Lily

Lily
dua ular ini menyebalkan


__ADS_3

Lily membereskan ruang kerja suaminya, dia melihat ada dua ular berwarna hitam dan merah.


tapi ly seakan tak bisa melihat wujud keduanya, bahkan Ki Sesnag dan Ki Dwisa merasa aneh.


"hadis ini benar baik-baik saja, dia sepertinya tak mengenali kita yang sudah lama berada di sekitarnya?" bingung Ki Dwisa.


"sepertinya kekuatannya memudar dengan kematian kong juga," kata Ki Sesnag.


"eh apa? memang kenapa?" bingung Ki Dwisa.


"karena Arkan melakukan kesalahan dengan melakukan kontrak darah antara Lily dan Kong, sudahlah aku akan mengatakannya pada Arkan agar pria itu mencari solusi," kata Ki Sesnag yang kemudian kabur.


"eh ular hitamnya pergi, kamu kok gak pergi juga sih merah?" tanya Lily pada Ki Dwisa.


kemudian ular itu juga meninggalkan rumah, dan Adit mencari Lily.


"sayang kamu kemana? hei kenapa belum siap kita harus ke rumah ayah besar, karena kita akan mengikuti ruqyah massal malam ini," ajak Adit.


"ah iya aku lupa," jawab Lily.


mereka pun kini pergi dengan menggunakan mobil menuju ke pondok pesantren itu.


sebelum turun, Adit menyerahkan cadar pada Lily, dan Adit membantu istrinya itu untuk memakainya.


setelah itu mereka berdua turun dan saling bergandengan tangan, ustadz Faraz menyambut keduanya.


umi Kalila juga langsung memeluk Lily, sedang ustadz Faraz melihat sorot mata Lily.


"umi ajak Lily masuk, aku harus menunggu tamu yang lain, kamu tetap disini Adit," kata ustadz Faraz.


"baiklah ayah besar," jawab Adit


umi Kalila membawa Lily pergi ke tempat khusus, "apa terjadi sesuatu pada kong?"


"dia sudah mati ayah besar, dan aku tak mengira jika ini akan berpengaruh pada Lily, sepertinya dia juga kehilangan kekuatannya untuk bisa melihat makhluk astral," jawab Adit.


"itu lebih baik, dan kamu bisa memberikan kekuatan kong yang tertinggal di tubuh mu untuk Lily, setidaknya itu akan membantu gadis itu pulih," kata ustadz Faraz memberikan ide


"baik ayah nanti aku akan melakukannya, tentu aku tak bisa melakukannya sendiri," kata Adit.


"tentu papi mu juga akan datang,dan kejadian Lily ini persis seperti Aryan yang juga kehilangan kekuatannya, dan kini hidup seperti biasa,"

__ADS_1


"itu lebih baik karena Lily terus ingin hidup seperti itu dari dulu, dia merasa terbebani dan risih seperti ini, jadi aku bersyukur jika sampai itu terjadi," kata Adit.


"baiklah kalau begitu, sekarang kita akan menunggu kedatangan ayah kecil dan papi mu dan setelah itu kita mulai," kata ustadz Faraz meyakinkan bahwa semuanya baik-baik saja


tak lama papi Arkan dan keluarga datang, begitupun dengan Aryan yang datang juga bersama anand dan Riya.


"dimana Lily?"


"bersama umi Kalila," jawab Adit.


"kamu bisa masuk kedalam Tasya, dan ajak Riya dan Linga," kata ustadz Faraz.


"iya mas, kami permisi," jawab mami Tasya.


mereka semua pun menuju ke tempat acara, Adit dan yang lain sudah bersiap di tempat masing-masing.


tak lupa mereka sudah memakai sarung tangan, anand akan bertugas bersama santri menahan jika ada yang berontak.


pembacaan ayat suci Alquran pun di mulai,baru juga di kumandangkan azan beberapa orang sudah muntah, dan saat alfatihah di baca yang muntah semakin banyak.


Lily merasa begitu mual, dia pun mengenggam tangan Mami Tasya, "mi... aku mual.." lirihnya.


Shafa langsung mengambilkan tempat untuk Lily, dan mami Tasya melepaskan cadar putrinya itu.


Lily muntah darah, semua orang kaget pasalnya Lily seperti terkena guna-guna.


bahkan muntah darah itu terus menerus, hingga akhirnya Lily mulai berontak.


Linga kaget melihat ada sosok lain di tubuh kakaknya itu, "kamu siapa? cepat keluar dari tubuh mbak ku!" bentak Linga yang memencet jempol kaki Lily.


"sakit!!!"teriak Lily yang mendistrak Adit jadi tak fokus.


seseorang menyerangnya dan langsung mencekiknya, " kamu harus mati, seperti kamu membunuh ku!! dasar Hadikusumo laknat," kata pria itu yang kerasukan.


"Allahuakbar!!" teriak Adit mendorong arwah yang merasuki pria itu dan langsung memusnahkannya.


dia pun berusaha bangun, tapi tiba-tiba tiga orang menahannya, anand berlari bersama Aryan untuk membantu pria itu.


beruntung para santri membantu dan suasana Keos itu bisa di hadapi.


sedang Linga sudah terpental karena kekuatan arwah itu, "ha-ha-ha bocah ingusan mau membunuhku, aku akan membunuhmu," kata Lily yang berontak dan berhasil lepas, dan segera merangkak ingin mencekik leher Linga.

__ADS_1


melihat itu Adit langsung menahan tubuh istrinya dan membisikkan sesuatu.


"beraninya kamu merasuki istriku, ternyata kamu belum musnah sepenuhnya," marah Adit.


"kamu lupa jika kong memberitahu aku jika aku bisa memiliki sedikit dirinya yang di tahan pada tubuh gadis ini, dan ternyata aku berhasil menggerogoti wanita ini perlahan-lahan,dan kamu tak sadar itu pria bodoh," ledek Lily


Adit langsung menarik paksa siluman yang tak mati itu, dan mengambil mustika yang kebetulan dia bawa.


dia membaca mantra untuk membakar siluman ular yang sebenarnya itu adakah saudaranya sendiri.


"sakit, dasar biadab kamu Adit!!!" teriak Arum yang langsung lenyap dan menyisakan Lily yang pingsan dan terlihat begitu lemah


"bawa ke rumah umi Adit," kata umi Kalila.


Adit memberikan tasbih miliknya dan kemudian mengendong istrinya itu untuk beristirahat di jaga umi Kalila dan mami Tasya.


Linga juga di minta istirahat, Adit kembali dan langsung membantu dengan menyambung bacaan.


tak lama ruqyah masak pun selesai ternyata banyak di antara para peserta yang mengalami gangguan.


tapi beruntung tak ada yang sampai terluka, tapi serangan terbesar menuju pada Adit.


tiba-tiba Adit merasakan perih di tubuhnya, ternyata ada bekas cakaran di tangan dan leher pria itu.


"Adit obati lukamu dulu di dalam, karena setelah ini tugas mu masih berat," kata ustadz Faraz


"iya ayah," jawab Adit.


setelah itu pengajian yang di isi oleh salah satu ustadz terkenal pun di mulai, semua kembali normal.


Lily juga belum sadar juga, tapi Adit memilih untuk membantu istrinya pulih dengan bantuan papi Arkan.


karena semua ini karena kesalahannya, saat mereka mulai tiba-tiba Adit jatuh pingsan.


ternyata dia ngrogoh Sukmo, dia menuju ke sebuah alam ghaib untuk mencari Lily.


Papi Arkan tak bisa melakukannya karena harus menjaga keduanya, tapi tanpa di duga Linga yang baru berusia sebelas tahun malah bisa mengikuti Adit dan membuat mami Tasya kaget.


"aku bisa bantu mas," kata bocah itu.


"Linga kamu juga bisa?" kata Adit kaget

__ADS_1


"aku juga tak tau tiba-tiba saja aku bisa kesini," kata Linga.


Adit pun tak ambil pusing, "baiklah ayo kita pergi untuk mencari mbak mu yang tersesat," kata Adit.


__ADS_2