Lily

Lily
mas menyebalkan


__ADS_3

Adit pun menenangkan Lily tapi yang tak di duga gadis itu malah makin menjadi.


akhirnya terpaksa Adit memeluknya agar tenang, pasalnya beberapa warga mulai melihat mereka.


"tenang ya sayang mas yang cantik, maafkan mas ya, nanti kalau Lily mau diam, apapun mas belikan kok, mau apa sih dek?" tanya Adit yang berhasil membuat Lily sedikit lebih tenang.


"mau janji mas Adit tidak akan pernah tinggalkan Lily dan terus bersamaku ya," kata Lily yang msih terisak.


"tentu, mas kan bersama keluarga kita selama mas masih memiliki nafas," kata Adit yang kini berjalan bersama Lily kembali ke penginapan.


soalnya besok pagi mereka akan menuju ke beberapa spot wisata lain.


Aryan terus mengawasi beberapa murid saat sedang di kebun itu, mereka pun selesai cukup petang untuk kembali ke home stay.


Adit dan Lily serta beberapa murid merancang untuk melakukan jerit malam, karena mereka kekurangan kegiatan.


Lily pun membiarkan Adit yang tertidur di bahunya, "lah pak Adit malah tidur di ajak bermusyawarah," kata Dimas yang kebetulan tak ikut main ke kebun buah.


"sepertinya mas Adit kelelahan, tapi sepertinya ayah kecil setuju deh, nanti kalian atur karena kita mungkin akan minta bantuan warga sekitar juga untuk membantu," kata Lily.


"tapi kamu yakin mau ikut?" tanya Kelvin.


"iya dong ketua pelaksana, lumayan lah dari pada aku tidur di kamar sendirian, jadi gini kita bagi tim dengan beberapa murid jangan sedikit, ya kali jurit malam sampai subuh kan gak lucu," usul Lily.


"baiklah, kita juga tak memaksa kok, lagi pula besok mungkin ada empat bus yang pulang duluan karena mereka sepakat dan di izinkan untuk main ke pantai, jadi kemungkinan hanya tinggal dua bus yang akan ada di tempat ini," kata Kelvin selaku ketua dari para siswa.


"lah kok gitu, kok gak adil mainnya kenapa harus pulang duluan," kata Lily heran.


"mereka tidak pulang tapi mereka sepakat memilih beberapa wisata di dua pantai di Probolinggo, lagi pula setelah kita puas main disini, kita juga akan kesana, terlebih di antara empat bus itu beberapa ada yang sakit, itulah kenapa kesepakatan bersama untuk mengizinkan mereka duluan," saut Adit yang masih memejamkan mata.


" mas gak tidur?" tanya Lily.


"kamu jangan gerak terus," kata Adit yang kini malah menaruh kepalanya di paha Lily.


"ini kenapa ya, kalau berdekatan dengan kalian ini, aku merasa jadi obat nyamuk, pasalnya pak Adit begitu manja, begitupun sebaliknya, sebenarnya kalian ini kakak adik atau pasangan kekasih?" tanya Dimas heran.


"rahasia dong," jawab Lily yang membuat Adit tersenyum.

__ADS_1


ternyata empat bus tidak pulang besok pagi, melainkan setelah makan malam agar keesokan paginya mereka bisa sampai di pantai yang di tuju.


setelah makan malam Aryan dan Adit melepas keberangkatan empat bus yang menuju ke wisata yang lain.


Adit bahkan sempat berpesan pada anak muridnya untuk tidak melakukan hal yang tak senonoh atau merusak lingkungan.


Adit juga meminta agar jika terjadi apapun nantinya, guru pembimbing untuk segera menghubunginya.


setelah keempat bus itu pergi, masih ada seratus anak di tempat itu yaitu kelas Lily dan jelas Kelvin yang terkenal amburadul.


"jadi malam ini kita akan melakukan bukti keberanian,dan siapa yang bisa mengumpulkan empat slayer yang berbeda warna dari setiap guru regu, akan mendapat hadiah menarik dari ketua yayasan,dan setiap tim terdiri dari sepuluh orang, jadi nanti akan ada sepuluh tim, dan pak Adit akan mengatakan apa yang tak boleh kalian lakukan, mengerti," kata pak Ari.


"mengerti pak!" jawab semua murid.


"pertama di larang berteriak dan menganggu ketertiban tak jelas, berbicara kotor,mengambil barang yang bukan milik kalian, dan yang paling penting saat bertemu dengan guru yang memegang slayer pastikan mereka menjawab yel-yel kalian, jika dia tak menjawab maka lari dari sana dan jangan menoleh kebelakang, mengerti," pesan Adit.


"aduh... perasaan ku sudah gak enak duan," kata Lily yang mendengar ucapan Adit.


"baiklah yel-yel yang di sepakati oleh kami, ada anak kambing hilang dan mencari induknya?, itu yang harus kalian katakan, dan guru pembimbing akan menjawab temukan lima warna maka kita bisa pulang," kata pak Ari.


"siap mengerti pak!" jawab para murid yang sudah semangat.


akhirnya Aryan membagi setiap tim melalui sebuah permainan yang di sebut benang tim.


jadi mereka mengambil benang yang sudah ada nama tim-nya, dan akhirnya mereka semua pun sudah memiliki tim permainan.


Lily tergabung dengan Anand, Kevin, Rika dan juga Dimas serta murid yang lainnya di tim satu. sedang Riya bersama dengan Eko, Silvi, serta Ahmad dan Erland serta murid yang lain tergabung di tim tiga.


sedang Uci bersama siswa yang lain di tim sembilan. akhirnya sepuluh tim sudah terkumpul.


sebelum itu, para guru pembimbing langsung menyebar untuk menunggu kesepuluh tim di tempat masing-masing.


Adit memberikan rute yang harus mereka tempuh, dan nanti di setiap jalan akan ada beberapa warga yang menunjukkan jalan.


Kelvin sedikit heran, bukankah mereka baru merencanakan tapi kenapa sudah begitu matang perencana acara itu.


dia pun mengakui bagaimana Adit yang bisa melakukan apapun dengan cepat,tepat dan lugas.

__ADS_1


"tim pertama berangkat pertama, gunakan senter ponsel kalian untuk penerangan, dan semoga lancar," kata pak Ari melepas mereka.


Adit mengalungkan tasbih miliknya pada Lily dan mengangguk pada adiknya itu.


tim Lily berjalan dengan yakin, Lily berada di baris nomor dia bersama Rika.


gadis itu tiba-tiba merangkul lengan Lily, "aku merasa di awasi Lily..." lirihnya.


"tenang saja mereka hanya mengawasi kita tak menganggu, dan ada khodam milik kakak ku bersama kita," bisik Lily.


pasalnya ada burung elang milik Adit yang hanya menampakkan diri pada Lily.


Rika pun perlahan mulai tenang, mereka pun mengikuti jalur, Anand melihat seorang guru pembimbing yang berdiri di bawah lampu sambil menunduk.


saat pria itu ingin lari, Lily menarik anand, "jangan kesana, para guru berada di sisi kanan bukan kiri," kata Lily.


mereka pun saling lihat, dan kemudian memutuskan terus jalan melewati sosok itu, Lily meminta semuanya mengirimkan pesan pada teman yang berbeda tim agar tak terjadi masalah.


akhirnya mereka sampai di pos pertama, "ada anak kambing hilang dan mencari induknya?" kata Kelvin.


"temukan lima warna dan kita bisa pulang," jawab pak Subhan dan Bu Nina.


mereka langsung mengambil slayer tapi pak Subhan menahannya, "maaf ada tugas untuk lakukan, jawab lah, aku tak bisa di sentuh, aku bisa di rasakan, saat krcil aku teman, tapi saat besar aku pembuat bencana besar?"


"angin pak," saut Lily.


"benar, kalian bisa ke pos kedua, ingat jangan ke area kiri karena semua guru ada di kanan jalan," kata Bu Nina mengingatkan.


mereka mengangguk dan kembali berjalan, ada seorang warga desa yang membunyikan lonceng satu kali.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


jangan lupa dukung terus author ya, karena ada kejutan yang menunggu, nanti di ambil dari komen dan hadiah terbanyak.


tunggu ya... karena random sekali pemenangnya, jadi tulis komen semenarik mungkin...


jadi jangan lupa untuk, like, komen dan vote... terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2