
Dikamar Mama Rena dan Papa Alberta. Mama Rena terlihat mandar mandir didepan sofa menelpon seseorang.
Papa Alberta yang melihat istrinya terus mandar mandir seperti setrika jadi pusing dan kesal, tapi tak berani memarahi Mama Rena, karena bisa bisa dia akan tidur diluar.
Papa Alberta yang semakin kesal melihat istrinya mondar mandir, ia pun berucap, "Aduh, Ma. Berhenti mondar mandir, sini tidur," ucapnya menahan kekesalan memanggil istrinya. naik keranjang.
Mama Rena tak menghiraukan ucapan Papa Alberta masih sibuk mondar mandir menelpon, dan mengomel tak jelas. "Ini Vino sama Vano kemana sih kok tidak jawab telpon."
Mama Rena sangat kesal, karena Vano maupun Vino dari tadi di telpon tak ada satupun yang mengangkat.
"Ma mungkin Vano sama Vino sedang mengantar kekasih mereka pulang," ucap Papa Alberta kembali.
"Lagian mereka udah besar, tidak usah terlalu memikirkan mereka," lanjut Papa Alberta.
"Kalau gitu Papa tidur sendiri aja, Mama mau-" ucapan Mama Rena terpotong saat merasa tubuhnya terbang
Papa Alberta yang sudah mengantuk tapi tak bisa tidur jika istrinya tidak ada disampingnya. Akhirnya Papa Alberta turun, berjalan mendekati istrinya dan langsung mengangkat Mama Rena kedalam gendongannya.
" Haa. Papa," teriak Mama Rena.
"Enak saja tidur sendiri. Mama kan tau kalau Papa mau tidur harus peluk Mama," ucap Papa Alberta meletakkan Mama Rena di atas ranjang lalu dia naik tertidur memeluk Mama Rena.
"Tapi Pa. Papa kan tau bagaiamana kalau anak Papa, Vano dan Vino marah. Mereka kalau marah dan cemburu bisa seperti Papa, Mma hanya takut saja Pa jan-" ucap Mama Rena terpotong dengan ucapan dari Papa Alberta.
"Apa Mama menyesalinya?, Maaf," ucap papa Alberta dengan nada sedikit menyesal dan bersalah.
Mendengar ucapan Papa Alberta, Mama Rena berbalik menghadap Papa Alberta lalu mengakup wajah Papa Alberta. "Sttt Papa itu ngomong apa sih, yang gak lah mama tidak menyesal, Mama hanya takut saja."
"Terima kasih. Percaya sama Papa, jika sampai mereka melakukan kesalahan, Papa yang akan hukum mereka," ucap Papa Alberta dan membalas pelukan istrinya.
"Iya udah," ucap Mama Rena mengalah dan tidur di pelukan suaminya.
Suami istri itu tertidur dengan salin memberikan kehangatan satu sama lain.
Dilain tempat Vano membawah Franc kesalah satu Villa milik keluarganya.
Vano membawah Frnac masuk kedalam Vila. Franc yang tak mengerti bertanya, "Pak kita kenapa kesini?, dan ini Vila siapa?"
Vano tak menghiraukan pertanyaan Frnac, dan terus menarik tangan Franc menaiki tangga, menuju salah satu kamar.
Vano berjalan kearah ranjang yang berukuran king size mendudukkan Franc di bibir ranjang.
Franc mulai merasa sedikit was was saat Vano mengangkat kakinya keatas lalu dirinya ikut merangkak naik keatas ranjang.
__ADS_1
"Bapak mau ngapain?" tanya Franc mundur.
Vano merangkak naik keatas ranjang tanpa menghiraukan pertanyaan Franc.
Franc terus mundur. "Pak Vino, jangan macam macam. Kalau tidak- ahhh," ucap Franc memperingatkan Vano tapi dirinya hampir terjungkal kebelakang karena terus mundur.
Vano menarik Franc kembali ke tengah ranjang dan menidurkannya.
Franc merasa sangat takut, takut Vino melakukan sesuatu lebih seperti saat mereka di kamar hotel. "Bapak, jangan macam- "
Vano langsung menyerga ucapan Franc, "Ssstt diam. Kalau tidak apa yang kamu pikirkan akan terjadi."
Vano berbaring disamping Franc. Franc bergeser ke sisi lain ranjang memberi jarak diantara mereka.
"Sini," ucap Vano menarik Franc masuk kedalam pelukannya.
Frnac berusaha lepas dari pelukan Vano karena merasa kurang nyaman berada di pelukan Vano. "Pak, tolong lepas."
"Aku bilang diam. jangan sampai yang dibawah sana terbangun, karena jika dia terbangun maka kamu harus bertanggung jawab menidurkannya," ucap Vano.
Franc yang terus memberontak ingin lepas hingga beberapa kali pa** Franc menyentuh Vano junior.
"Memangnya di sini ada orang selain kita?" tanya Franc polos, penasaran pasalnya sejak saat mereka datang tak ada satu orang pun yang dia lihat.
Karena posisi Frnac sekarang yang berada didalam pelukannya dengan mendongakkan kepalanya keatas, membuat Vano menahan sesuatu yang membuat dia sedikit tidak nyaman. Bagaimana tidak hembusan nafas Franc pas mengenai kulit lehernya.
"Tutup matamu," lanjut Vino meminta Franc menutup matanya.
Tapi Franc tak mendengar dan terus bertanyak
"Tapi Pak di mana dia?, Kolok aku gak liat," ucap Franc yang masih penasaran maksud Vano tadi.
karena franc tak mau diam Vano menarik tangan Franc masuk kedalam selimut.
"Ahhh. It-itu," ucap Franc kaget.
"Kenapa keras, apa itu," ucap Frnac masih dengan wajah polos terkejutnya.
Vano tak menjawab kembali menarik Franc untuk tidur kembali.
"Ayo tidur," ucap Vano menarik tangan Franc.
"Tapi Pak itu tadi apa ya?" tanyak Franc masih penasaran dengan apa yang dia pegang tadi.
__ADS_1
"Kamu ingin tau dan melihatnya," ucap Vano menaik turunkan Alisnya.
"Iya, ee tidak, tapi apa itu menyeramkan," ucap Franc takut tapi juga penasaran.
"Tidak. Tapi kalau kamu sudah melihatnya maka kamu harus menidurkannya. Apa kamu mau?" ucap Vano dengan Senyuman yang tak biasa.
"Sepertinya itu tidak bagus. Jadi aku tidak mau melihatnya". Ucap Franc yang tak ingin melihatnya, setelah melihat senyuman Vano yang menakutkan baginya.
"Kalau begitu tidurlah," ucap Vano memeluk Franc dan Franc hanya bisa pasrah saja.
Pagi menyapa dengan sinar mentari mulai masuk kesetiap lubang dan jendela kamar.
Di kamar hotel di tempat pesta berlangsung seorang pria membuka matanya perlahan dan mendapati ada wajah cantik di hadapannya.
"Aku tak tau kenapa aku marah saat melihatmu bersama dengan pria lain. Aku juga tak tau kenapa aku seperti ini," ucap pria itu.
"Dan ini yang membuatku candu, dan ingin terus ku coba lagi dan lagi," lanjutnya lagi, mengecup kembali bibir wanita yang ada di dekapannya.
Melihat wanita yang ada di depannya mulai menggeliat dia kembali menutup matanya dan berpura pura tidur kembali.
"Uhmm," ucap gadis itu saat merasa ada ornag yang menganggu tidurnya.
Perlahan wanita itu membuka matanya sedikit demi sedikit. "Aku dimana?, Kenapa perut ku sangat berat dan badanku, juga kenapa sangat sakit seakan akan diremuk."
Dia merasakan tubuhnya sakit dan perutnya seperti sedang tertimpah beban berat.
Wanita tersebut berusaha mengumpulkan nyawanya kembali, membuka mata secara perlahan. "Aahh kamu kenapa ada disini," teriaknya kaget melihat seorang pria ada disampingnya.
"Sttt diam. Kalau tidak kita akan mengulang yang semalam."
#****continue ππππ
...Like πππ readers harapan author...
...comments πππ readers harapan author...
...see you bay bay...
...Sarangeβ€...
...----------------...
......................
__ADS_1
...****************...
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦****...