Lily

Lily
Ki Dwisa bertindak


__ADS_3

malam ini semua orang sudah beristirahat dan tinggal papi Arkan dan Adit yang duduk di teras rumah sambil merokok.


"sepertinya hari ini setelah semua kejadian buruk, akan ada kabar bahagia, lihatlah papi malam ini sangat indah," gumam Adit.


"kamu benar, tapi setelah mengetahui semuanya, aku makin tak tenang karena kamu dan Lily belum menikah, lihatlah meski sudah bertunangan, para pria itu tak berhenti mengejarnya?" gumam papi Arkan.


"papi bilang saja untuk aku menikahinya, aku tak keberatan, tapi aku sedang mengajukan permohonan di pengadilan agama, karena usia ku yang belum memenuhi syarat usia untuk menikah," kata Adit.


"ya papi lupa jika kalian seumuran, meski dari segi pemikiran kamu sangat dewasa dan Lily ya Allah..."


"mungkin Minggu depan permohonan ku akan di setujui dan setelah itu aku akan langsung mengurus semua data yang di butuhkan, memang kenapa papi ingin aku buru-buru menikahi Lily," tanya Adit heran.


"kalian tingkah kalian bikin papi kesal, dari pada terus membuat dosa dengan berduaan terus, lebih baik menikah dan kalian bebas mau ngapain saja, dan untuk pesta papi sudah menyiapkan semuanya," kata papi Arkan.


"aku tak ingin ada pesta yang membuang uang, lebih baik kita buat pesta sederhana dan mengalihkan uang itu untuk orang-orang yang membutuhkan," kata Adit.


"baiklah terserah kalian, jadi untuk sementara tolong jangan berduaan Mulu ya," kata papi Arkan.


"iya papi, lagi pula sepertinya aku harus ke Jakarta untuk mengurus sesuatu, dan besok papi juga harus menjemput opa dan Oma kan, dan opa mengatakan jika mungkin Oma harus melahirkan sebelum waktunya karena kondisinya bukan?" tanya Adit.


"ya karena usia, dan kepulangan mereka di tunda hingga ibu melahirkan bayinya, karena ibu tetap pada pendiriannya untuk melanjutkan kehamilannya meski sedikit berbahaya, tapi beruntung ayah sangat menjaganya," kata papi Arkan.


ya kedua orang itu sudah memilih menetap di Surabaya sampai kelahiran bayi mereka,untuk meminimalisir semua kemungkinan.


jadi sekarang ini Adit yang menjadi penerus bisnis dari sang opa, terutama karena papi Arkan sudah mengambil alih semua usaha milik sang ayah.


tiba-tiba saat mereka masih berbincang, sebuah pulung santet lewat.


bukan cuek mereka hanya diam saja tak ingin ikut campur asal bukan keluarga mereka yang jadi incaran.

__ADS_1


tapi di sebuah gubuk bambu itu, pulung santet itu kembali kepada pengirimnya.


"ada apa Ki, kenapa santetnya belum di kirim santetnya?" tanya seorang pria yang sudah tak sabar melihat pria yang menjadi musuhnya itu mati.


"kamu gila menyuruhku membunuh orang yang memiliki khodam sebegitu banyak,bahkan dia itu terkenal sebagai di pahit lidah, dan jika kamu belum bisa menemukan kelemahannya, aku tak akan bisa membunuhnya dengan santet," kesal dukun itu.


"tapi bagaimana bisa membunuhnya, dia itu seperti punya banyak nyawa," kata pak Ari.


"itu kamu tau,kamu ingin aku mati konyol dengan mengusik keluarga itu, lebih baik aku membunuh mu," kesal dukun itu.


pak Ari tak mengira jika orang yang akan menjadi lawannya bukan yang orang sembarangan.


dia sudah kalah dari semua sisi kehidupan, mulai dari kekayaan, ketampanan, dan sekarang kekuatan.


entah bagaimana bisa pria itu bisa di lahirkan ke dunia ini, dia pun pergi dengan perasaan yang tak berdaya.


dukun itu seakan gemetar saat pria itu melihat ke arah pulung yang dia kirim itu, pasalnya dia bisa melihat khodam ular merah yang berada di belakangnya dan itu hanya bisa di miliki oleh keluarga Hadikusumo yang sangat legendaris itu.


bahkan dia saja tak ingin berurusan pewaris keluarga itu meski di bayar ratusan milyar karena bisa jadi itu akan membuatnya menjadi korban dari keluarga kuno itu.


"dasar pria bodoh, kamu salah musuh karena pemuda itu adalah pewaris kekuatan Hadikusumo sebuah organisasi yang memuja ular siluman, dan ular itu adalah raja dari segalanya," gumam pria itu.


tapi saat dukun itu sedang berpikir keras, dia terkejut melihat ular penjaga Adit muncul di depannya.


dan ular itu langsung melilit tubuh pria itu, "beraninya kamu berbuat menyakiti orang yang aku jaga, kamu mau mati dan seluruh keturunan mu juga," marah Ki Dwisa.


"ampun kan saya, saya mohon maaf, dan saya sudah menolaknya, aku bisa memberitahu anda siapa pria itu yang ingin mencelakai pria yang anda lindungi," kata dukun itu ketakutan sekaligus kesakitan.


"kau tak perlu bicara,aku bisa membaca semuanya dari raut wajah mu, jadi tak perlu repot-repot," kata Ki Dwisa yang langsung membaca isi kepala dukun itu.

__ADS_1


Ki Dwisa tertawa karena orang yang ingin menganggu Adit adalah orang yang lemah dan dia akan membuat pria itu pergi selamanya.


Ki Dwisa tiba-tiba hilang dan meninggalkan rumah dukun itu untuk mencari pria yang ingin melukai Adit lagi.


Ki Dwisa sampai di sebuah rumah, ular itu merubah wujudnya menjadi manusia dengan sisik ular berwarna merah.


pria itu masuk kedalam rumah itu dan ternyata dia melihat pak Ari sedang tersenyum membuat rencana.


Ki Dwisa melihat rencananya, "ah ternyata kamu ingin membuat gadis itu jadi milikmu, meski aku tak menyukainya, tapi gadis itu adalah gadis yang di cintai oleh Adit, jadi sekarang aku harus membunuh mu jika kamu membahayakan anak itu, tapi kita lihat apa yang kamu lakukan," gumam Ki Dwisa.


dia pun pergi dari sana, dan memilih menjaga Adit dan semua keluarga itu dari dekat.


"tapi sebelum aku miliki Lily... aku akan menyingkirkan pemuda busuk itu, dan Adit kamu akan menemui tuhan bukan, wus...." kata pria itu tertawa.


tapi Ki Dwisa sangat marah mendengar itu dan langsung melemparkan sebuah pot bunga ke kepala pak Ari dan membaut pria itu pingsan.


di sebuah kamar Adit sedang tidur lelap tapi pria itu merasa kesakita karena dia memberikan semua kekuatan Kong kembali.


karena dia yakin jika dia bisa menjaga Lily meski dia mengembalikan semua kekuatan itu.


di belakang sukma Adit, muncul sosok siluman ular putih yang siap membuat arwah Adit dan ingin menghancurkan Sukma Adit agar membuat pria itu cacat.


dan dia akan jadi satu-satunya mahluk terkuat dari keturunan Hadikusumo, terlebih busa memiliki mustika itu.


tapi saat dia ingin menyerang Adit, Ki Dwisa langsung menembus dan merenggut jantung dari siluman wanita itu.


"kenapa Ki..."


"sayangnya aku tak peduli padamu, karena bagiku hanya Adit yang pantas, dan kamu mau membantu siluman itu, maka aku akan membuatnya menyusul mu," kata Ki Dwisa menghancurkan jantung wanita siluman ular itu.

__ADS_1


__ADS_2