Lily

Lily
Adit selamat


__ADS_3

Adit tergletak setelah kong mengambil kekuatannya, Ki Sesnag memecahkan sebuah vas bunga melihat apa yang terjadi pada Adit.


"Arkan!!" panggil Ki Sesnag.


papi Arkan langsung terbangun dan berlari keluar dan masuk kedalam kamar Linga.


beruntung Linga tadi pindah ke kamarnya karena hawa panas, benar saja tubuh Adit sudah seperti air mendidih.


bahkan pria itu tak mau membuka matamu, "astaghfirullah hal adhzim... ada apa ini, kenapa dia bisa seperti ini," tanya Arkan yang panik.


"entah bagaimana, tapi kong mengambil paksa kekuatannya yang ada di tubuh Adit, dan sekarang dia berada di kondisi yang tak baik Arkan," kata Ki Sesnag yang juga bingung mau menolongnya.


Arkan mengambil semua es batu dari dalam freezer, dan menaruhnya di sekitar tubuh Adit.


sedang di alam ghaib di gua Kong, siluman itu sedang berurusan dengan Ki Dwisa.


sedang Adit mengerang kesakitan karena tubuhnya yang seperti patah jadi ratusan kali.


bahkan tubuhnya sudah terasa terbakar karena kong, terlebih Adit terakhir bisa sadar karena bantuannya.


Ki Dwisa berhasil membuat kong tak berdaya, dia pun langsung meminta kong mengambil rasa sakit yang di rasakan Adit.


"lakukan atau aku akan membunuhmu," marah Ki Dwisa.


"baiklah, tapi aku tak bisa memberikan kekuatan ku lagi," kata Kong.


"tak perlu," kata Ki Dwisa.


kong pun menarik semua rasa sakit yang dirasakan oleh Adit, setelah itu perlahan Adit mulai tenang.


tapi kong lupa jika Adit memiliki tubuh yang spesial,"kamu tak perlu memberikannya,karena pria itu yang akan mengambilnya paksa,"


Ki Dwisa pun melihat hal itu dan Kong perlahan-lahan menghilang, "selamat menyusul sekutu mu,karena tak ada yang boleh melukai bocah ini," gumamnya.


Ki Dwisa pun menaruh sebagian besar kekuatan kong di dalam mustika.


papi Arkan pun menghela nafas saat perlahan suhu tubuh dari Adit turun,bahkan puluhan es batu itu bisa meleleh dalam hitungan detik karena suhu panas di tubuh Adit.


"beruntung dia sudah tak dalam bahaya lagi, tapi sekarang Adit sudah tak bisa sesakti dulu," kata Ki Sesnag yang mendapatkannya kabar dari Ki Dwisa.


"tak masalah, toh dia tetap putraku yang hebat," jawab papi Arkan.


dia tak akan keberatan karena dia sendiri ingin putri dan menantunya itu akan jadi keluarga normal seperti orang lain.

__ADS_1


Adit pun terbangun karena merasa dia tidur di atas air, "papi... ada apa?"


"kamu hampir matang tadi, suhu tubuh mu sangat panas, dan lihatlah dua puluh es batu pun jadi air dalam hitungan detik, sekarang bantu papi mengeluarkan kasur ini, atau kita bisa dalam masalah besar."


"tapi tubuhku masih sakit semua," jawab Adit.


."jangan membohongiku anak muda, bangun dan bantu aku," kata papi Arkan.


Adit hanya tersenyum, karena tak ada sesuatu yang bisa di sembunyikan dari pria itu


Adit dan papi Arkan membawa Kadir itu ke luar rumah dan air mengucur deras.


papi Arkan makin menyiram kasir itu dan memastikan tidak ada mahluk yang datang.


pasalnya aroma air itu bisa mengundang para makhluk terlebih tadi Adit sedang mengalami perebutan kekuatan.


Adit membersihkan air yang tercecer di lantai rumah, ternyata suara adzan subuh tiba-tiba terdengar.


kalau biasanya para penampakan itu akan pergi, tapi kali ini mereka berkerumun di depan papi Arkan.


tapi mereka tak bisa mendekat dan menikmati aroma yang memanggil mereka.


karena air sudah bercampur dengan garam krosok yang di doakan. mami Tasya bangun dan heran melihat pintu rumah depan terbuka.


"Adit masih besar masih ngompol saja," ledek mami Tasya.


"ya mau bagaimana lagi mi, namanya juga kebelet," kata Adit tertawa.


"sudah lekas mandi dan ke musholla, biar nanti mami yang bangunin yang lain," kata wanita itu.


"baiklah kami ku sayang, dan nanti kita di minta kumpul di rumah ayah, sepertinya ada yang penting karena semua akan datang bahkan anand juga," kata papi arkan.


"baiklah papi sayang, aku mengerti," jawab mami Tasya.


mereka pun sudah pergi ke Mushola, sedang mami Tasya menjadi imam di rumah bersama dia anaknya.


karena kebetulan Linga belum baligh, setelah sholat mereka menyempatkan untuk mengaji bersama.


di musholla orang-orang masih membicarakan apa yang terjadi, terlebih kejadian kebakaran itu terlalu mendadak dan bersamaan.


"juragan, apa kita perlu mengadakan sedekah bumi lagi atau berdoa untuk meminta keselamatan karena kejadian semalam sangat mengerikan,"Kata pak RW.


"hanya perlu menjaga diri saja, dan tolong kalau bisa semua hal yang berhubungan dengan maksiat di tinggalkan, insyaallah semuanya akan aman," kata pria itu tersenyum.

__ADS_1


mereka pun mengangguk, dan korban kebakaran kemarin juga sudah di bawa pulang ke rumah masing-masing untuk di makamkan.


pagi itu mami Tasya tidak memasak karena dia memiliki ide untuk berbelanja saja di pasar dan nanti pulangnya langsung datang jerunah mertuanya itu.


dan beruntung papi Arkan juga mau, dan pagi ini mereka pun ke pasar legi Jombang.


mereka membeli semua ikan dan lauk yang di sukai oleh keluarga mereka.


dan nanti malam rencananya akan di adakan acara bakar-bakaran di sana, lumayan mengundang semua orang.


setelah membeli semua jenis unggas yang di jual disana, mereka pun nasik ke warung makan yang terakhir kali Adit dan Lily kesana.


Adit pun mengenggam tangan Lily dan memberikan kekuatan padanya, karena dia tau jika gadis itu mungkin masih ingat kejadian buruk itu.


"mau sarapan apa?" tanya Adit


"papi basi campur saja, sambel jangan lupa," kata papi Arkan.


"aku juga nasi campur mas," kata Linga.


"mami juga le, dan Lily?"


"samain saja lah, aku lagi gak mood makan yang kuah juga," jawab gadis itu.


Adit memesan semua pesanan, dan minumnya teh hangat, saat Adit ingin duduk dia melihat di luar tiba-tiba pupil matanya berubah menjadi merah.


dan disaat itu dia bisa melihat semua makhluk yang berlaku lalang, dan ada yang mengikuti setiap orang.


Adit pun mengusap matanya agar kembali normal, dan papi arkan sadar tentang hal itu.


"istighfar Adit...."


"iya papi," jawab pria itu yang perlahan matanya juga normal kembali.


"mas Adit matanya bukannya sudah normal?" tanya Lily heran.


"sepertinya sedikit bermasalah, mungkin aku harus ke dokter mata


untuk periksa lebih lanjut," terang Adit tertawa.


"baiklah, biar aku temani ya, tapi jangan sekarang."


"iya iya, apapun yang kamu inginkan calon istriku," kata Adit tersenyum mengusap jilbab Lily gemas.

__ADS_1


kelimanya makan dan setelah selesai, mereka pun menuju ke rumah keluarga ayah Raka untuk berkunjung.


__ADS_2