Lily

Lily
persiapan untuk liburan


__ADS_3

Adit sudah selesai merapikan sesuai kelas semua penanda, untuk setiap kelas karena mereka akan tinggal di homestay yang cukup luas.


terlebih Faraz sudah memastikan jika homestay itu muat untuk sekitar tiga ratus murid.


Adit melihat jam ujian yang sudah berakhir dan dia pun menekan bel sekolah.


pak Ari membantu Adit membawa semua kaos dan scarf itu ke aula sekolah.


"perhatian, bagi semua murid di minta untuk tidak pulang, karena ada pengumuman tentang liburan setelah ini, semua di mohon untuk berkumpul di dalam aula sekolah," pengumuman yang di berikan oleh Aryan


akhirnya semua murid menuju ke aula, Bu Astri yang penasaran langsung menahan tangan Adit.


"ah maaf Bu, tolong jangan seperti ini, karena ini kawasan sekolah ..."


"iya pak Adit maaf... saya hanya penasaran apa yang sedang di lakukan, kenapa kalian mengumpulkan murid-murid?"


tanya wanita itu


"ini hanya kegiatan setelah ujian yang selalu di lakukan, tidak hanya SMA, bahkan untuk SMP dan juga SD di sekolah ini," jawab Adit.


"kenapa masih di sana, cepat ini barang terakhir," kata pak Ari menegur Adit.


"maaf Bu kalau begitu saya permisi," Jawab Adit.


"boleh saya ikut," kata Bu Astri ingin membuat Adit bertekuk lutut padanya dengan pelet karena dari tadi dia kesulitan.


"maaf tapi kami tak menerima orang luar," jawab Adit yang kemudian langsung pergi.


Bu Astri tak menyangka mengirimkan pelet bisa sesulit ini, hanya untuk membuat Adit tergila-gila padanya itu sepertinya mustahil.


setiap perwakilan ketua kelas maju dan mengambil baju yang sudah di siapkan.


"baiklah kami akan membagi kelas sesuai guru yang akan bertanggung jawab pada kelas kalian," kata Ari yang mengambil kertas dari Adit.


"kelas dua belas A, pak imam dan pak Alex, kelas dua belas B, pak Aditama dan saya." kata pak Ari yang langsung menerima sorakan cukup keras.


"wah... curang!!!" teriak murid wanita yang tak terima.

__ADS_1


pasalnya kelas itu adalah kelas Lily dan kawan-kawannya, sedang Aryan akan menjadi pihak netral.


Adit langsung memberikan kode untuk diam, "baiklah kita lanjutkan, kelas dua belas C akan di awasi oleh pak Jhoni dan pak Subhan, dan untuk kelas dua belas D akan di awasi oleh pak Januar dan pak Hendra," kata pak Ari yang kembali mendengar teriakan dari murid-murid.


"wah... kenapa para lelaki semua yang mengawasi, kami juga ingin di awasi oleh guru wanita!!" teriak murid laki-laki yang mulai protes.


"mohon tenang nanti setiap regu ada guru wanita juga, tapi kami memang tak memberitahu dulu, jadi kalian semua di mohon untuk tenang!!" kata Adit yang kesal.


melihat Adit yang sudah marah, semua murid pun diam, mereka tau jika Adit itu sangat keras.


"untuk kelas dua belas E, akan diawasi oleh pak Hadi dan pak Satria. dan untuk kelas terakhir yaitu dua belas F akan di awasi oleh pak Aditya dan pak Fajaruddin," kata pak Ari yang langsung memancing sorakan kembali.


karena dua guru yang sangat kejam memegang kelas paling nakal dan sudah di pastikan mereka semua di kelas itu tak akan bisa berkutik.


Adit tersenyum penuh arti melihat wajah-wajah frustasi dari kelas F, tapi itu memang sengaja karena hanya Aditya yang bisa membuat mereka patuh.


"satu tambahan, setiap kelas akan dapat satu bus menuju ke Bromo, dan setelah puas dari Bromo kita akan berkunjung ke beberapa kebun buah," tambah Adit.


"maaf pak Adit,apa bapak kepala sekolah dan bapak ketua yayasan tidak ikut?" tanya salah satu murid.


"baiklah kalau begitu silahkan pulang dan tidak boleh ada pawai anarkis, seperti Corat coret di jalan, lebih baik kumpulkan seragam kalian yang sudah bersih, kita bisa menyumbangkan pada yang kurang mampu, setuju?" kata Adit pada semua orang.


"siap pak Adit..." jawab semua siswa-siswi.


meski Adit seusia mereka, tapi Adit sudah berhasil lulus kuliah dan menjadi jajaran penting di sekolah membantu Aryan.


semua siswa sudah pulang, dan lusa mereka berkumpul kembali di sekolah untuk karya wisata.


pak Ari memberikan uang satu juta pada Adit, "apa ini pak?" tanya Adit bingung.


"ini untuk tambah-tambah untuk konsumsi anak-anak yang kita pegang, tolong atur ya mas, lumayan buat beli camilan untuk di bus," kata pak Ari.


"ya Allah pak,terima kasih, kebetulan memang niat saya akan saya bawakan mie dua dus dan jajan Snack cukup banyak, karena kelas kita ini doyan makan semua,"kata Adit yang langsung dapat tatapan tajam dari ketiga orang di belakangnya.


"kami tak doyan makan?" kata Lily tak terima.


"tapi-" kata Adit melihat adiknya itu.

__ADS_1


"suka ngemil banyak," jawab Lily yang malu.


Aditya menghampiri keponakannya itu, "le... bisa minta tolong atur untuk cemilan anak kelas F gak, kebetulan Tante kalian kan masih gak bisa kelelahan,"


"iya om siap, kebetulan saya punya tim relawan ini tiga bocah," kata Adit tertawa.


saat anand akan membuka mulutnya, Adit menatapnya dan membuat pemuda itu kicep.


Lily melihat sosok Uci yang nampak sedih dan tak semangat lagi, "Uci, ayo bergabung dengan kami untuk menyiapkan semuanya?"


"ah maaf Lily... sekarang aku harus pulang karena orang tua ku tak mengizinkan aku untuk main," kata gadis itu dengan wajah sedih.


"hei... kamu sudah lama tak main bersama kami, padahal kita sudah lama tak main seperti dulu, kamu juga seperti berubah, terlebih kamu menyembunyikan sesuatu dari kami ya," kata Lily sedih.


"maaf aku belum siap cerita, mungkin suatu saat aku akan bercerita secara jujur, jadi tolong jangan memaksaku ya, permisi..." kata Uci yang langsung pamit.


"sudah sekarang ayo kita belanja Snack dari pada besok panik, dan sekarang kita suit, harus mengerjakan pembungkusan Snack dimana," kata Adit.


"kita suit kacang panjang," kata Anand.


"wokeh... mulai cang kacang panjang, yang panjang jadi!" kata Lily.


"ya...." kata anand yang kalah.


"wah... kita ke rumah pak kepsek, tapi karena dari pada terjadi masalah, kita ke rumah ku saja," kata Adit.


"mas Adit, kalau begitu kenapa suit!!!" kata anand dan Lily.


"biar asik saja," jawab Adit tertawa.


pak Ari dan Aditya tertawa melihat Adit mengerjai ketiga orang itu, akhirnya mereka pun pamit.


pak Ari dan Aditya pun kembali ke sekolah untuk membereskan semuanya.


karena siang ini semua pengawas liburan murid-murid akan mendatangkan semuanya, dan untuk kebijakan Snack itu tidak di tanggung sekolah karena sudah menanggung semua jatah makan semua murid untuk tiga hari dua malam.


jadi para murid di minta membawa Snack sendiri atau tergantung dari kemurahan hati para guru pembimbing nantinya.

__ADS_1


__ADS_2