa begitu pedas.


akhirnya Lily pun cegukan cukup lama, Adit memberikan susu hangat pada gadis itu.


"minumnya pelan-pelan dek," kata pria itu.


"pedes ih... padahal tadi aku tak menaruh cabai," kata Lily bingung.


"makanya kalau makan itu yang fokus," kata Arkan santai.


sedang Linga merasa senang karena Arkan membelanya, sedang Tasya hanya bisa mengeleng pelan melihat tingkah keduanya.


"sudah mungkin tak sengaja cabe milik mas melompat ke tempat mu, sekarang lebih baik kamu habiskan, setelah itu mas antar ya, tenang mas tungguin kami sampai selesai kali ini," kata Adit.


"benarkah, kalau begitu ayo kita jemput Riya ya," kata Lily senang.


"baiklah dek, tapi habiskan makanan mu dulu," kata Adit.


selepas sarapan mereka berangkat, meski sedikit memutar, Adit tak masalah, toh mereka juga membawa mobil.


hari ini Adit bertugas menjadi pengawas kawasan sekolah agar tak ada gangguan atau apapun itu bentuknya.


Riya akan pergi dengan sepedanya saat mobil yang di bawa Adit sampai.


"ayo bareng sama aku, kebetulan mas ku yang antar," kata Lily senang.


"tapi tak enak aku," kata Riya sungkan.

__ADS_1


"tak apa-apa masuk saja Riya, itu permintaan Lily, lekas masuk atau pemilik rumah ini bisa ngomel saat tak bisa keluar rumah," kata Adit yang memang berhenti di depan rumah Aryan.


tanpa di duga, Anand keluar dari rumah dan langsung naik ke jok samping supir.


"hei ... kamu bikin kaget," kata Adit saat melihat anand.


"ya bocah ini menyebalkan, kenapa kamu duduk di sana sih..."


"sudah ayo cepat naik ke belakang, di sana ada cekeremes," kata Adit yang kemudian kaget karena pemuda itu sudah memakan cemilan itu.


"kamu tak sarapan?" tanya Adit heran melihat anand.


"maaf mas, aku bangunnya tadi kesiangan, terus ayah lupa tak memasak nasi semalam, jadilah kami sarapan roti saja," kata anand.


"pasti gak kenyang tuh," kata Lily meledek Anand.


"iya, kok tau," kata anand.


Adit langsung menancap gas menuju ke sekolah, "buka di dasbor sepertinya ada pisang, setidaknya kamu memiliki energi cadangan," kata Adit.


"wih... ini mobil apa pasar buah, kenapa ada jeruk, apel, pir dan pisang tinggal separuh."


"sudah mau apa tidak, kalau tidak balikin ke tempatnya, jangan di ambil," kesal Adit.


dan setelah itu dia menerima air milik Riya, "terima kasih calon mama..." kata Anand.


"apa!!" kaget Lily.


"bukan kok, anand cuma bercanda, aku tak ingin jadi perebut milik orang lain," kata Riya sedih.


"memang kamu merebut dari siapa, orang ayah ku saja sudah menduda lebih dari sepuluh tahun dan tak pernah membawa wanita pulang, aneh deh kamu," kata anand.


"tapi Uci sangat menyukai pak Aryan, aku tak mau membuatnya sedih," jawab Riya.


"kamu itu lugu atau bodoh sih, memangnya dia gak cerita kenapa dia sekarang jarang ngumpul dengan kalian?" tanya anand.


"kami Nana tau, dia memang aneh dih belakangan ini," jawab Lily.


"itu karena, dia itu sudah di jodohkan dengan pria matang pilihan orang tuanya, dan tak bisa menolak, aku sering kok ketemu dia lagi jalan-jalan dengan calon suaminya, beh... lebih tua dari ayah kayaknya, terus bentukannya juga iyuh..." kata Anand.


kedua gadis itu saling lihat, anand yang laki-laki saja bersikap begitu, berarti lelaki itu sangat buruk.

__ADS_1


mobil pun sampai di sekolah, dan terlihat sudah banyak murid, anand langsung pergi meninggalkan kedua wanita itu.


sedang Adit turun dan langsung menuju ke ruang guru, dia pun menghadap ketua penyelenggara yaitu kepala sekolah.


"halo pak, saya siap melapor," kata Adit tersenyum pada pria itu.


"perkenalkan semuanya, dia wakil saya yang akan jadi pengawas juga, meski masih terlihat muda, dia sudah lulus sarjana di bidang ekonomi dan bisnis, serta D1 bidang psikologi, jadi mohon bantuannya," kata Aryan.


gadis yang tadi di temui oleh Adit dan Linga langsung tersenyum, pasalnya dia tak mengira jika pria yang dia incar begitu hebat.


"pak tolong perkenalkan nama anda," kata seorang wanita.


Adit sedikit kaget melihatnya,"ah iya... nama saya Aditama Cokro Gilbert," kata Adit di depan semua orang.


sekarang mereka mengerti kenapa wajah Adit memiliki garis yang begitu tegas dan tampan ternyata keturunan orang luar.


padahal itu hanya sebuah nama yang di ikutkan pada nama keluarga Tasya.


Adit pun mulai mendengar satu persatu nama dari pengawas itu. dan kini tibalah gadis itu.


Adit pun mulai membentengi diri, "nama saya Nuning Sulastri Ani," kata gadis itu.


"biasa di panggil Bu Astri," tambah gadis itu.


"wah sepertinya mereka cocok nih, yang satu cantik dan yang satu ganteng," puji salah seorang pengawas.


"ah pak Sudarsono bisa saja," kata Bu Astri dengan malu-malu.


"ayah kecil jangan lengah dan terus jaga wudhu mu, ingat dia memiliki susuk untuk membuat pria bertekuk lutut padanya," kata Adit berbisik.


"iya nak, tadi Arkan juga sudah mewanti-wanti diriku untuk hati-hati, terlebih gadis itu cukup terkenal di desa sebelah," kata Aryan.


"bagus kalau Ayah kecil sudah tau, jadi sekarang aku akan mulai melihat semua kelas sebelum di mulai," kata Adit.


"baiklah, biar aku meminta anak-anak menjaga wudhu mereka," kata Aryan.


semua murid sudah di minta berwudhu dan berdoa sebelum masuk kedalam kelas, bukan apa setelah semua yang terjadi Aryan hanya berjaga-jaga saja.


tapi Adit memastikan semua kelas kosong dan bersih, dan tak lupa dia juga memasang pagar ghaib agar tak ada yang berniat buruk bisa masuk.


ujian hari pertama pun berjalan lancar, semua kelas terlihat tenang, tapi tidak dengan Bu Astri yang merasa tak nyaman.

__ADS_1


karena gadis itu baru masuk kedalam lingkaran neraka karena susuk yang di pakainya bereaksi dengan apa yang di lakukan oleh Adit.


__ADS_2