Lily

Lily
sudah berjuang


__ADS_3

malam hari tenyata terjadi, teror arwah penasaran di mulai. sosok pocong dengan wajah seram kini setiap malam mengetuk pintu rumah warga desa.


dia meminta tolong untuk keadilan, semua warga tak berani keluar setelah magrib.


bahkan desa itu seperti desa mati, hari ini makin terasa Aira mistis karena bertepatan dengan malam Jum'at Kliwon.


kakek nenek dari Riya sudah ikut tinggal bersama di rumah Aryan. beruntung ustadz Faraz memagari rumah itu.


bahkan putra mereka yang belum genap satu bulan tak bisa di ajak duduk.


Riya pun bergantian dengan semua orang mengendong bayi itu, dan juga mereka terus memantau CCTV yang di pasang di luar.


pocong itu sudah berkeliaran setelah sholat isya', padahal masih jam delapan malam.


malam itu seorang pengemudi ojek online sedang mengantarkan makanan yang mengharuskannya lewat desa itu.


dan dengan santainya, pengemudi ojek itu lewat begitu saja, tapi para warga yang mengintip dari balik jendela kaget.


pasalnya pengemudi ojek itu sedang membonceng pocong di belakangnya.


sedang pengemudi ojek itu merasa tiba-tiba sepeda motornya terasa berat.


"lah ini kenapa sih, masak iya bocor, jangan dong ya elah batu juga dapat orderan," kata pengemudi ojek itu.


beruntung yang memesan makanan itu adalah salah satu pengurus pondok pesantren milik ustadz Arifin.

__ADS_1


jadi pocong itu turun dan kembali terbang menuju ke desa itu, dan pengemudi ojek itu di beritahu agar tak lewat sana lagi.


pocong itu masih berkeliaran di desa itu untuk minta tolong, miss Kun yang melihatnya sedikit kesal


karena pocong itu seperti menebar teror, padahal pocong itu niatnya baik cuma mau minta tolong, tapi karena bentukannya sudah serem jadi para warga sudah ketakutan duluan.


"Cong, daripada lu lompat keliling nih desa capek, mending duduk kita nyantui bareng," kata Miss Kun.


"aku mau minta tolong..."


"sudah gak mungkin ada yang akan nolongin, soalnya orang yang biasanya nolongin hantu udah kehilangan kekuatannya," kata Miss Kun.


"tapi saya mau minta tolong..."


tapi pocong yu malah pergi meninggalkan hantu perempuan itu, "dasar pocong aneh, di kasih tau malah pergi, huh..." kata Miss Kun yang terbang menuju pohon asem.


tapi ternyata remnya blong lagi dan nabrak pohon itu cukup keras, hingga membuat buah pohon itu jatuh.


sosok genderuwo sepasang yang sedang memadu kasih pun di buat kaget karena ulah kuntilanak satu itu.


"yaelah hantu amatir ternyata, kamu kenapa seperti hantu baru, dasar kuntilanak aneh," kata genderuwo itu.


"sialan, sudahlah aku pergi saja, hi-hi-hi-hi,"


sedang di rumah papi Arkan, semua sedang membaca surat Yasin dan tahlil bersama.

__ADS_1


tapi tiba-tiba Lily merasa perutnya sangat sakit, dan rasa sakitnya sudah tak bisa di tahan lagi.


"sakit!!" teriak Lily yang sudah berkeringat cukup banyak.


mendengar itu Semuanya pun panik, "sayang kamu kenapa?"


"bawa ke rumah sakit," kata mami Tasya yang takut melihat Lily.


pasalnya gadis itu baru berusia sembilan belas tahun saat ini, dan akan banyak resiko saat melahirkan si usia Lily.


mereka pun sampai di rumah sakit setelah tiga puluh menit perjalanan.


Adit bahkan tadi menyetir mobil menerobos beberapa lampu merah dan beruntung mereka tak terlibat kecelakaan karena ini gal mendesak.


Lily mengalami pendarahan, dan sekarang dokter berjuang di ruang operasi setelah Adit setuju dengan tindakan itu.


pasalnya kondisi Lily tiba-tiba memburuk,bahkan wajahnya tadi sangat pucat dan ketakutan Adit semakin nyata saat ini.


dia pun menunggu sambil terus berdoa, begitupun dengan papi Arkan, mami Tasya dan Linga.


di ruang operasi dokter benar-benar berjuang untuk menyelamatkan Lily dan putranya.


mereka seperti berkejaran dengan waktu, bahkan dia kantong darah tak bisa menyetabilkan kondisi Lily.


tekanan darah Lily terus turun, dan di luar ruang operasi, semua orang berdoa untuk keselamatan Lily dan juga bayinya.

__ADS_1


__ADS_2