Lily

Lily
pemakaman


__ADS_3

Aryan dan ustadz Faraz datang ke rumah sakit, mereka tak mengira jika Lily akan meninggal dunia seperti ini.


papi Arkan dan mami Tasya saling berpelukan saat ini di ruang mayat menunggui jenazah Lily dan bayi mungilnya.


sedang Adit tak bisa di temukan, karena pria itu tiba-tiba tadi pria itu hilang saat jenazah Lily di bawa ke ruang jenazah.


Adit datang dengan tubuh belumuran darah, semua orang kaget melihat pria itu.


"Adit apa yang baru saja kamu lakukan," tanya ustadz Faraz yang terkejut melihat keponakannya itu.


"Adit tolong jawab," kata papi Arkan.


tapi pria itu tetap diam dan terus berjalan menghampiri tubuh kaku dari Lily.


dia mengusap pipi Lily dan mengecupnya, "aku sudah membunuh semua orang, tolong bawa aku juga ya sayang," lirih Adit


"Adit!!" teriak semua orang.


ustadz Faraz dan Aryan langsung menarik pria itu agar tak berbuat nekat.


"Lily bawa aku!!!" teriak Adit yang kemudian tubuhnya merosot ke lantai.


"Lily!!!"


teriakan itu sangat menyayat hati, bahkan semua orang yang mendengar pun tak kuasa ikut menahan tangis.

__ADS_1


akhirnya jenazah Lily dan bayi mungil itu di bawa pulang, Adit terus menangis sambil memeluk tubuh putranya dan duduk di samping Lily.


semua warga desa tak mengira jika keluarga yang sangat terpandang itu harus kehilangan putri mereka.


Adit masih terus memeluk jenazah putranya, sedang Lily akan di bawa untuk di mandikan.


tapi tak ada yang bisa membawanya saat Adit duduk di sampingnya, dia menahan siapapun yang ingin membawa istrinya itu.


"letakkan," gumam Adit dengan mata merah menatap setiap orang.


"atau kalian semua mati," tambahnya.


mami Tasya masih belum ikhlas, begitupun dengan papi Arkan yang sesekali terus mengusap air matanya.


"apa yang harus kita lakukan, akan sangat menghawatirkan kondisi dari Adit, dia terlihat begitu terpukul seperti ini," kata ustadz Faraz.


ayah Raka akhirnya datang bersama Amma Wulan, keduanya menghampiri Adit yang masih setia di dekat Lily


"Adit..."


dia melihat pria sepuh itu dan kemudian menunjukkan jenazah bayinya, "mereka meninggalkan aku sendiri, aku ingin ikut tapi mereka tak mengizinkan aku,"


ayah Raka mengambil jenazah bayi yang belum bernama itu, kemudian ayah Raka menarik Adit menjauh.


"ikhlas ya le, ini semua sudah ketentuan Allah, dan eyang juga tau kamu sudah berusaha sekuat mu untuk mewujudkan impian Lily, tapi Allah SWT lebih sayang lily dan putra mu," terang pria itu.

__ADS_1


Amma Wulan memanggil beberapa orang untuk membawa jenazah Lily agar segera di mandikan


sedang Adit juga di minta untuk membersihkan diri dari darah yang berlumuran di tubuhnya.


akhirnya semua berjalan baik, terlihat mami Tasya sudah mulai tenang.


akhirnya Lily dan putranya mulai di kafani, dan saat jenazah itu akan berangkat.


Anand memanggil Adit, tapi baru juga dia ingin bergerak, Adit sudah keluar dengan yang dia gunakan selama umrah kemarin.


pihak kepolisian datang, dan ingin menjemput Adit, Nino meminta sedikit waktu pada rekannya itu.


akhirnya pemakaman berjalan lancar, Adit sudah tak meneteskan air mata, tapi pria itu nampak begitu sedih


setelah selesai pemakaman, Adit di bawa oleh polisi, karena pria itu sudah membunuh tiga orang.


mendengar itu keluarga dari papi Arkan kaget, tapi tanpa perlawanan Adit menyerahkan diri dan memilih untuk berangkat ke kantor polisi.


mami Tasya yang tau harus kembali pingsan, begitupun papi Arkan yang tak percaya dengan apa yang terjadi.


Adit hanya tersenyum saat di bawa polisi pergi, sedang Anand tak percaya dengan semua yang terjadi.


dan kisah lily dan Adit berakhir dengan pilu, dengan air mata dan tangis.


karena tak semua kisah bisa berakhir dengan bahagia, tapi kadang ada yang harus berakhir dengan duka.

__ADS_1


...〰️〰️〰️TAMAT 〰️〰️〰️〰️...


__ADS_2