
setelah rapat selesai, mereka pun kembali ke ruangan masing-masing, Adit langsung duduk dan tiba-tiba kepalanya terasa begitu pening.
entah apa yang terjadi, "ah kenapa dan tumben kepala ku begitu pusing,"
"itu karena hewan itu mengambil kekuatan mu perlahan, sebentar lagi kamu akan jadi manusia biasa saat dia sepenuhnya mengambil kekuatan mu," kata Ki Dwisa.
"silahkan saja, toh aku sudah muak dengan Semuanya, aku ingin hidup normal seperti manusia biasa," kata Adit
"tapi tidak sekarang Adit, karena kamu masih harus menjalankan tugas mu. dan saat tugas mu selesai, aku sendiri yang akan membantumu membuang semua kekuatan mu itu."
"baiklah kalau begitu aku tak akan membiarkan dua berhasil, dan aku tunggu ucapan mu itu," kata Adit yang menarik kembali apa yang ingin kong ambil.
siluman wanita itu tak percaya dengan apa yang di lihat, Adit ternyata lebih kuat dari dugaannya.
"kamu harus hati-hati karena saudara kembar mu sedang merencanakan ingin membunuh mu demi mustika yang ada di tangan mu," suara kong yang begitu lirih.
"aku sudah tau itu,tapi terima kasih," jawab Adit.
dia pun kembali normal dan akan mulai mengajar di kelas, dia akan menghadapi siapa pun demi Lily dan keluarganya.
sedang di tempat, Lily sedang bersiap untuk ke kampus karena dia hampir telat.
dia memilih membawa motor matic milik sang Oma, toh wanita itu tak boleh naik motor sendiri saat ini.
"aku berangkat dulu ya mami, love you," pamit Lily yang sudah pergi.
setelah tiga puluh menit perjalanan akhirnya mereka pun sampai di kampus.
Lily langsung menuju ke kelasnya dan beruntung belum mulai, terlihat Rita juga sudah ada di kelas.
dan Retta juga sudah ada disana, saat Lily duduk, dosen datang dengan wajah cukup kesal.
"semuanya silahkan persiapkan diri kalian, kita akan kuis hati ini," kata dosen yang sudah berumur itu.
"apa?" kaget semua mahasiswa.
__ADS_1
pasalnya ini baru masuk kelas dan sudah ada kuis dadakan, dan ternyata dosen itu tak bercanda.
Lily pun langsung lemas, Riya yang melihat pun menepuk punggung Lily agar gadis itu kuat.
pukul sebelas siang Lily dan teman-temannya baru selesai melakukan kelas.
mereka langsung menuju ke area taman untuk menenangkan hati dan pikiran karena masih ada dua mata kuliah lagi.
"ya Tuhan, kepala ku isinya seakan mau meledak, tadi sudah kesiangan dan sekarang di tambah ini, lengkap sudah hidupku," kata Lily.
"sudah baca ini,siapa tau nanti kuis lagi mendadak," kata Riya tersenyum.
"bisa gak sih kalau kuis itu bilang, anak-anak Minggu depan kita kuis, gitu kan enak," jawab Lily.
"itu sih mau mu, sudah nikmati saja, toh Japan lagi begini, oh ya kamu pernah denger dosen killer tadi gak, dia itu masih bujang loh, kamu mau Lily?" tawar Retta.
"gak deh maaf, aku sudah mau menikah dengan pria yang kemarin membaut kekacauan, ya meski begitu aku sangat menyukainya bahkan tak ingin siapa pun mengantikan nya," kata Lily .
"anda bucin sekali ya, tapi itu bagus," kata Riya.
Lily hanya tertawa, sedang di sekolah terjadi sedikit masalah karena siang itu ada seorang siswi yang menyatakan cinta pada Adit.
"bagaimana pak Adit saya menyukai bapak," kata gadis cantik itu.
"maaf.. saya sudah akan menikah dan sayangnya kamu juga bukan tipe ku, jadi jika saya menikah pun itu pasti bukan dengan mu," kata Adit dingin.
"tapi apapun akan aku lakukan agar kamu bisa bersama ku," kata gadis itu mulai membaca mantra lintrik untuk membuat Adit bertekuk lutut padanya.
Adit yang mengetahui itu hanya tersenyum, "dasar gadis bodoh, ini gabya permainan kecil," gumamnya.
tapi tiba-tiba senyum Adit menghilang saat mendengar bacaan mantra lintrik ini tak seperti biasanya, dan entah kenapa perasaannya tiba-tiba sedikit terpengaruh.
seorang guru wanita datang dan langsung menampar pipi gadis itu agar diam.
"tak pantas seorang murid terpelajar dan mengerti agama, bisa melakukan hal seperti ini, itupun di kawasan sekolah," marah guru wanita itu.
__ADS_1
"tebang Bu, dia tidak tau apa yang akan dia dapatkan," kata Adit tersenyum.
dia membaca mantra itu dan mengembalikannya pada gadis itu tapi bukan sebagai mantra penakluk, melainkan sebagai bukti spa yang dia tanam itu yang akan dia tuai,"
Adit menyingkir dan memanggil satu guru yang belum menikah dan terkenal tidak good looking di banding yang lain dan dia juga sudah ngebet nikah.
semua pria di minta menyingkir, dan inilah cara lintrik itu bekerja, dan Adit menjentikkan jarinya.
gadis yang menyatakan cinta pun otomatis melihat guru di depannya itu sebagai pria paling tampan.
belum lagi dia langsung tergila-gila pada guru itu, "selamat,anda dapat jodoh baru dan dia akan jadi istrimu selamanya,"
mendengar itu, guru itu sangat senang karena yang akan mau menikah dengannya adalah orang yang termasuk cantik di sekolah.
"aku akan menikahimu saat kamu lulus," kata guru itu.
"tentu pak, aku mencintaimu," kata gadis itu.
sedang Aryan mengeleng melihat tingkah Adit itu, pria itu membuat orang dapat jodoh tapi dengan cara yang salah, tapi itu adalah akibat darinya sendiri.
"gila pak Heru,dapat durian montok tuh, meski tidak perawan tak apa-apa," kata pak Agus
"eh... bagaimana bapak tau dia tak perawan? jangan bilang bapak juga sering main dengan para anak didik disini ya," kata Adit penasaran.
"bukan saya, tapi mereka saat pacaran sangat intim, kebetulan gadis itu tetangga rumah dan semua kekasihnya pernah ke rumahnya bahkan pernah setidaknya ada tujuh pria datang dan entah apa yang mereka mainkan,"
"kalau begitu ya sudah, biarkan saja yang penting pak Heru bahagia," kata Adit tertawa.
sedang pak Agus pun mengeleng pelan, pasalnya sudah di pastikan gadis itu akan bertekuk lutut selamanya.
sedang Adit mencoba untuk menghubungi Lily, tapi dia merasa aneh karena ponselnya cukup lama tidak di angkat.
tapi saat sudah di angkat, "iya ini siapa?" tanya seorang pria dengan suara bariton.
"siapa kamu berani menyentuh ponsel calon istriku," marah Adit mendengar suara itu
__ADS_1
"aku adalah pria yang mencintainya dan aku akan membuatnya jadi milikku, jika kamu menjaganya, aku akan merusaknya, bahkan sekarang dia sudah siap untuk menikmati waktu bersama ku," kata pria itu yang langsung mematikan telponnya.
Adit mengebrak meja dengan keras hingga membuat meja kerjanya itu langsung patah jadi dua, "aku akan membunuh mu!!!" geram Adit yang tak akan mengampuni siapapun itu