Lily

Lily
es kirim Lily


__ADS_3

saat Adit sedang marah besar karena telponnya, karena di angkat seorang pria.


sedang gadis yang di telpon sedang asik membeli es krim yang dia sukai bahkan dia membeli beberapa untuk di bawa ke kursinya.


Retta dan Ali terlihat santai sambil menikmati suasana siang itu, Lily dan Riya datang dengan minuman.


"ini untuk kalian, silahkan pilih, uh... rasanya enak sekali, otakku rasanya sangat fresh setelah ini," kata Lily dengan senang.


"hei nona, jangan lupa kamu itu sudah dewasa kenapa makan saja begitu berantakan," kata Ali yang ingin mengusap eskrim yang comot di bibir Lily.


tapi Lily menghindari pria itu, "maaf ya Ali, tolong jaga jarak dariku, karena aku tak suka itu," kata Lily yang mengeset kursinya.


"hei kita ini teman loh,kenapa kamu seperti risih begitu?" tanya Ali.


"kamu tak akan mengatakan hal itu sebentar lagi, karena ulah usil mu, sebentar lagi kamu akan bertemu Tuhan mungkin," kata Retta yang sedari tadi diam.


"apa maksudmu, aku tak melakukan apapun," kata Ali dengan santai.


Retta nenang sadar jika teman masa kecilnya itu sangat jail tapi kali ini pria itu sedang dalam masalah besar.


"ada apa sih Retta?" tanya Ali yang mencubit pipi gadis di sampingnya itu.


"kamu sebentar lagi mati.."


Ali hanya tertawa mendengar itu, "apa sih kalian dari tadi ngomong mati terus,memang ada apa?" tanya Lily yang masih belum tau Semuanya.


"tadi Ali menjawab telepon mu dari calon suamimu, dan pria bodoh ini mengatakan hal aneh," kata Retta yang mengadukan semuanya


"apa? kenapa kamu begitu lancang, apa yang kamu bicarakan, kamu tidak tau bagaimana dia sangat mencintai diriku, kaki bisa di bunuhnya saat kamu mengatakan hal aneh," marah Lily tak suka seperti ini.

__ADS_1


"ayolah Lily... aku hanya bercanda, kenapa kalian sepanik itu," kata Ali yang terlihat masih santai.


"inilah kenapa aku tak menyukai teman laki-laki selain anand," kata Lily yang marah.


tapi Riya langsung bangkit saat melihat sosok pria yang sedang mengendarai motor sports yang batu masuk area kampus.


"Lily... kak Adit," kaget gadis itu.


Lily menoleh dan melihat pria itu sedang marah, dan dia langsung mencari Lily dari GPS ponselnya.


"maaf apa kamu melihat Lily mamcan?" tanya Adit.


Lily dan ketiga temannya bingung, tak mungkin pria itu buta kan, sedang Ali kaget melihat pria yang kemarin yang menjadi perwakilan dari pemilik yayasan.


atau lebih tepatnya pemilik yayasan yang baru, dan dia kini dalam masalah besar karena beasiswanya akan di cabut, jika pria itu tau apa yang dia lakukan.


"apa maksudnya mas, dia di depan mu," kata Riya.


"ah kamu pasti melindunginya, baiklah aku akan ke kantor dekan saja dan mencarinya lewat CCTV," kata Adit yang ingin pergi.


"mas Adit, aku disini mas," kata Lily yang ingin mengandeng tangan dari Adit.


"ah maaf aku tak mengenal mu," kata Adit yang menghindar dari tangan Lily.


di perlakukan seperti itu, Lily pun sangat sedih, dia pun hanya bisa menangis, Adit bertahan dengan mengenggam erat tangannya hingga terluka dan berdarah.


"apa yang kamu katakan pada calon suamiku, kenapa dia tak mau melihat ku dan marah sampai sejauh ini, aku tak pernah melihatnya sejarah ini padaku, jawab pria menyebalkan, mamcan tolong bantu aku..." mohon Lily yang sangat panik.


"aku juga tak tau, mas Adit tak pernah seperti ini, aku juga tak mengerti," kata Riya yang ikut panik.

__ADS_1


karena dia juga baru kali ini melihat Adit sampai semarah ini pada wanita yang begitu dia sayangi.


"jawablah pertanyaan mereka aki, atau kita semua dalam masalah besar," marah Retta.


Ali pun tak bisa menjawabnya, "dasar pengecut kamu Ali, maaf Lily tadi Ali menjawab telpon kekasih mu dan mengatakan kalian sedang enak-enakkan dan kamu akan melakukan hubungan suami istri dengannya," kata Retta yang ikut kesal mendengar ucapan dari Ali tadi.


Lily menampar pipi pria itu, "kenapa kamu begitu lancang!!" teriak Lily marah.


dia pun langsung mengambil tas dan semua bukunya, dia menghapus air matanya dan terus berlari mencari sosok dari pria yang dua cintai itu.


"tolong maafkan aku mas..."


saat dia kebingungan, hingga seseorang menariknya dan memeluknya.


dsn saat Lily melihat pria itu adalah Adit, "aku hampir membunuhnya karena berani mengatakan hal buruk seperti itu, tapi aku ingat jika kekasihku itu bisa menjaga dirinya," kata Adit.


"aku hanya meninggalkan ponselku sebentar karena sedang aku cas dengan power Bank, aku tak tau jika mas telpon dan aku mengatakan hal mengatakan hal buruk itu," kata Lily.


"sudah jangan menangis," kata Adit.


Lily mencium aroma darah, dan saat dia melihat tangan Adit, ternyata tangan pria itu terluka.


"mas tangan mu terluka, aku obati dulu aku bawa obat merah dan alkohol," kata Lily yang mengeluarkan semua barang p3k yang dia bawa.


tangan gadis itu bahkan gemetar saat mengobati tangan Adit, "sudah aku jadi tidak tenang jika kamu seperti ini, dan aku kesini tadi hanya ingin memastikan jika tadi hanya ucapan kosong belaka,"


"baiklah mas, tapi tolong jangan seperti itu lagi, aku tak ingin mas seperti tak melihatku, padahal aku ada di depan mu," kata Lily menangis.


"baik sayang, maafkan aku..."

__ADS_1


__ADS_2