
Disebuah university terkenal di negara A, seorang gadis polos cantik berjalan melewati gerbang kampus dengan sedikit berlari.
Gadis polos itu terlambat datang kekampus hingga dia harus sedikit berlari.
Dia sampai didepan kelasnya dengan napas ngos ngosan. Namun terhenti karena tatapan Dosen.
"Kamu kesini," ucap Dosen.
Gadis itu masih berdiri didepan depan pintu dan sesekali melirik ke arah temannya yang ada di kursi tengah. "Iya Pak."
Gadis itu yang masih ngos ngosan mengatur napasnya kembali. Merasa tak di hiraukan membuat Dosennya marah "Kenapa kamu hanya mematung di sana?" Apa kamu tidak mendengarkanku?!"
Dia adalah salah satu dosen yang tegas, disiplin dan sangat proporsional dalam mengajar, karena itu mahasiswa dan mahasiswi kampus memberikan julukan Dosen killer. Tak sampai disitu bahkan para mahasiswa/i akan berangkat sangat pagi saat mata kuliah dosen ini, hanya demi tak tepat masuk kedalam kelasnya.
Baru saja gadis mudah itu ingin melangkah masuk. Namun sudah lebih dulu dosen yang ada dalam kelasnya kembali berucap dengan tegas. "Berhenti, berbalik dan tutup pintunya," ucap dosen.
Gadis itu ingin mengatakan sesuatu untuk protes karena dia tidak ingin di keluar kan dari kelas. Walau sudah biasa di keluarkan karena sering terlambat masuk kelas. Tapi hari ini dia hanya telat beberapa detik saja, dan sudah tidak bisa masuk mengikuti kelas.
Namun gadis polos itu langsung melangkah kan kakinya keluar dari kelas setelah mendengar ucapan Dosen killer itu lagi. "Lakukan itu atau seterusnya kamu tidak boleh mengikuti kelas saya lagi."
Tak punya pilihan lain gadis mudah itu mau tidak mau melangkah keluar dan menutup pintu kelas kembali. Karena tak ingin dosen killer itu benar benar tak mengizinkannya mengikuti kelasnya lagi. Bisa bisa dia akan mengulang satu tahun lagi, oh no no dia tidak akan membiarkan semua itu terjadi, pikirnya.
Gadis itu melangkah kan kakinya kesebuah ruangan yang mana ruangan itu penuh dengan buku buku yang tebal. Gadis muda itu masuk keperpustakaan kampus, mencari kursi paling pojok baru. Jika itu orang lain yang masuk keperpustakaan maka tujuannya untuk baca buku atau mengerjakan tugasnya, tapi berbeda dengan gadis muda ini, sedari tadi dia masuk keperpustakaan dia hanya meletakkan kepalanya diatas meja, melipat kedua tangannya di diatas meja, menjadikan tangannya sebagai bantal, dan tertidur dengan cepat dan terlihat sangat pulas
Setiap mahasiswa/i yang melihat pada bertanyak-tanyam, Kenapa dia tidur di perpustakaan, apa dia tidak tidur , dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lainnya.
Didalam kelas gadis mudah itu terlihat sang dosen telah selesai mengajar dengan menutup mata pelajaran yang dia bawakan.
Dosen itu keluar dari dalam kelas begitu pun mahasiswa lainnya. Mereka keluar dari dalam kelas menuju kekanting kampus, tapi satu mahasiswi berjalan kearah keperpustakaan.
Sampai di sana laangsung saja ia berjalan menuju pojokan. "Bangun lah sudah cukup kamu tertidur," ucap Gadis itu.
Gadis itu terlihat mengoyang-goyangkan tubuh temannya memintanya segera bangun.
__ADS_1
Orang yang sedang berusaha dia bangunkan tak bergeming sama sekali. Sehingga dia kembali berucap dengan sedikit keras dan menarik hidung mancung temannya.
"Ini anak tidur apa mati sih kenapa susah banget di bangunin," gerammya.
"FRANC ALBARTA BAGUN."
Gadis itu berteriak ditelingan temannya dengan penuh penekanan dan sedikit keras untung di sana sudah tak ada siapa pun lagi selain mereka berdua.
Orang yang disebutnya nama nya terlihat mengeliat.
ANGGI FRANC ALBERTA , si gadis polos cantik dengan gigi ginsul saat tersenyum dia akan terlihat sangat cantik ketika. Dia juga Salah satu mahasiswi yang pintar hanya saja sedikit sering terlambat datang kampus, hingga seringkali di keluarkan dari kelas bersama dengan sahabatnya. Tapi nahas kali ini dia hanya sendiri karena sahabatnya tak terlambat. Walau dia sering di keluarkan tapi tak membuat dirinya mengulang mata kuliahnya. Mungkin karena kerapkali menjadi perwakilan kampus mengikuti lomba dan menjadi juara. Dia adalah Mahasiswi yang dikeluarkan tadi dari kelasnya.
Perlahan lahan dia membuka matanya melihat siapa yang membangunkannya. "Oh star. Uuhmmmm," ucap Franc, lalu kembali tertidur.
Melihat Franc kembali ingin menjatuhkan kepalanya, Star lebih dulu menariknya, menyeretnya keluar dari perpustakaan. Dengan mata yang belum terkumpul Franc berjalan gontai dengan mata masih tertutup.
STAR DAMIAN adalah satu satunya teman franc di kampus. Mereka sudah lama berteman bahkan sebelum franc datang kenegara A untuk melanjutkan pendidikannya. Star juga adalah gadis cantik, pintar, dan juga Star memiliki suara cempreng khas miliknya saat berteriak. Dia juga orang yang centil dan sangat menyukai pria yang tampan. Akan tetapi dia tidak pernah memiliki keinginan menjadikan salah satu pria yang di sukainya sebagai kekasih hatinya. Dirinya hanya benar benar menyukai sesuatu yang indah. Dan menurutnya laki laki dengan wajah tampan sesuatu yang indah apalagi saat dipandang, begitulah pikirnya.
Terlihat jelas dari raut wajahnya yang masih sangat mengantuk tapi sahabatnya ini tak membiarkan dia tertidur lagi. "Apa kamu tidak tidur semalam?" tanya Star menyeret Franc keluar dari perpustakaan.
"Hmmm," ucap Franc, Franc masih terus berusaha mengumpulkan nyawanya kembali.
"Memangnya apa yang kamu lakukan?, Jangan bilang kamu ..." tanyak Star.
Franc yang ditanyai oleh sahabat menjawab dengan jujur. Karena dia tau arah pertanyaan sahabatnya. "Iya. Bagaimana lagi dia yang mengginginkan itu," jawab franc santai memperbaiki tatana rambut dan bajunya.
"APA!, Kenapa kamu tidak mengajakku padahal aku kan juga mau Franc, gak setia kawan lo ..." ucap Star.
"Sudah gak usah kesal apalagi drama tidak setia kawan segala, aku tidak mengambil semuanya. Aku juga menyisakannya untukmu," jawab Franc.
"Sunggukah?, Waoohh lalu di mana kamu menyimpannya?" tanya Star dengan mata berbinar senang.
"Dia ada di tempat biasa," jawab Franc.
__ADS_1
Mereka ngobrol sambil berjalan beriringan menuju kearah kantin kampus. "Ohohh jadi ada di tempat biasa. Aku sudah gak sabar melihatnya Frnac," ucap Star tidak sabar.
"Seramu lah. Oiya, bukan kah kamu membangunkan aku tadi untuk mengajakku makan bukan?, Sekarang ayo, cacing di perut kecilku ini sudah mulai menangis," ucap Franc yang juga sedang lapar.
"Let's go bestie," ucap Star dengan semangat yang sudah seperti orang yang baru saja mendapatkan undian lotere.
Mereka bermalam dengan menuju kantin kampus, senyum Star tak urung pudar bahkan wajahnya terlihat seperti membayangkan sesuatu yang sangat menyenangkan, jika melihat wajahnya.
"Tapi kamu yah yang bayar," ucap Franc tersenyum memperlihatkan gigi ginsul miliknya membuatnya terlihat manis dan sangat cantik.
"Iya, iya. Tidak masalah karena hari ini kamu membuatku bahagia," ucap Star.
Tak lama mereka sudah sampai di kanting, duduk disalah satu meja sambil menunggu pesanan mereka. "Franc kamu gak bohong kan?" tanya Star memastikan sahabatnya tidak sedang membohongi dirinya.
Mendengar apa yang di katakan sahabatnya Frnac menjawab tanpa mengalihkan perhatiannya dari handphone miliknya.
"ummmm. Pulang kuliah kau bisa melihatnya sendiri," ucap Franc sambil bermain game di handphone miliknya.
Setelah memastikan kembali ucapan sahabatnya. Dia sudah yakin sahabatnya tidak sedang membohongi dia. "Waoohhh. Aku benar benar tidak sabar Franc," ucap Star masih dengan tersenyum manis.
#continue πππ...................
...Like πππ readers harapan author...
...comments πππreaders harapan author...
......................
...----------------...
...****************...
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
__ADS_1