Lily

Lily
lelucon garing


__ADS_3

papi Arkan segera mendekat tapi Adit bangun langsung muntah darah.


"ya Allah le..." kaget semua orang


tapi beruntung kondisi Adit baik-baik saja setelah itu, Shafa adalah satu-satunya gadis yang hanya melihat semuanya dari jauh.


dia bahkan sempat melihat pria yang mirip Adit tersenyum ke arahnya.


arwah itu memberikan isyarat pada bocah cantik bercadar itu, "jaga dia..."


arwah itu kemudian pergi, dan Shafa langsung jatuh pingsan, melihat putrinya terkapar tak berdaya.


umi kalila panik,karena Shafa yang terlihat begitu lemah,"Abi..."


ustadz Faraz segera menolong putrinya itu, dan menggendongnya ke kamar.


akhirnya acara selesai, dan semua sudah sedikit tenang, tapi Shafa demam tinggi.


sedang Adit menggigil kedinginan, semua orang panik,tapi papi Arkan meyakinkan jika semuanya baik-baik saja.


Adit sudah di beri lapisan selimut begitu banyak agar tak kedinginan, sedang Lily juga sudah di kompres semalaman.


semua orang akhirnya tak ada yang tidur malam itu, karena khawatir pada kondisi Adit dan Shafa.


saat adzan subuh, tiba-tiba Adit bangun dan merasa tubuhnya begitu gerah dan kepanasan.


jadi dia pergi menuju ke kamar mandi dan dia heran melihat semua orang tertidur di ruang tamu.


"memang aku kenapa kok sampai Paksi selimut sebanyak ini, sudahlah aku mandi dulu," gumamnya.


dia pun menuju ke area kamar mandi milik santri, dan papi Arkan kaget saat dia terbangun karena ketiduran sebentar.


dia pun mengusap wajahnya dengan kasar, "astaghfirullah aku ketiduran,Adit..."


dia kaget karena tak mendapati pria itu di bawah selimut, dia langsung berlari mencari pria itu.

__ADS_1


dia pun bernafas lega saat melihat Adit yang berjalan dari kejauhan, "ya Allah tak kira kabur kemana kamu,"


"ada apa papi, aku habis mandi karena gerah, memang ada apa kok papi panik begitu," kata Adit dengan santai.


"ya astagfirullah... kamu ini ya semalaman bikin orang tegang, kamu itu semalaman kedinginan hingga pucat sekarang malah mandi,memang kamu sudah enakan?" tanya Papi Arkan.


"iya, sudah Pi, sepertinya aku kehilangan semua kekuatanku, karena aku terbiasa dengan suasana yang aneh saat di kamar mandi santri, tapi tadi aku coba semuanya nampak biasa," kata Adit


"ya sudah tak masalah, lebih baik sekarang kita bersiap untuk sholat subuh saja," kata papi Arkan.


mereka pun berangkat menuju ke masjid, dan ternyata yang jadi imam adalah ustadz Faraz.


setah sholat subuh Lily langsung memeluk tubuh suaminya itu, "akhirnya mas sudah sadar, aku sangat khawatir mas,"


"ah maafkan aku... telah membuat mu khawatir," kata Adit yang salah fokus dengan sosok yang duduk di pohon mangga dari kejauhan.


dia mengosok matanya beberapa kali, untuk memastikan semuanya,tapi ternyata dia tak salah lihat.


pagi itu semua keluarga papi Arkan pamit pulang, ternyata Shafa juga sudah membaik semalam.


"mas mau di buatkan sesuatu?" tawar Lily


"tidak usah dek, kita beli lewat online saja, kamu pasti juga sedang lelah bukan," kata Adit.


"baiklah kalau mas bilang begitu,aku pesen beberapa makanan untuk kita ya, sekalian untuk siang nanti biar gak masak," kata Lily.


benar saja, satu hari ini mereka berdua makan makanan dari restoran.


pasalnya kondisi tubuh keduanya belum fit sepenuhnya, dan Adit tak ingin memaksa istrinya untuk bekerja.


malam itu Linga datang bersama kedua orang tua mereka, mereka membawa makanan.


Adit masih sedikit lelah,sedang Lily juga nampak masih letih. tapi tidak dengan bocah itu.


dia malah sudah sibuk mencari es krim di kulkas, karena dia tau jika kakak iparnya itu selalu punyak stok banyak eskrim.

__ADS_1


"Linga mau kemana?" tanya mami Tasya saat melihat putranya itu lari membawa kotak es krim berukuran cukup besar.


"mau makan es krim bareng, di luar," kata bocah itu.


papi arkan hanya mengeleng, dia mengerti apa maksud putranya itu.


Miss Kun dan sosok Ki item muncul, saat Linga duduk di teras sendirian, "ciye ... Ki item datang barengan sama Miss Kun," ledek bocah itu.


"hidih... gak mau ah orang wajahnya serem gitu," jawab Ki item


"siapa yang mau juga sama situ, orang udah buluan, item, bertaring terus bau lagi," jawab Miss Kun


"sudah jangan berantem, nanti saking jatuh cinta kan repot," ledek Linga.


"gak maaf ya, meski begini aku juga genderuwo yang suka pilih-pilih tau," saut Ki item tidak terima.


"yakin bukannya Ki item belum pernah punya wanita ya, tuh buktinya sampai sekarang gak pernah lihat gandeng cewek tuh, kok kalah sama genderuwo lain yang suka banget cari wanita," kata Linga dengan songgong.


"aduh bocah ini bikin kesel beneran kok ya, menang kamu tau apa?" kesal Ki item.


"bener lagi, kamu itu satu-satunya genderuwo gak doyan wanita seperti yang lain, padahal kalau genderuwo yang lain mereka pasti sudah mencari mangsa wanita kesepian dan gadis-gadis patah hati untuk di ajak wik wik.." saut Miss Kun.


"hei kalau ngomong di jaga, tuh ada bocah yang dengerin, kamu gak takut tuh bocah mikir yang enggak-enggak," kata Ki item memukul kepala Miss Kun hingga patah dan hampir lepas.


"ya genderuwo sialan, ingat kamu itu gede, main gaplok saja kan kepalaku lepas," marah Miss kun.


Miss Kun pun membenarkan kepalanya, dan dengan sedikit gerakan akhirnya kepalanya kembali ke tempat awal.


krek... krek...


bunyi tulang-tulang itu di kembalikan di tempatnya, Linga terlihat biasa saja mendengarnya.


tapi dia langsung tertawa saat kepala itu terpasang, "ha-ha-ha itu kenapa kepalanya kok kebalik, lihat masak kepala sama pantatnya sama, ha-ha-ha-ha,"


"lah iya, kenapa jadi bokong ya, tinggal puter lagi," kata Miss Kun.

__ADS_1


__ADS_2