Lily

Lily
tolong mau apa?


__ADS_3

Adit sudah membawa Lily pergi dengan mobil yang di bawa oleh Lily,sedang motornya sudah di ambil oleh orang kepercayaannya.


"emm... sekarang kita mau kemana?"


"lihat saja nanti, kita berangkat dulu," jawab Adit yang mengemudikan mobil entah kemana.


mereka menuju ke sebuah toko bangunan yang cukup besar, Adit turun dan mengajak Lily.


"kita mau apa mas?" bingung gadis itu.


"kita harus memilih beberapa hal, sudah ikut saja," ajak Adit.


toko bangunan itu sangat luas, akhirnya mereka melihat beberapa lantai dari marmer dan granit.


Lily melihat satu motif yang menurutnya sangat bagus, yaitu marmer putih yang bermotif coretan abstrak hitam.


"kamu menyukainya?" tanya Adit.


"ya, apa ini bagus?" tanya Lily menunjuk bagian marmer lembaran itu.


"ah ini motif baru yang baru saja datang," jawab pemilik toko bangunan itu.


"kamu mau ini untuk lantai rumah?" tanya Adit.


"boleh mas, sepertinya akan sangat indah nantinya," kata Lily.


"baiklah, minta motif marmer ini, dan marmer hitam yang tadi, jadi rumah kita tidak monoton putih," kata Adit.


pemilik toko bangunan itu seperti kaget mendengarnya, pasalnya kedua orang ini membeli tanpa keberatan dengan harganya.


setelah itu mereka beralih melihat perlengkapan untuk kamar mandi dan juga untuk ruang kerja.


Adit memilih dua perlengkapan untuk dua tempat itu,sedang Lily melihat lampu gantung.


Adit membebaskan dirinya untuk memilih berbagai hiasan sesuai keinginannya.


"jadi lampu mana yang kamu inginkan untuk di ruang tamu?"


"apa ini akan berlebihan, tapi sepertinya kalau desain minimalis tak akan cocok. jadi ini aku bingung mas," kata Lily.


"tebang saja, rumah itu akan aku desain Eropa modern, jadi lampu kristal seperti itu pun bisa masuk meski tak bisa yang panjang dan besar," kata Adit tersenyum.

__ADS_1


"kalau begitu itu bisa Kan mas?"


"tentu, dan sekarang pilih meja makan dan area dapur karena harus kamu yang mendesainnya ingin seperti apa?"


"siap bos ku," jawab Adit.


dia menang yang mendapatkan gaji dari opa Alan, benar-benar membuat rumah sesuai keinginan Lily.


setelah selesai mereka pun menuju ke sebuah toko perkakas kayu jati yang ada di daerah catak gayam.


mereka memilih beberapa kursi yang akan di gunakan di area balkon dan teras depan rumah.


"sudah dua itu, sekarang kita mau kemana?" tanya Adit.


"boleh cari makan,aku lapar mas," kata Lily dengan manja.


"baiklah kalau begitu kita makan di tempat biasa yuk, itu warung langganan kita, mie ayam bukan?" tanya Adit.


"boleh dong, tapi tolong tambah pentol urat dan isi daging cincang," kata Lily


"tentu sayang, apapun untuk mu," jawab Adit merangkul Lily.


mereka menuju ke warung yang di maksud oleh Lily,dan dia tak mengira warung itu sangat sepi.


"ini ada orang yang tak suka, kamu masuk dulu ke dalam, biar aku membantu dulu sebentar," kata Adit yang menyiram apa yang di tanam orang jail itu.


dan terdengar suara ledakan kecil dan akhirnya warung itu bebas dan dia membuat pagar ghaib untuk menjaga warung itu.


"ya Allah mas Adit terima kasih, mbak Lily saya seneng banget melihat kalian, karena sudah hampir dua bulan ini warung saya tidak ada pelanggan, dan melihat kalian ini begitu senang saya, ayo duduk saya buatkan mie ayam yang spesial," kata wanita itu dan suaminya.


"terima kasih Bu, lain kali jangan mau menerima hadiah yang terasa aneh, karena tak semua orang itu tulus, dan setiap pagi tolong siram depan warung dengan air cucian beras ya, dan sambil membaca ayat kursi insyaallah semuanya akan baik-baik saja," kata Adit.


"iya mas, kami akan ingat, dan kami akan mengingatnya dan Monggo silahkan duduk dulu," jawab bapak penjual itu.


penjual itu segera membuatkan pesanan keduanya, Lily selalu suka es teh di tempat itu karena ada aroma melati.


tak lama tempat itu penuh seperti biasanya, dan warung yang menutup usaha itu pun mendadak sepi pembeli.


Adit melihat Lily yang begitu lahap pun jadi tersenyum senang, dia tak mengira gadis itu akan bisa sesenang itu hanya dengan membeli makanan pinggir jalan.


setelah puas, Adit mengantarkan Lily pulang dan dia juga langsung kembali untuk melihat progres pembangunan rumahnya.

__ADS_1


Lily terlihat terus tersenyum saat masuk kedalam rumah, "aduh-aduh yang sudah belanja bahan bangunan untuk rumah baru," ledek papi arkan.


"memang kenapa, itu akan jadi rumah kami kok,jadi wajar dong jika aku yang membantu memilih semua perabotan itu," jawab Lily dengan malu-malu.


"iya deh, kalau gitu segera minta kekasihmu itu untuk menikahimu, agar tak ada orang yang menyerobot lagi," kata papi Arkan


sedang di rumah Aryan, Riya sedang menunggu suaminya pulang, pasalnya pria itu yang mengurus pak Ari yang jatuh terpleset.


untung hanya lengannya yang patah, bukan kepalanya, jika tidak pasti akan ada masalah besar yang harus dia lalui, dan itu bisa membuatnya mati muda sendiri.


"pak Ari kalau begitu saya pulang ya, karena kasihan istriku di rumah sendirian, permisi ya Bu .. bapak," pamit Aryan.


"iya pak," jawab pak Ari.


Riya terus mondar-mandir pasalnya ini sudah cukup malam, memang separah apa hingga pria itu tak bisa pulang.


dalam keresahannya, dia pun mendengar suara ketukan pintu, tapi aneh dia tak mendengar suara mobil datang.


"tolong buka pintunya," suara Aryan di luar.


Rita melihat sudah pukul jam sembilan malam dan suasana saat itu sedang gerimis hingga terlihat sangat sepi.


"siapa?" tanya Riya yang takut.


"ini aku sayang,suamimu," jawab Aryan dari luar.


Riya yang akan membukakan pintu pun mengurungkan niatnya,karena dia ingat jika suaminya itu punya kunci serep dan lagi Aryan akan langsung berteriak saat Riya menggodanya seperti itu.


"siapa kamu, pergi dari rumah ku, pergi!!" teriak Riya yang mundur karena ketakutan.


"kamu lupa pada suamimu, kenapa kamu menyuruhku mundur," tanya Aryan yang menggedor pintu.


tapi Riya memilih menutup telinganya dan duduk di balik sofa, tapi tiba-tiba suara Aryan hilang sunyi begitu saja.


dia mendengar suara mobil datang, tak lama pintu terbuka dan ternyata itu Aryan yang datang.


melihat suaminya itu Riya mencubit pipi Aryan dan membuat pria itu kesakitan.


"hei sayang sakit .... kamu kenapa?" tanya Aryan heran.


"mas... tadi ada sosok yang mirip dengan mu dan dia sangat aneh karena terus menunduk dan menggedor pintu, dan saat aku tak menggubrisnya dia hilang dan jamu pulang," kata Riya.

__ADS_1


"ternyata ada yang ingin mengincar mu," marah Aryan yang memeluk istrinya.


dia tau jika ada sosok yang suka mencari wanita kesepian, tapi jika mengincar istrinya dia tak bisa diam lagi.


__ADS_2