LOVE The MAFIA

LOVE The MAFIA
Bab 26


__ADS_3

Vano mengemudikan mobilnya membelai jalan raya dengan suasana hening cipta tanpa suara sedikitpun baik Vano maupun Franc.


Franc duduk di kursi penumpang samping Vano, menatap keluar jendela. Sedangkan Vano fokus pada jalanan mengemudikan mobil.


Franc yang mantap keluar jendela berbalik melihat kearah Vano, karena jalan yang di lalui bukan jalanan arah ke kosannya.


"Kita mau kemana?" tanya Franc menatap wajah Vano.


"Ikut saja," ucap Vano masih Fokus nyetir dan berapa kali melihat kearah belakang melalui kaca spion.


"Katakan dulu kita mau kemana- " ucap Franc terpotong kala Vano mengemudikan mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi.


"Ahhh. Pelang kan mobil nya," ucap Franc berteriak ketakutan dan berpegangan.


Teriakan Franc membuat fokus Vano pecah. Vano membungkam mulut Franc dengan tangannya, "Sttt. Diam lah," ucap Vano dengan melirik kebelakang.


Dibelakang Star menyadari mobil Vano berbelok kearah yang bukan jalan menuju ke kosannya.


"Mau kemana mereka?, itukan bukan jalan pulang ke kosan kami," tanya Star.


Vino tak menjawab Star, dia hanya fokus mengemudikan mobil, dan fokus pada mobil yang mengikutinya sedari keluar dari Mall.


Vino menambah kecepatan mobil, membuat Star berteriak takut.


"Aaaahhh," teriak Star berpegangan.


"Kenapa kamu mengemudikan mobil sangat cepat, pelangkan," ucap star berteriak agar Vino memelangkan laju mobil nya.


Vino tak menghiraukan teriakan Star dan terus menancap gas mobil nya mengikuti mobil Vano.


"Vino, pelangkan cepatan," ucap Star yang sangat takut saat Vino menambah kecepatan mobil.


Vino tidak menghiraukan Star, Vino juga terlihat mengambil sesuatu di balik jas yang dia kenakkan.


"Aaa itu apa, senjata," ucap Star berteriak saat melihat di tangan Vino ada senjata.


Vino yang mendengar dari tadi teriakan Star membuatnya pusing dan tak fokus. "Sttt diam kenapa kamu cerewet sekali," ucap Vino.


Star yang masih takut melihat senjata tak membuat dia terdiam dan terus bertanyak. "Tapi itu kenapa ada senjata," ucap Star bertanya kenapa ada senjata.


Vino tak menghiraukannya dan hanya fokus pada jalanan sesekali melihat kearah belakang melalui kaca spion depan mobil.


Star yang melihat Vino terus melihat belakang melalui Spion, berbalik melihat ada apa di belakang.


"Siapa mereka?" tanya Star melihat ada begitu banyak mobil yang mengikuti mereka dengan kecepatan yang tinggi.


Ponsel milik Vino berdering, Vino mengangkat telponnya setelah melihat siapa yang menelpon.


"Hallo, kak," ucap Vino saat sambungan terhubung.

__ADS_1


"Kamu cepat telpon Angga suruh dia membawa anak buah kita kenalan X ," Ucap Vano di seberang sana.


"Baik, Kak ," ucap Vino.


"Kamu juga ikuti mobil kakak dari belakang," ucap Vano lagi diseberang telpon.


Vano meminta Vino agar mengikuti mobil mereka dari belakang.


"Baiklah," jawab Vino.


Setelah mengatakan hal itu sambungan terputus, Vino memberikan Ponsel miliknya pada Star


Star yang bingung menatap Vino, kenapa dia memberikan ponselnya.


"Ini apa?," ucap Star bertanya dengan memegang hp Vino.


"Cari nomor atas nama angga, dan telpon dia, cepatan," ucap Vino dan masih fokus menyetir.


Star hanya mengangguk dan mencari nomor atas nama Angga seperti kata Vino, lalu menelponnya.


Begitu sambungan telpon tersambung Vino dengan cepat berkata, "Angga bawah semua anggota kearah jalan X, cepat," ucap Vino.


"Baik," jawab orang di seberang telpon


Sambungan keduanya terputus dan Vino mengemudikan mobilnya dengan kecepatan maksimal, dan itu membuat sebagian pengendara lainnya harus berhenti dan menepi.


"Ciitttt," suara rem dari mobil salah satu pengendara karena tiba tiba mobil di depannya berhenti.


orang itu tak berhenti membunyikan Klakson mobil agar segera melajukan mobilnya.


Piinn, piiinn, piinn.


"Ini kenapa sih. Kenapa mobilnya tidak jalan jalan dari tadi," ucapnya melepas sabuk pengaman dan keluar dari mobilnya.


Seorang wanita turun dari mobil berjalan kearah mobil di depannya, Wanita itu mengetuk beberapa kali pintu kaca mobil.


Karena wanita itu tak berhenti mengetuk ngetuk membuat orang yang ada didalam mobil kesal. Pintu Kaca jendela mobil terbuka secara perlahan menampakkan sosok pria tampan.


"Ohh jadi Lo. Pria Cemen," ucap wanita itu yang ialah Selin dan mobil di depannya adalah mobil Will.


"Ada apa," ucap Will dari dalam mobil.


"Ada apa?, Lo tau karena mobil Lo ini yang berhenti secara tiba tiba tanpa tanda, membuat mobil gue hampir menabrak mobil Lo," ucap Selin marah marah.


Will yang tak ingin mendengar ocehan Selin kembali menaikkan kaca mobilnya, tanpa menjawab Will kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata rata.


"Weeii, dasar cowok cemen," ucap selin meneriaki mobil Will.


Namun semuanya hanya sia sia saja karena mobil Will sudah sangat jauh.

__ADS_1


Teman teman selin yang ada di mobil berteriak memanggil Selin untuk kembali masuk kedalam mobil, karena mobil di belakang mereka tak berhenti membunyikan klakson.


"Selin, sudah aku cepatan naik, banyak mobil di belakang kita ini," ucap Rosa.


"Iya iya, tunggu,"ucap Selin dan berjalan kembali ke mobil nya.


"Awas aja, ketemu Gue lagi, ku pecak pecak juga baru tau rasa," ucap selin mengerutu sembari menyetir mobil.


Mobil Vano dan Vino berhenti di jalan X dimana jauh dari keramaian.


"Kamu jangan keluar dari mobil, tetap di sini paham!" ucap Vano menyuruh Franc agar tetap berada didalam mobil.


Franc hanya menganggukkan kepalanya, melihat hal itu Vano keluar dari mobil.


Vino juga keluar dari mobilnya dengan di tangannya satu senjata senjata api.


"Siapa kalian?" tanya Vano dengan aurah dingin dan tegas.


"Kalian mau apa?" tanya Vino dingin dan menatap pria yang ada didepan dengan tajam?


"Kalian tidak perlu tau siapa kami, dan kami hanya ingin nyawa kalian," ucap salah satu pria, pemimpin dari kelompok itu?


"Hahahahha kalau gitu ambilah," ucap Vano tertawa menantang pemimpin kelompok itu.


"Siapa mereka," ucap seorang pria yang berada di dalam mobil mengawasi dari kejauhan.


"Kenapa mereka menyerang mobil Vano dan Vino?"


"Apa mereka salah satu musuh Vano?"


"Mungkin saja'"


"Tapi apa itu saingan bisnisnya atau musuh dari dunia bawah."


"kita liat saja."


#continue πŸ‘‹πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


...Like πŸ‘πŸ‘πŸ‘ readers harapan author...


...comments πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡ readers harapan author...


...see you bay bay...


...Sarange❀...


...----------------...


......................

__ADS_1


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2