Lily

Lily
hidup normal


__ADS_3

Adit dan rombongan sampai di Surabaya setelah perjalanan mereka membengkak jadi dua puluh hari.


dan mereka juga memutuskan untuk tinggal di satu rumah demi kesehatan Lily, jadi Adit memilih mengalah ikut ke rumah orang tua mereka.


dan rumahnya untuk sementara di pergunakan untuk kegiatan tempat mengaji dan perkumpulan RW, setelah di bereskan beberapa barangnya.


rombongan santri dari pondok pesantren ustadz Faraz datang, untuk melakukan doa bersama dan wanaqiban.


tak lupa Adit juga sudah menyiapkan semua hadiah untuk semua orang, kini keluarga mereka akan hidup normal kembali


ustadz Faraz sudah membebaskan semua khodam yang menjaga keluarga mereka dari dulu.


jadi sekarang mereka akan hidup secara biasa, dan tak akan berurusan dengan hal seperti itu.


Lily menjalani hari-harinya penuh dengan perhatian, pasalnya Adit terus menerus memperhatikan semua keperluan istrinya itu.


tak hanya itu, Lily juga tak bisa keluar pergi sendiri, harus di temani seseorang, jika tidak Adit, papi Arkan atau mami Tasya.


tak terasa sudah lebih dari tiga bulan, kandungan Lily juga sudah mulai nampak, pagi ini Adit harus pergi mengajar ke sekolah.


"umi, Abi pergi dulu ya," bisik Adit yang mencium pipi dan kening Lily.


"iya Abi, tapi nanti kalau pulang boleh umi minta Abi membelikan brownis kukus rasa greentea dan coklat," kata Lily.


"tentu sayang, apapun untuk mu, tapi ingat kamu harus makan tepat waktu, minum susu juga dan vitamin jangan lupa," kata adit mengingatkan.


"iya Abi ku tersayang, sudah pergi sana, jangan sampai kepala sekolah telat, bukan contoh yang baik," kata Lily tersenyum.


"tidak mungkin ada yang berani menegurku, karena aku pemilik yayasannyq sekarang," kata Adit sombong.


Lily hanya mengeleng saja mendengarnya, akhirnya Adit pun menuju ke sekolah untuk melaksanakan tugasnya.


sedang Lily milih membaca Alqur'an sambil menunggu mami Tasya pulang dari pasar bersama papi Arkan.

__ADS_1


Linga sudah pergi dari tadi pagi karena ada les untuk ujian negara tingkat SD.


meski bocah itu sudah sangat pintar, apa salahnya mengikuti semua perintah sekolah.


mobil yang tadi di gunakan papi Arkan sudah pulang, Lily pun segera bangun dan menyimpan Al-Qur'an yang di pegangnya.


dia bergegas menghampiri mami Tasya,melihat Lily ingin datang membantu, mami Tasya langsung mengambil ancang-ancang, "stop disana, kamu tidak boleh melakukan hal berat, cukup duduk manis disana," kata wanita itu.


"aduh mami tapi Lily bosan," kata Lily memohon.


"ingat sayang, dokter tak mengizinkan kamu lelah, jadi kamu harus menurut oke, kamu hanya boleh menemani saja," kata mami Tasya.


"baiklah mami, ya Allah aku sekarang benar-benar bosan karena tak boleh melakukan apapun," kata Lily yang merasa sedih.


tapi papi Arkan tersenyum saja mendengar keluhan putrinya itu, "sudah sayang menurut lah saja, karena semua ini juga demi dirimu," kata papi Arkan.


"baiklah papi,aku akan menurut, selama aku tak di tinggalkan sendiri itu tak masalah," jawab Lily.


Shafa siang itu akan di antar ke pondok pesantren yang cukup jauh untuk menimba ilmu.


karena Shafa kemungkinan akan menjadi penerus dari pondok pesantren milik keluarga Arifin ini.


meski akan jauh dari orang tuanya, shafa tidak takut atau mundur, gadis itu akan siap pergi karena menuntut ilmu itu keinginannya.


semua melepaskan kepergian gadis kecil itu, hanya keluarga dari papi Arkan yang tak mengantarkan karena ustadz Faraz sengaja tak memberi tahu karena takut jika mereka akan khawatir.


terlebih kejadian Lily sangat menyita perhatian Keluarga itu, jadi pilihan terbaiknya tidak usah memberitahu mereka saja.


tapi tanpa di duga, semua orang Adit datang untuk mengantar gadis kecil itu untuk mencari ilmu ke tempat yang jauh.


Adit memberikan sambungan dari gelang milik Shafa, "di simpan ya, semoga kamu bisa ingat terus pada kami semua, maaf kak Lily dan Linga tak bisa mengantar," kata Adit dengan lembut.


"tidak masalah mas, terima kasih atas gelangnya, aku akan menyimpannya dengan hati-hati, terima kasih." kata gadis kecil itu uang sudah memeluk Adit.

__ADS_1


dia pun segera di bawa pergi oleh ustadz Faraz dan beberapa orang, ternyata Shafa tidak berangkat sendiri melainkan dengan beberapa orang.


Adit pun langsung pamit karena sudah pukul satu siang, dan dia sudah telat untuk makan siang di rumah.


karena nanti pukul dia dia harus kembali ke sekolah untuk rapat dengan semua guru dan staf.


dia sampai di rumah dan langsung di sambut oleh Lily, "maaf mas sedikit telat, karena tadi beli ini, sps Linga sudah pulang?"


"sudah mungkin sedang ganti baju, ayo mas masuk, lihatlah apa yang di masak oleh mami, yaitu makanan kesukaan kita," kata Lily dengan bahagia.


"wah bebek goreng, aduh kolestrol ku bergoyang melihat ini," kata Adit yang memancing tawa semua orang.


ya beberapa Minggu ini mereka terus makan bebek dan Adit kurang olahraga hingga terkena kolesterol tinggi.


tapi beruntung dengan minum rebusan daun salam dan sirsak, perlahan kolesterol Adit turun.


sedang untuk papi arkan harus makan sirih China, untuk menurunkan kadar gula yang cukup tinggi.


beruntung mami Tasya begitu pintar dalam memasak semua jenis makanan itu, jadi pria itu tak sampai masuk rumah sakit.


jadi hari ini meski makan lauk bebek di meja sudah di sediakan rebusan nanas dan juga buahnya kali ini belimbing.


jadi kesehatan mereka tetap di jaga, makan siang ini cukup menyenangkan dengan Adit yang terus menggoda papi Arkan karena pria itu terus saja sibuk padahal Adit sudah meminta untuk pria itu duduk di rumah.


tapi papi Arkan tak mau karena dia merasa masih muda, buktinya dia masih bisa kemana-mana tanpa bantuan siapapun.


"Linga, setelah lulus SD kamu mau kemana?" tanya papi Arkan.


"aduh pertanyaan aneh apa ini?" kata Adit menahan tawanya.


"papi, tolong jangan bertanya ku pertanyaan yang membuatku kesal, sudah pasti aku akan sekolah di yayasan, tak perlu tanya sih..."


"iya, iya maaf kan cuma tanya," kata papi Arkan dengan wajah mengesalkan.

__ADS_1


"papi udah gak lucu, jadi jangan membuat lelucon deh Pi," kesal mami Tasya pada suaminya yang terus membuatnya kesal.


__ADS_2