Lily

Lily
maafkan sayang.


__ADS_3

dokter pun keluar dengan wajah yang cukup serius, Adit dan semua orang langsung berlari menghampiri tim dokter.


"bagaimana keadaan istri dan anak saya dokter?" tanya Adit yang khawatirkan.


"maaf, kami sudah berusaha tapi kondisi Keduanya sedang tak baik, saya mohon untuk terus berdoa ya, karena putra anda memiliki kondisi paru-paru yang sangat lemah, dan kondisinya juga kritis. dan begitupun dengan istri anda kondisinya juga kritis," kata dokter


mendengar itu tubuh Adit jatuh ke lantai, dia pun merasa hancur mendengarnya.


sedang mami Tasya sudah menangis di pelukan papi Arkan, "papi.... kenapa kondisi putri kita bisa seperti ini Pi..."


"yang sabar ya mi, kita minta bantuan doa ke pondok bang fataz, semoga kondisi Lily cepat membaik," kata pria itu.


Adit ingin masuk kedalam ruangan rawat itu tapi tak di izinkan, semua orang pun berdoa untuk kesembuhan Lily dan bayinya.


"ya Allah, ini kebesaran yang Engkau tujukan, kami semua terus berdoa dan memohon untuk kesembuhan Lily, dan Engkau memberikan harapan setelah pulang dari rumah mu, tapi sekarang apa ini ya Allah ..."


"jangan berburuk sangka pada Allah Adit, tak baik ke, mungkin ini adalah cara Allah menghapuskan semua dosa Lily dan papi yakin Lily kuat menghadapi ini semua," kata papi Arkan meyakinkan putranya itu.


"lihat saja Pi, jika sampai sesuatu terjadi pada mereka berdua, maka aku adalah orang yang akan menentang kekuasaan Tuhan, dan aku akan tunjukkan itu," kata Adit yang benar-benar marah kali ini


papi Arkan dan mami Tasya kaget mendengarnya, karena Adit begitu marah bahkan berani mengatakan hal seperti itu.


"Adit tak baik kamu bicara begitu," kata mami Tasya yang mencoba menguatkan pria itu.


"maaf mami, tapi bagi Adit siapapun yang berani mengambil Lily dan anak kami itu musuh ku, termasuk Tuhan,"


papi Arkan dan mami Tasya kaget, tiba-tiba petir menyambar pohon di depan rumah sakit.

__ADS_1


hujan deras turun, saat mereka berempat dalam kondisi kalut, seseorang masuk kedalam ruang ICU.


dia menyamar sebagai perawat dan tak ada yang curiga karena nama yang tertera juga nama salah satu perawat yang harus berjaga malam ini.


"Gita, tolong kamu awasi bayi di dalam inkubator ini sebentar ya, aku ingin ke kamar mandi," kata salah seorang perawat.


perawat Gita hanya mengangguk, dia melihat bayi mungil itu masih merah, dan masih penuh dengan alat untuk membantunya untuk bertahan


dengan perlahan, perawat itu mematikan oksigen yang di gunakan bayi mungil itu.


suster yang tadi dari toilet kaget melihat oksigen mati dan bayi kecil itu mulai kencang, dia pun langsung memanggil dokter.


dan setelah itu dia pun pergi dan menuju ke tempat lain, dia mtlifat seorang wanita terbaring di atas ranjang.


"sekarang kamu harus pergi menyusul semuanya, karena putra mu sudah duluan ke neraka, dasar wanita sok suci," bisik perawat itu.


tapi dia tak bisa, dia malah terpental keluar, makhluk itu tak menyerah, dia mencoba berkali-kali.


tetap saja hasilnya sama, dan perlahan-lahan obat itu sudah masuk kedalam tubuh Lily.


"maaf ya, aku harus mengirim mu ke neraka, habis karena ku aku harus kehilangan cinta ku, jadi selamat jalan wanita sial..." kata perawat itu yang kemudian pergi.


dia pun kembali dan mengganti penyamarannya lagi jingga tak bisa di lacak siapapun.


dokter pun di buat panik, pasalnya bayi itu tadi baik-baik saja, dan sekarang akhirnya tuhan berkehendak lain.


bayi itu tak bisa bertahan, dan mereka kehilangan bayi mungil itu.

__ADS_1


"waktu kematian, pukul satu dini hari.." kata dokter.


dokter pun terpaksa harus menyampaikan kabar duka ini pada keluarga, tapi tanpa di duga, panggilan darurat datang dari ruang ICU.


pasalnya Adit yang bejat menerobos baru tau jika istrinya kejang, dia panik dan menekan tombol darurat.


"dokter kemana!!!" teriak pria itu


"kenapa anda bisa masuk, Nana suster yang jaga, cepat bawa keluar," perintah dokter.


"dokter pasien kritis, dan semua Lat vital menunjukkan penurunan," kata suster.


Adit seakan syok melihat Lily yang terus kejang, dokter datang dan melakukan CPR, dan berusahalah menyelamatkan pasiennya itu.


tapi semuanya terlambat, perlahan tubuh Lily melemah dan akhirnya tak bergerak lagi, Adit yang sedari tadi menyaksikan pun sedih.


dokter memeriksa lagi, dan tak ada tanpa kehidupan lagi, "waktu kematian pukul satu lebih lima menit pagi," kata dokter yang membuat Adit murka.


"tidak!!! Lily!!" teriaknya sambil mendorong para perawat pria dan langsung memeluk istrinya itu.


"tidak Lily, kamu bilang kita akan menua bersama, kenapa kamu meninggalkan aku!!! dokter di Dubai bilang jika kamu sudah sembuh," kata Adit yang tak bisa menutupi kesedihannya.


"tuan tolong tenangkan dirimu," kata dokter.


Adit tak peduli dengan semua orang, mami Tasya jatuh pingsan melihat putri kesayangannya menghadap Tuhan Yang Maha Kuasa.


papi Arkan sedih tapi dia juga tak bisa menentang takdir yang sudah di gariskan, dan Linga pun pingsan karena syok.

__ADS_1


keluarga Arkana benar-benar di hantam cobaan berat kali ini, mereka kehilangan dua orang yang sangat berharga dengan bersamaan.


__ADS_2