
Adit dan ly memutuskan untuk pulang setelah menolong keluarga dari Dimas.
karena mereka juga harus membersihkan rumah karena semua orang sedang berada di malang untuk kondangan.
"mas kita masak lagi, atau hanya makan lauk seadanya?" tanya Lily yang sedang mencuci piring dan memastikan nasi masih ada.
"seadanya saja, toh itu cukup untuk kita berdua," kata Adit yang tak mau repot.
dia sudah mengepel rumah hingga bersih, Ki Sesnag melihat ada sosok baru di kawasannya.
"siapa kamu, berani nya kamu datang ke rumah ini?" ya ya Ki Sesnag
"perkenalkan nama ku adalah Jhandra Dwisaka, biasa di panggil Dwisa, tentu kamu mengenal nama itu Ki Sesnag pelindung keluarga ini turun temurun," saut siluman ular berwarna merah itu.
"maafkan kesalahan dan ketidaktahuan saya prabu, bagaimana anda bisa datang kesini?" tanya Ki Sesnag.
"aku sudah terikat dengan bocah bernama Aditama ini, dan sekarang aku adalah pengikutnya," terang Ki Dwisa.
Ki Sesnag tak percaya dengan hal itu, pasalnya raja siluman ular bisa takluk dengan pemuda seperti Aditama.
Ki Sesnag pun melihat kedua orang yang ada di dalam rumah itu, Lily sibuk membuat mie kesukaan dari Adit.
dan yang tak lupa, dia membuatnya cukup pedas untuk Adit, dan setelah berberes rumah, keduanya duduk sambil menonton tv.
"ini mas,makanan buatan ku yang enak, cicipi ya, mie-nya buatan ku sendiri," kata Lily.
"wah kamu hebat bisa bikin mie," kata Adit tertawa
"bukan maksudnya aku pakai mie jadi, tapi bumbunya yang aku bikin sendiri," kata Lily yang buru-buru membenarkan ucapannya sebelum kakaknya itu mengatakan hal yang menyebalkan.
Adit hanya tertawa saja, dia mencicipi makanan yang di buatkan khusus oleh adiknya itu.
__ADS_1
rasanya lumayan baginya dan rasa pedas itu pas, di tambah sate dan juga dosis.
"sebenarnya kita makan cuma berdua, kenapa bikinnya sebanyak ini?" tanya Adit tak percaya.
"ya kita masih dalam masa pertumbuhan, aku ingin jika tubuhku sempurna dan bukan tubuh tipis kayak triplek gitu."
mendengar jawaban dari Lily, Adit pun merasa tak suka, "memang kamu ingin memamerkan tubuhmu pada setiap lawan jenis dan membuat mereka punya pikiran buruk, amit-amit seperti pemerkosaan gitu?"
"ya Allah jak,ya gak gitu, maksudnya pingin seperti mami saja, ya untuk aset masa depan," jawab Lily.
"ya terserah saja, tapi sebaiknya kamu kalau keluar rumah pakai baju yang sopan dan tertutup, karena pikiran jahat seseorang kita tak tau," kata Adit mengingatkan.
"iya mas, iya...."
setelah makan mereka pun sholat ashar, Adit sambil menunggu magrib memilih membaca Alquran di ruang tamu.
sedang Lily berada di kamarnya sedang mengerjakan pr-nya, tak terasa hari mulai senja.
di saat itu Adit bangkit dan mulai menyalakan lampu rumah, dan dari kejauhan dia melihat ada sesosok wanita berpakaian putih.
sedang di tempat lain, saat Lily ingin menutup jendela kamarnya, dia sempat melihat kearah penggilingan beras milik keluarganya yang sudah tutup itu ada sosok pocong yang melompat keluar.
Lily buru-buru menutup jendela dan lari keluar kamar, tak sengaja dia menabrak tubuh Adit.
"hah!!!" teriaknya terkejut
"hei kamu kenapa, ini mas Adit," kata Adit menahan tubuh adiknya itu yang ingin lari entah kemana.
"mas Adit,aku tadi lihat pocong di depan penggilingan, aku takut mas," kata lily yang lapor pada kakakmu itu.
"bukan kamu saja aku juga sempet lihat Kunti di depan rumah, tapi mereka harusnya tak bisa masuk, sudah ayo ambil wudhu kita sholat," ajak Adit.
__ADS_1
mereka pun sholat berjamaah, tak lama mobil Arkan datang, Linga dan yang lain masuk kedalam rumah.
"assalamualaikum mbak... mas Adit," sapa bocah itu.
"waalaikum salam... wah akhirnya pulang kalian kondangan lama amat sih," omel Lily pada kedua orang tuanya itu.
"kita kondangannya jauh kali kak, sudah mami dan papi mau mandi terus sholat, tolong bantu keluarin semua di bagasi ya," kata Arkan.
"siap papi.." jawab Adit yang langsung bergegas keluar rumah.
dia terus merasa di awasi, tapi dia tak peduli, Adit pun masuk membawa semua barang yang di bawa setelah kondangan tadi.
tak hanya itu, mereka juga menatanya di meja makan, setelah sholat Adit bergabung dengan Arkan dan Linga untuk mengaji.
sedang Lily dan mami Tasya membereskan semua kue yang di bawa, tak hanya itu ada beberapa berkat juga di bawa.
"mami ini ngerampok apa gimana mi, kenapa barang bawaannya banyak banget," kata Lily heran.
"biasa mbak, kalau kita ke rumah saudara yang masih di kampung kalau begini ini mah," kata mami Tasya tersenyum.
tanpa mereka duga, ada kedatangan tamu spesial yaitu opa Alan dan Oma utami yang pulang liburan dari Bali.
"assalamualaikum... cucu-cucu ku," kata Oma utami yang masuk dan mengejutkan semua orang.
"Oma, wah... Oma hamil ya, kok gendutan," tanya Adit yang mengakhiri mengajinya.
"Alhamdulillah.... iya, batu dua bulan sih," kata Oma utami
mendengar itu semua orang kaget bukan main, pasalnya wanita itu sudah berusia empat puluh dua tahun.
"wah... aku akan punya adek yang bahkan usianya lebih kecil dari Linga," kata mami Tasya tertawa.
__ADS_1
"tidak mau!!!" kata Linga tak percaya.
sedang mereka hanya tertawa melihat reaksi dari Linga yang sedikit histeris mengetahui jika akan punya om kecil.