Lily

Lily
tumbal Hadikusumo


__ADS_3

Lily pun berjalan mundur, entahlah dia merasa aura dari pria itu sangat kuat dan sangat menyeramkan.


bahkan dia sudah ketakutan melihat hal itu, dia menyaksikan bagaimana biadabnya mereka.


pertama-tama Wina di buat sadar dari pingsannya, tak lama gadis itu di tutupin sebuah kain hitam.


semua mulai mengucapkan mantra yang sangat asing, bahkan Lily pun mulai kesakitan tapi perlahan mantra itu seakan menghipnotisnya.


tapi suara seseorang membuatnya sadar, "kamu harus fokus dek, tolong fokuslah," suara milik Adit.


tak lama kemudian, Lily pun kembali mulai fokus,dan sekarang dia bisa melihat apa yang sedang mereka lakukan.


setelah menyetubuhi Wina bergiliran, mereka pun melakukan hal yang paling mengerikan.


Wina pun di mandikan setelah bersih dan di anggap sudah memenuhi syarat, gadis itu di ikat terbalik.


jadi bagian kaki di atas dan kemudian pria yang di agungkan itu, kini mulai menyembelih gadis itu.


bahkan darah juga di tampung di sebuah wadah yang terbuat dari tanah liat.


"kita tunggu sampai darahnya habis, sekarang kita lanjutkan ritualnya, dan Nirwan buat para abdi mu itu tak bertanya hal yang aneh," kata pria itu.


"baik Ki Ageng," jawab Nirwan.


Lily pun lemas melihat tubuh Wina, bahkan perlakuan mereka sangat biadab.


"kembali dek," panggil Adit yang membuat Lily langsung tertarik kembali ke tubuhnya.


gadis itu sadar dan langsung memeluk tubuh Adit, dia ketakutan sedang Adit tau apa yang batu saja di alami oleh gadis itu.


"mereka sangat kejam mas, bahkan mereka mengincar teman-teman ku juga," kata Lily panik.


"tenang sayang,selama ada mas di sini kamu tak akan pernah bisa di sentuh oleh mereka," kata Adit.

__ADS_1


"tapi bagaimana dengan Wina mas, tadi tubuhnya itu di perlakukan dengan begitu buruk," tanya Lily sedih.


"itu akan menjadi urusan mas, kamu sudah terlalu lelah, sekarang kita pulang karena tadi papi bilang untuk memulangkan semua murid."


"tapi keempat orang itu?" tanya Lily yang khawatir mereka semua kabur.


"tenang saja, mereka sudah berada di tempat yang seharusnya," jawab Adit.


pasalnya mereka kini ada di sebuah rumah yang khusus untuk menahan mereka.


terlebih Adit tak ingin mereka semua kabur atau melakukan hal gila,meski sudah tak bisa berdiri, tapi orang-orang yang memperkerjakan mereka bisa saja yang membawa mereka pergi.


jadi demi menjaga mereka berempat, akhirnya Aryan memilih membawa ketempat yang hanya mereka saja yang tau.


tak hanya itu mereka juga harus bergerak cepat, karena puncak bulan purnama akan terjadi besok.


maka akan ada lagi korban tapi kali ini mereka benar-benar harus mau pusing karena mereka mungkin kesulitan.


"sekarang ayo pulang," kata Adit yang membantu ly turun dari ranjang UKS.


"tolong jangan pergi lagi, aku tak ingin kehilangan mas lagi, terlebih mas adalah hidupku, tolong jangan seperti ini padaku," lirihnya.


"baiklah dek,aku akan tetap di samping mu tapi tolong lepaskan dulu ya," mohon Adit.


"tidak, mas mungkin bisa saja berbohong, buktinya sudah selama ini mas baru datang lagi..."


"baiklah aku bersumpah atas hidupku, jika aku tak pernah akan meninggalkan mu,karena bagiku kebahagiaan mu adalah tujuan utama ku," kata Adit.


"mas janji?" kata Lily memberikan tangannya.


"janji dek," jawab Adit menerima tangan gadis itu.


Lily pun tersenyum senang, karena sekarang dia tak takut lagi akan kehilangan sosok pelindungnya lagi.

__ADS_1


para anak buah dari padepokan itu sedang mencari tumbal untuk bulan purnama.


meski di sebut padepokan, tapi nyatanya itu adalah sebuah tempat pesugihan ilmu hitam yang sudah berdiri sejak ratusan tahun.


bahkan para pengikutnya percaya dengan siluman ular yang memberikan mereka semua jenis kekayaan.


sedang di parkiran sepeda motor, Riya sedang bingung karena dia tak bisa pulang karena tadi Uci tiba-tiba di minta oleh orang tuanya seger pulang.


tapi entah ada apa Krena Uci nampak sedih dan buru-buru hingga pertanyaan dari Rita saja tak di jawabnya.


Aryan melihat Riya masih belum pulang meski seluruh seolah sudah di pulangkan.


"ada apa Riya? kamu belum pulang?" tanya pria itu menghampiri Riya.


"iya pak, saya bingung mau pulang bersama siapa, terlebih tadi Uci tiba-tiba pulang karena di telpon orang tuanya," jawab gadis itu.


Aryan juga melihat sekeliling hanya tinggal motor dan mobil milik keluarganya.


kebetulan anand juga tak di izinkan pulang oleh Arkan karena dia ati butuh bantuan nantinya.


"tunggu sebentar aku akan segera kembali," kata Aryan.


pria itu menghampiri anand dan meminjam kunci motor milik anand, setelah itu tak lupa jaket dan juga helm.


"ayo aku antar, karena sebentar lagi aku juga harus segera melakukan sesuatu untuk membuat sekolah ini aman," kata Aryan.


"Mai di pagar ghaib ya pak, lebih baik saya jalan kaki saja," kata Riya tak enak.


"sudah ayo naik, sebelum tuh ustadz Faraz datang, karena waktu kita cuma sedikit," kata Aryan.


akhirnya Riya pun naik dan memegang bahu dari Aryan, tapi Aryan memindahkan tangan gadis itu untuk memeluk perutnya.


"pegang sini untuk lebih aman dan selamat sampai rumah," kata Aryan.

__ADS_1


Riya pun menurut dan motor itu segera melesat pergi ke rumah Riya.


__ADS_2