Lily

Lily
akibat perbuatan...


__ADS_3

Adit menenangkan adiknya itu, tak butuh waktu lama, kedua preman itu bangkit dari tumpukan meja dan kursi kayu itu.


Adit langsung mengajak Lily pergi, "bagaimana dengan mereka mas?" tanya Lily.


"kita hanya bisa melihat saja, karena dendam mereka terlalu besar, dan hanya cara ini untuk membuat mereka bisa kembali ke tempat mereka seharusnya," kata Adit.


Lily pun hanya diam, mereka langsung pergi dari tempat itu karena tak ingin menjadi seorang yang ikut terseret nantinya.


tak lupa Adit sudah langsung menghubungi Nino sebagai Kapolsek baru di daerah itu.


Nino merasa heran mendapat pesan dari Adit, pasalnya pesan itu berisi pemberitahuan yang sangat menyebalkan menurutnya.


"apa maksud pesan ini, dasar bocah aneh," kata Nino.


dia pun tak menggubrisnya dan melanjutkan pekerjaannya, pasalnya masih banyak kasus dan laporan yang tak di selesaikan oleh mantan Kapolsek sebelumnya.


dia bahkan sudah mau pecah melihat semua pekerjaan yang menumpuk di mejanya.


Adit sudah mengajak Lily pergi dari tempat itu, dan mereka kini akan menuju ke salah satu tempat yang tak akan di duga oleh Lily.


kedua arwah itu menyusup ke dalam tubuh keduanya, pocong Sardi tersenyum saat dia bisa melakukan hal yang menurutnya mustahil.


"kamu ingat bagaimana kamu mati, kita harus membalas dendam, karena pria-pria biadab ini kita mati dengan mengenaskan," kata pocong Sardi.


"ya... kamu benar, dan kita tinggal mencari tiga preman yang lain juga," jawab salah satu pria dengan sedikit melambai.

__ADS_1


mereka berdua pun pergi dari tempat itu dan langsung mencari markas preman itu.


beruntung pocong Sardi pernah melihat markas pria-pria brengsek itu selama hidupnya, jadi tak sulit menemukannya.


di sebuah pos rumah kosong, ada tiga orang yang sedang mabuk, kedua pria kerasukan itu datang dengan wajah marah.


"kamu sedang apa woi, tadi pamitnya mau beli minuman kok baru balik, mana minumannya woi," marah pria itu.


"minumannya habis, dan kami datang bawa dendam," kata pria itu dengan wajah marah dan langsung menghajar ketiganya.


melihat itu sekutunya yang kuwalahan, pria yang di rasuki hantu wanita itu mengambil botol dan memukulkan pada pria yang merenggut keperawanannya terlebih dahulu.


pria yang memang sedang mabuk itu langsung terkapar dan pria yang kerasukan itu langsung di hajar habis-habisan dengan pecahan botol.


tak hanya itu, setelah darah mengalir dari tubuh bos preman itu, merasa tak puas dengan itu dia mengambil batu paving dan langsung membantu pocong Sardi.


ketiganya pun terkapar dan tewas. kini giliran dua pria yang mereka rasuki, mereka mengambil sebuah bambu runcing.


dan langsung menusuk dada masing-masing berkali-kali, dan setelah itu mereka pun akhirnya tewas dengan sangat mengenaskan


keduanya pun menghilang pergi, Adit dan Lily sampai di sebuah taman di kota.


itu adalah taman yang cukup bagus,tapi karena habis hujan jadi mereka tak bisa duduk.


"apa yang akan kita lakukan disini?" tanya Lily heran.

__ADS_1


"sudah duduk saja disini, aku ingin melakukan sesuatu,"kata Adit tersenyum.


Lily menatap aneh pada pria itu, sedang Adit hanya tersenyum saja menanggapi adiknya itu.


pasalnya Lily takut jika kakaknya itu melakukan hal aneh, karena Adit itu tak kalah jauh persis Linga.


Adit melepaskan jaketnya dan meminta Lily untuk duduk di suatu sudut, "gak mau, mas Adit pasti ingin meninggalkan ku ya, jangan membuat ku jadi parno," kata Lily takut.


"tidak tenanglah dek, aku hanya ingin mengambil sesuatu untuk minum kita," kata Adit merayu Lily agar mau duduk.


"tidak mau, aku takut mas Adit meninggalkan aku, kamu itu pria paling baik sama dengan Linga,"


"tidak dek, baiklah pegang ponsel dan dompet ku serta kunci motor ku, dan ini aku akan membeli minuman untuk kita oke," kata Adit yang akhirnya berhasil membuat Lily menurut.


akhirnya Adit menuju ke area penjual minuman, pria itu terlihat membeli beberapa barang.


seseorang datang menghampiri Lily dengan sebuah bunga mawar. "kakak ini ada bunga untuk mu,"


Lily menerimanya tapi dengan perasaan bingung, "tapi siapa yang memberikannya?"


"tidak tau," jawab bocah itu langsung pergi berlari.


Lily merasa aneh meletakkan mawar itu kembali, tak lama rombongan anak Sekolah dasar datang dengan mawar merah.


"untuk kakak," kata mereka semua, ada sekitar lima puluh anak yang datang dengan bunga.

__ADS_1


Lily masih bingung melihat dan mengalami hal itu, "tapi ini dari siapa?" bingung Lily


dia ingin menangis karena hal itu, pasalnya dia baru kali ini mengalami hal itu.


__ADS_2