
"Gimana bukan kah kamu sangat suka?, Jika ada wanita cantik membuka celanamu," ucap orang itu yang ternyata adalaah seorang wanita cantik.
Wanita bertopeng itu berjongkok di depan Pria yang sudah memiliki luka memar di beberapa tubuhnya. Wanita bertopeng macan itu menjulurkan tangannya yang memegang belati kedepan. Pria yang ada di hadapannya ketakutan setengah mati.
"To-tolong. tida- " ucapnya terpotong berganti teriakan kesakitan.
"Ahhhhhhhhhh," teriak Pria itu
Wanita bertopeng membuka celana Pria itu dengan belatinya. Dan saat membuka, belatihnya itu bukan hanya merobek celananya tapi juga berobek berutnya.
Dengan muka polos wanita bertopeng itu bertanya, "Kenapa?, Apa, kah aku terlalu lembut membuka celanamu hingga kamu berteriak keenakan."
wanita bertopeng itu melirik ke sampingnya, memberikan perintah pada pria yang berbaju hitam untuk membuka celana Pria itu.
Orissa yang berdiri dibelakang berjalan kedepan, Melepas celana Pria malang itu.
Pria itu benar benar dibuat telanjang oleh Wanita Bertopeng. Wanita bertopeng seakan melihat mainan baru matanya berbinar. "Wahhh. ini, kah yang sering kali kamu banggakan bahkan?, Ini juga yang seringkali membuat banyak wanita berteriak. Entah itu teriakan kesakitan, teriakan ketakutan atau teriakan yang lainnya aku tidak tau. Tapi yang pernah aku dengar kamu sangat suka memberikan ini untuk dimakan oleh perempuan?"
Wanita bertopeng memainkan belatihnya di atas sosis milik Pria itu. Bahkan sekali kali dia menekang belatihnya membuat Pria itu merintih kesakitan. Tapi tidak dengan wanita bertopeng dia tersenyum puas.
"Kamu tau?, Ada loh perempuan yang sangat suka makan sosis Pria namanya itu berry. Sosis Pria adalah salah satu makanan kesukaannya. Bagaiamana kalaau kamu memberikan ini padanya?, Pasti dia akan sangat senang dan bahagia," ucap Wanita Bertopeng.
Wanita Bertopeng mengarahkan belatihnya pangkal sosis Pria itu. "Tidak ja-jangan. To-tolong ak-aku" (terputus putus putus).
"Ahhhhhhhhh," teriaknya setelah belati Wanita Bertopeng memutuskan sosisnya.
Wanita Bertopeng pura pura sedih dengan berucap, "Ups Putus."
Pria yang berdiri di belakang menyaksikan langsung bagaimana pemimpin mereka melakukan itu semua bergedik ngeri bahkan. Mereka memegang aset mereka.
Wanita Bertopeng melihat Pria yang sudah dia siksa langsung pingsan. "Dasar. begitu saja langsung pingsan terkapar sok sok, an mau jadi penjahat wanita. Pria tidak beguna."
Kedua wanita bertopeng melangkah keluar dari ruangan itu. "Urus dia dan beriakan sosisnya pada berry dan katakan pada dari momnya. Hadia untuknya karena sudah jadi Ibu."
Berry adalah jenis hewan Singa. Berry adalah salah satu hewan kesayangan wanita bertopeng.
Para pria berbaju hitam langsung membersihkan apa yang diperintah oleh pemimpin mereka. "Aku merasakan sakitnya tadi."
"Nona memang tak pernah suka bermain lama," timpal yang lainnya.
.
"Benar benar ngeri," timpal yang lainnya.
Dikediaman Alberta terlihat ada seorang wanita paruh bayah yang sedang marah pada anaknya.
__ADS_1
Wanita paruh bayah itu memarahi anaknya. "Mama tidak mau tau. Jika kalian tidak membawah pasangan saat acara oppaa kalian. Mama yang akan mencarikan pasangan untuk kalian."
"Kalian itu mau sampai kapan melajang?, Teman teman Mama udah pada gendong cucu. Sedangakan mama menantu saja tidak punya apa lagi cucu. Padahal mama punya dua orang putra yang tampan. Malang sekali nasib wanita tua ini." ucap seorang wanita paruh bayah mendramatis keadaan.
Dua orang pria mudah saling pandang lalu bersama sama melirik pria paruh payah yang duduk di hadapan mereka. Tapi Pria paruh bayah itu terlihat berpura pura tidak melihat dan fokus menikmati makanannya.
"Dasar pria tua. Sengaja itu pasti pura pura tidak lihat takut diminta tolongin," bating salah satu pria mudah.
"Dosa tidak sih kalau kita berdoa agar Mama itu terbentur kepalanya dan melupakan masalah tentang pernikahan," batin pria muda yang satu lagi.
"Devano. Devino. Dengar tidak. Mama bilang apa," geram wanita paruh bayah Mama dari Devano dan Devino.
Devano Alberta putra sulung keluarga Alberta. Pria yang memiliki paras sempurna bak dewa dewa yunani. Dia berusia 30 tapi tidak dengan wajahnya yang masih terlihat tampan dan muda. Vano seorang Dosen,dia juga pemilik perusahaan terbesar di negara A. Devano memiliki sifat dingin tapi tidak jika bersama keluarganya.
Devino adik dari Devano putra kedua dari keluarga Alberta. sama seperti kakaknya Vino memiliki paras yang sempurna dengan sifat yang lebih dingin dari sang kakak tapi lebih hangat jika bersama dengan orang dicintainya. Apalagi jika terhadap wanita. Vino juga seorang CEO dari perusahaan milik dia sendiri, dan umur Vino hanya beda 2 tahun dari sang kakak yaitu 28 dan mereka masih sama sama beta dengan status lajang.
"Iya Mama. Dengar," ucapnya Vano dan Vino barengan.
"Baguslah kalau dengar. aingat ya Mama tidak main main jika kalian tidak membawah calon menantu buat Mama. Mama yang akan carikan sendiri dan kalian tidak bisa menolak," ucap Mama Rena menginggatkan putranya.
"Baiklah ma. Tapi Vano punya syarat," jawab Vano mengajuhkan syarat pada Sang Mama.
"Syarat apa?" ucap Mama Rena.
"Setelah Vano menikah. Vano ingin tinggal di Apartemen berdua. Ya jika Mama setujuh. Kalau tidak Vano tidak akan menikah. bagaimana?" ucapnya santai kepada Sang Mama.
"Aku setujuh jika menikah. tapi maaf, jika soal cucu itu tidak mungkin". batin Vano tersenyum.
Tak ada lagi obrolan antar ibu dan anak itu semua orang kembali makan makanan mereka.
Setelah selesai makan semua orang masuk kekamar mereka untuk istirahat.
Pintu kamar Vano di buka oleh seseorang. Dan orang itu adalah Vino yang datang ke kamar Sang Kakak karena masih penasaran dengan ucapan kakaknya tadi saat makan malam.
Vano yang tau kenapa Vino datang kekamarnya langsung berkata, "Apa kamu kesini untuk bertanya soal pernikahan."
Vino yang memang datang untuk bertanya hal itu, berkata, "Iya. Memang benar kak. Kakak mau nikah?"
"Iya," jawab Vano singkat tanpa melihat kearah adiknya dan masih fokus pada map yang ada ditangannya.
"Sama siapa?, Setau aku Kakak tidak punya kekasih deh," ucap Vino berjalan kearah sofa.
"Mahasiswi di kampus aku mengajar," jawab Vino santai.
Vino sampai menganga mendengar apa yang baru saja kakaknya katakan. "hah."
__ADS_1
"Aku akan menikahinya dengan sebuah perjanjian dengan begitu Mama akan berhenti ngomel soal pernihakan," ucap Vano menutup map yang ada ditangannya.
"Memangnya dia mau?" tanyak Vino.
"Kenapa dia tidak mau. Aku tampan dan kaya jadi tidak ada alasan untuk dia menolak diriku dan jika dia tidak mau maka dia harus mau," ucapnya sombong.
"oh, kalau gitu apa masih ada mahasiswimu yang bisa aku jadikan istri kontraku juga". Ucap Vino yang hanya ber Oh saja, tapi giliran Vano yang terkejut mendengar kalimat Vino selanjutnya.
Sama seperti reaksi Vino tadi, Vano menganga dengan wajah yang sulit percaya yang dia dengar dari mulut adiknya.
"Hah," reaksi Vano.
"Iya. kamu tidak dengar Mama bilang apa tadi.KALIAN, jadi itu berarti termasuk aku. Aku juga tidak mau kali dijodohkan dengan wanita yang punya muka tebal."jawabnya santai.
Vano menatap langit langit kamar dan terdengar suara tertawa. "hahaha ha buahaha."
Vano tertawa karena menghayalkan adiknya bersama dengan wanita yang mukanya memilki ketebalan yang mencapai 10cm karena make up. Vino yang melihat Kakaknya tertawa kesal. "Tidak usah ketawa deh. Ada tidak yang bisa ku jadikan istri kontrak."
"Tapi aku tidak mau yah perempuan yang seperti ulat ulat bulu yang berusaha mendekatiku di luaran sana,"lanjutnya.
"Ada.kamu tenang aja. Besok siang kita ketemu di Mall saja dan dari sana kita langsung ketempat acara," Ucap Vano sembari berjalan kearah ranjang.
"Baiklah," ucap Vino yang juga berjalan kearah pintu
****************
"Ini apa pak." ucap Franc.
"Baca saja," ucap Vano.
"Ini tidak bisa seperti ini donk pak." protes Franc.
"Iya pak ini tidak bisa seperti ini," timpal Star.
#continue 👋👉👉👉
...Like 👍👍👍 readers harapan author...
...comments 👇👇👇 readers harapan author...
...see you bay bay...
...----------------...
......................
__ADS_1
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...