Lily

Lily
rasa yang ada


__ADS_3

"maafkan saya pak, seharusnya saya tak melakukan itu, saya mohon jangan beri saya surat peringatan, karena saya sudah lima tahun jadi karyawan setia di sekolah ini," kata wanita itu memohon.


"saya tak akan memberikan surat peringatan tapi anda di pecat secara tak terhormat, silahkan bereskan semua barang-barang Anda," kata Aryan yang memang tak memberikan tolerir lagi.


"tunggu dulu pak Aryan, apa hanya ini pilihannya, saya sudah setia dengan sekolah ini, tapi ini balasnya," kata wanita itu yang masih belum menerima segalanya.


"silahkan keluar, saya tak ingin melihat anda lagi, karena saya tak mau memiliki karyawan yang punya sifat dengki dan tak amanah, silahkan pergi!" kata Aryan sedikit membentak.


wanita itu pun pergi, Aryan langsung menghubungi Arkan untuk mengatakan segalanya, arkan mengikuti semua keputusan yang di ambil saudaranya itu.


sedang di kelas Riya merasa aneh karena bagian tata usaha tak pernah melakukan kesalahan sekecil apapun selama ini.


"sudah tak perlu di pikirkan,aku yakin ayah kecil sudah membereskan segalanya, dan tadi papi juga bilang jika itu semua hanya kesalahpahaman saja,"kata Lily membuat gadis itu sedikit tenang.


"aku tak mengerti,kenapa Mbak Eni melakukan hal sejahat itu, padahal aku yakin selama ini dia tak pernah melakukan kesalahan," kata Riya tak percaya.


"dia cuma manusia biasa, sudah ini minum aku tadi baru dari kantin beli teh botol di kemasan kotak," kata Uci.


"terima kasih, kamu memang yang terbaik dan paling kaya," puji Lily.


"pasti dong, dan aku juga calon Tante mu," kata Uci tertawa senang.


"aduh nih gadis ngarep banget jadi sama ayah kecil ya," ledek Lily.


Anand dan dua temannya baru masuk kedalam jelas, mereka memilih berada di kursi paling belakang dan di pojokan.


Anand bahkan tak menyapa Lily dan teman-temannya, Riya merasa aneh dengan hal itu.


"kalian lagi marahan ya?"


"tidak kok, cuma aku sedikit kecewa dengan kejadian terakhir kali," jawab Lily.


"kenapa sih, padahal kalian selama ini baik-baik saja, ayolah Lily jangan seperti ini," kata Uci.

__ADS_1


"maaf tapi aku tak bisa untuk memulai duluan," kata Lily yang memang terlanjur kecewa.


seorang pemuda datang ke sekolah untuk memastikan sesuatu, bahkan pria itu memakai masker.


Aryan sendiri yang langsung menyambutnya,"ada apa ayah, tadi papi menelpon ku dan bilang jika ada masalah?"


"ayo kita bicarakan di dalam ruangan ku," ajak Anand.


tiba-tiba semua siswi heboh melihat ada tamu yang begitu misterius, terlebih dengan pakaian serba gelap.


Lily, Riya dan Uci pun merasa aneh melihat semua teman mereka yang berteriak keras.


"ada apa sih," tanya Uci heran.


"pak Aryan jalan sama seorang pria, dia ganteng banget dan sepertinya dia bule tau," kata salah satu teman mereka.


"memang ada bule nyasar selain opa dan mami?" kata Lily yang jadi penasaran.


tapi sayangnya, Adit dan Aryan sudah masuk kedalam ruangan kepala sekolah.


"sudah Napa, mending kita lanjutkan untuk ghibah time," kata Riya.


akhirnya kelas Lily pun sangat ramai, karena sedang ham kosong, dan mereka melakukan permainan yang cukup ekstrim.


ada lima orang yang sedang ingin melakukan permainan papan Ouija, mereka ada dua pria dan tiga wanita.


Lily sadar jika teman-temannya sedang melakukan permainan yang bisa membuat bahaya.


"hei kalian jika ingin main piano itu,ya gak jam segini memang ada hantu yang muncul," ledek Uci.


Lily pun melihat ke arah kelimanya, dia kaget melihat sosok yang berdiri di pojokan ruang kelas.


"pasti ada, karena sekolah ini kan pernah di jadikan tempat bunuh diri," kata Lia.

__ADS_1


"terserah kalian saja," kesal Uci yang malah mendapatkan bantahan.


"jangan lakukan itu, kalian bisa dalam bahaya," kata Lily yang melihat sosok hantu yang tengah menyeringai menatap kelima orang itu.


"alah ini cuma permainan,kalian tak takit bukan," kata Lia memanas-manasi keempat temannya.


"tentu saja tidak dong," jawab mereka berempat.


mereka pun mulai memanggil arwah itu dengan nyanyian dan panggilan jelangkung.


Lily awalnya hanya tersenyum saat temannya itu mengucapkan syair jelangkung versi bahasa Indonesia.


"jelangkung... jelangkung... disini ada pesta, datang tak di jemput, pulang tak di antar, datang.. datang..."


"mereka tak akan datang, karena itu bukan mantra yang sebenarnya," kata Lily.


"sudah jangan dengarkan Lily dia cuma iri tak di ajak, biar sekarang aku yang baca mantranya," kata Lia.


"Hong Hiyang Ilaheng Hen Jagad Alusan Roh Gentayangan Ono'e Jelangkung Jaelengsat siro Wujud'e Ning kene Ono Bolon'e Siro Wangsul Angslupo Yen Siro Teko Gaib Wenehono Tondo Ing Golek Bubrah Hayo Enggalo Teko Pangundango Hayo Ndang Angslupo Ing Rupo Golek Wujud..Wujud..Wujud,"


"kamu gila Lia!!" teriak Lily yang kaget karena temannya itu mengetahui mantra lama itu.


tiba-tiba kelas mereka mengalami mati listrik sejenak, dan suasana menjadi begitu sunyi senyap.


"ya Allah tolong lindungi kami semua," doa Lily.


tiba-tiba papan Ouija mereka bergerak, "apa ada yang datang?"


papan itu bergerak ke arah kata yes, Lia makin tersenyum senang. "apa ini Wina?" tanyanya.


papan itu tetap berada di kata yes, keempat orang itu pun mulai pucat Adi mendengarnya.


Lily tau jika ada yang salah dengan mereka, "hentikan, atau kalian dalam bahaya," kata Lily.

__ADS_1


"maaf tapi kamu telat," jawab Lia tersenyum tapi mengeluarkan air mata.


__ADS_2