LOVE The MAFIA

LOVE The MAFIA
Bab 23


__ADS_3

Dua mobil baru saja terparkir didepan sebuah bangunan rumah mewah, dari dalam setiap mobil keluar seorang wanita cantik.


Mereka berdua berjalan kearah pintu, memencet bel pintu.


Pintu terbuka dan terlihat seorang wanita paruh bayah keluar.


Dua wanita itu adalah Merlin dan Rosa yang datang kerumah Selin .


"Apa, Selin ada?" tanya Merlin ke wanita paruh bayah yang membukakan pintu untuk mereka.


"Ada, Non Merlin. Nona Selin ada di dalam kamarnya. Silahkan masuk, Non," ucap Wanita paruh bayah, ialah pengasuh Selin sejak kecil.


Merlin dan Rosa masuk kedalam, melangkah menaiki tangga menuju lantai atas dimana kamar Selin . Sampai didepan kamar Selin , Merlin mengetuk pintu.


Tok, tok, tok.


"Sel, Sel, Selin ini aku, Merlin dan Rosa," ucap Merlin dari luar pintu.


"Masuk aja pintunya tidak, Gue kunci," ucap Selin dari dalam kamar.


Merlin dan Rosa membuka pintu, berjalan masuk kedalam kamar. Melin dan rosa berjalan kearah sofa.


"Sel, mau ikut jalan jalan gak?" ucap Rosa duduk di sofa mengajak Selin keluar menikmati Weekend.


"Kemana?, kebetulan aku lagi bosan banget ini," ucap Selin yang duduk diatas ranjang.


"Gimana kalau kita Shopping Sel," ucap Melin memberikan idenya.


"Ide bagus itu," ucap Selin .


"Yah udah kita shopping. Tunggu sebentar aku siap siap dulu," lanjut Selin dan langsung bangkit dari tempat tidur untuk bersiap siap.


"Ayo," ucap Selin setelah beberapa saat bersiap.


Mereka keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah.


"Kita mau shopping dimana ini?" tanya rosa yang mengemudikan mobil.


"Bagaimana kalau kita ke Mall tempat tongkrongan kita saja," ucap Selin yang berada di samping job kemudi.


"Ok. Sudah siap semua kita Happens," ucap Selin bersorak di samping kemudi.


"Siap donk," ucap Merlin dan Rosa barengan dengan mengangkat tangan keatas.


Mobil mereka melaju membelai jalan raya dengan cerita dan musik nyanyian mereka sendiri.


Disisi lain di rumah kediaman Alberta, terlihat dari arah pintu gerbang masuk dua mobil Sport yang sedang melaju kearah pintu utama.


Mobil Sport terparkir dengan sangat baik dan elegan, sesaat kemudian pintu mobil bagian kemudi terbuka keatas, terlihat pria dengan paras yang sempurna turun dari masing masing mobil dengan kharisma yang menyeruak.


Dua pria itu ternyata Vano dan Vino. Mereka mengelilingi mobil bagian depan ke sisi pintu penumpang, membuka pintu keatas lalu mengulurkan tangannya masuk kedalam mobil.


Wanita yang berada di mobil depan menerima uluran tangan Vano tanpa drama, tapi beda dengan wanita yang ada di mobil bagian belakang.

__ADS_1


"Ini apaan," ucap Wanita itu menjauhkan tangan Vino dan keluar tanpa dosa.


"Kamu kenapa?, Kenapa mukanya merah begitu?," tanyak Si wanita yang ternyata Star.


Star menoleh dan melihat muka pria yang ada di depannya sangat merah.


"Tidak ada. Ayo masuk," ucap Vino.


Vino dengan berusaha menahan kekesalannya terhadap Star.


"Kamu ingatlah sekarang kita ada di rumahku, dan kamu juga sedang menjadi pacarku. Jadi bersikaplah selayaknya seorang kekasih pada umumnya," uca Vano yang juga membawah Franc masukkedalam rumahnya.


Vano dan Vino membawah Star dan Franc ke ruang tamu disana juga ada Mama Rena yang seperti nya sudah siap pergi.


"Mam, Mama," ucap Vano memanggil Mamanya setelah dekat dari ruang tamu.


Mendengar ada yang memanggilnya, Mama Rena lantas berbalik kebelakang.


"Hallo, Ma," ucap ucap Franc dan Star sopan.


Melihat Star dan Franc sudah datang, Mama Rena bangkit dari duduknya, berdiri untuk menyambut kedatangan Franc dan Star.


"Eee calon mantu Mama dah datang, Ayo masuk dulu," ucap Mama Rena menyambut kedatangan kedua calon menantunya.


Mama Rena menuntung Franc dan Star kesofa untuk duduk terlebih dahulu, sedang Vino dan Vano masih berdiri mematung.


"Kebiasaan deh," ucap keduanya tapi tidak dihiraukan oleh Mama Rena yang sudah duduk di sofa.


Vano dan Vino ikut berjalan dan duduk di sana.


"Ma ada apa yah?, kata Vano Mama manggil kita berdua," ucap Franc bertanya sesaat sudah lebih lama mengobrol ringan.


"Tidak ada sayang. Mama tadinya mau ngajak kalian belanja menemani Mama gitu, tapi kalian tidak datang," ucap Mama Rena yang memang tadinya berencana mengajak Franc dan Star ke swalayan menemaninya berbelanja sekalian memasak bersama.


Mendengar hal itu Star dan Franc jadi tak enak hati, karena kemarin malam mereka sudah berjanji, dan menerima undangan Mama Rena tapi mereka terlambat datang.


"Maaf Ma, soalnya kemarin malam kita ngerjain tugas kampus yang di berikan Vano di kampus kemarin, dan itu sangat banyak dan harus di selesaikan, soalnya besok harus dikumpulkan," ucap Franc meminta maaf dengan tulus, tapi tanpa dosa menjadikan Vano sebagai kambing hitam.


Mendengar hal itu Vano melongo tak percaya, dia sedang di kambing hitam kan di depannya sendiri, dan itu dilakukan seorang perempuan.


"Ohh jadi kalian tidak datang karena kemarin bergadang ngerjain tugas, kasihan sekali kalian," ucap Mama Rena yang merasa kasihan dengan calon menantunya yang harus begadang demi mengerjakan tugas.


Mama Rena mengalihkan pandangannya menatap Vano dengan tajam. "Vano, kenapa kamu memberikan tugas yang banyak, dengan jangka waktu yang mepet?, Liat mantu Mama harus begadang, kalau mereka sakit gimana?"


Saat Vano ingin menjelaskan dan membela diri dengan cepat dipotong oleh Franc.


"Vano tidak- " ucap Vano terpotong dengan ucapan Franc.


"Tidak apa kok Ma, namanya juga tugas mungkin Vano hanya profesional saja. Iyakan Sayang," ucap Franc menatap Vano dengan sudut bibirnya dia tarik sedikit keatas.


"Walau begitu dia tidak bisa memberikan tugas seperti itu dan harus di selesaikan dalam jangka waktu pendek," ucap Mama Rena membela Franc.


"Kamu dengar kan Vano," ucap Mama Rena pada Vano untuk tidak lagi memberi tugas yang banyak dan di selesaikan dalam waktu singkat.

__ADS_1


"Iya Ma, Vano dengar," ucap Vano pasrah.


"Awas yah kamu Franc, berani melimpahkan kesalahan mu kepadaku," batin Vano marah menatap pelaku dengan tajam tapi yang di tatap terlihat cuek bebek saja.


"Rasain siapa suruh sedikit dikit ngancam," batin Franc tersenyum puas akhirnya dia bisa membalas kekesalannya tahu pagi.


"Yah udah kalau gitu, gimana kalau sekrang aja, kita berangkat," ucap Star bersuara saat tadi diam saja.


"Maaf sayang, tapi Mama harus pergi dengan Papa Alberta," ucap Mama Rena meminta maaf karena Mama Rena harus pergi menemani papa Alberta.


"Ha itu tidak apa kok Ma. Aku dan Star juga akan pulang saja," ucap Franc yang sebenar juga tak ingin pergi karena masih lelah dan mengantuk.


"Tidak bisa begitu donk, kalian sudah datang gimana kalau kalian jalan jalan saja. Kencan gitu,"ucap Mama Rena memberi ide.


"Tidak usah Ma, pasti Vino masih banyak kerjaan jadi aku akan pulang saja. Iyakan sayang," ucap Star beralasan menolak karena dia juga masih sangat lelah dan mengantuk.


"Iya Ma. Vano juga pasti harus memeriksa tugas mahasiswa lainnya, iyakan sayang," ucap Franc ikut menimpali ucapan Star.


"Tidak ada. Aku tidak punya kerjaan. Lagi pula ini hari libur jadi kerjaan bisa di kerjakan besok di kantor," ucap Vino.


"Memeriksa tugas-tugas mahasiswa itu bisa dilakukan sebentar malam, jadi masih bisa jalan jalan," ucap Vano.


"Kalian dengarkan, mereka tidak sibuk kok jadi kalian pergi saja," ucap Mama Rena.


Tak ada alasan lagi mereka untuk tidak menerimanya. Mereka hanya bisa setujuh.


"Baiklah, Ma," ucap Franc dan Star menerima untuk mereka pergi jalan jalan.


Mereka pergi ke sebuah Mall terbesar disana, mereka jalan jalan dan berbelanja.


"Hai gadis cantik," ucap seorang pria menganggu dua orang gadis yang sedang duduk berdua.


"Memang yah kalau jodoh tak akan kemana," ucap teman Si pria.


Buuck.


"Beraninya dirimu menganggu dia lagi."


#******continue πŸ‘‹πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


...Like πŸ‘πŸ‘πŸ‘ readers harapan author...


...comments πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡ readers harapan author...


...see you bay bay...


...Sarange❀...


...----------------...


......................


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2