
Disalah satu meja duduk 4 orang Pria dan tak jauh dari meja mereka ada dua orang wanita yang duduk berdua.
"Bro, bro, bro. Liat deh wiiiss cewek bening tuh," ucap salah satu dari mereka.
"Mana ada cewek bening. Asal Lo tau ini ya, Bara. Tidak ada yang namanya cewek bening, yang ada cewek 10 cm," ucap Pria lainnya tanpa berbalik melihat meja wanita tersebut.
"Liat dulu bro baru Lo ngomong. Percaya deh ini tuh benaran bening. Ada dua lagi," ucap pria yang dipanggil Bara.
"Paling mereka juga sama dengan cewek cewek lain," ucap sombong pria yang duduk di depan Bara.
Karena temannya tak ingin menoleh, dia dengan kesal memutar kepala temannya. "Itu liat bening atau tidak?" tanya Bara.
"Dan Lo William tadi bilang apa?, Kalau mereka sama seperti cewek cewek lain?, Kalau begitu Gue tantang Lo ajak dia berdansa," ucpa Pria yang duduk didekat Bara.
"Dan gue akan ajak temannya berdansa. Bisa tidak?, lagi pula bukan kah Lo pernah bilang tidak ada yang bisa menolak pesonamu, sekarang waktunya lo tujukkin sama kita bertiga, ya gak Andi?" ucap Bara.
"Yoii men". ucap Andi sambil tersenyum mengejek.
"Kalau Gue berhasil, apa yang ku dapat?, Gue tidak mau yah bermain tanpa ada taruhannya," ucap Will.
"Baiklah jika Lo berhasil Mobil kesayangan gue buat lo," ucap Bara.
"Dan jika Lo kalah dan Gue yang berhasil, maka mobil kesayangan Lo jadi milik Gue, bagaiamana?" tantang Bara.
"Baiklah gue terima, Lo jual Gue beli," ucap Will memperhatikan targetnya.
"Siapa sih yang bisa menolak pesona seorang William Wijaya," ucap Will sombong.
"Sudah tidak usah banyak gaya tunjukkan saja pada kami, ya gak karan?" ucap Bara.
"Benar tuh," timpal Andi dan Karan.
Will dan Bara berdiri memperbaiki jas miliknya, lalu berjalan mendekati meja yang diduduki dua orang wanita cantik.
"Hmm, Hai gadis gadis cantik mau berdansa dengan kami," ucap Bara mengulurkan tangannya kedepan wanita tersebut yang ternyata adalah Star.
Will Cool mengulurkan tangan kedepan gadis yang duduk didekat Star dia adalah Franc. "Hai. Mau jadi teman dansaku."
Franc hanya menatap tangan Will tanpa ingin membalas uluran tangannya.
Will sedikit tertantang dan kesal pasalnya selama ini belum ada perempuan yang menolak dirinya dan sekarang dia ditolak bahkan didepan banyak orang.
Jika Franc tidak menanggapi uluran tangan Will berbeda dengan Star yang ingin menerima tawaran Bara.
Namun saat menjawab ingin menerima uluran tangan Bara ada suara seorang pria dari belakang.
"Tentu. Tidak," ucap Star dan Vino bersamaan.
__ADS_1
Vino berjalan melangkah dengan marah mendekati meja Star.
"Dia sudah memiliki pasangan jadi dia tidak akan menerimanya," ucap Vino dingin marah.
Bara tersenyum saat melihat Vino yang marah. "Oh ternyata cewek cantik ini milikmu."
"Iya kenapa?" ucap Vino marah.
Bara menunduk hingga wajahnya sangat dekat dengan wajah Star. Tidak. Hanya saja Nona secantik dia tidak pantas bersama dengan pria robot sepertimu, Nona cantik ini pantasnya bersama denganku," ucap Bara melirik Vino.
"Maksud kamu apa ha," ucap Vino menarik lengan Bara
Vino ingin memukul Bara tapi terhenti karena suara pukulan lebuh dulu terdengar dari sampingnya.
Buuuck
Buuuck
Buuuck
"Beraninya dirimu menyentuhnya," ucap Vano marah.
"Kenapa apa dia kekasih mu?" ucap Will yang masih terduduk di lantai.
Will menarik sudut bibirnya melihat kearaha Franc. "Kasihan sekali kamu, Nona. Kenapa ingin bersama pria sepertinya."
Mendengar hal itu Vano semakin dibuat marah dan ingin kembali melayangkan pukulan tapi lebih dulu di tahan oleh Franc.
"Lepas," ucap Vano tegas meminta Franc melepasnya.
"Tidak," ucap Franc memegang tangan Vano.
"Apa kamu sedang melindunginya," ucap Vano sangat marah karena merasa Frnac membela pria yang ada di hadapannya.
Franc tak menjawab pertanyaan Vano, dia melangkah kearah Will.
Will melihat hal tersebut tersenyum puas, dia melirik kearah Vano.
Vano terlihat tambah sangat marah namun sedetik kemudian situasi berbalik, Vano dengan Senyuman di bibirnya dan Will dengan amarah di matanya.
Plak
Plak
Dua kali suara tamparan bergema diruang pesta membuat semua orang terkejut.
"Itu untuk kelancangan mu yang sudah berani menyentuhku tanpa izinku," ucap Franc tegas dingin.
__ADS_1
Franc menatap dan mengarahkan jari telunjuknya dihadapan wajah Will dan dengan tegas mengatakan, "Dan satu hal lagi. Dia mau seperti apapun dirinya bukanlah urusanmu, mungkin dia buruk tetapi jika dibandingkan denganmu, dirinya jauh lebih baik, bahkan sangat jauh."
Franc berbalik, kembali kesisi Vano. Sedangkan Vano yang mendengar hal tersebut tersenyuman lebar.
"Nona kamu akan menyesal karena sudah melakukan ini," ucap Will dingin menatap Franc.
Melihat hal itu amarah Vano kembali memuncak dia ingin menghajar Will, tapi Will lebih dulu berbalik dan pergi dari pesta di ikuti teman temannya.
"Baiklah gadis cantik sampai jumpah. Uuummma," ucap Bara mendaratkan ciuman singkat di pipi Star.
Dan itu membuat Seseorang mengepalkan tangga dibalik gaun miliknya.
Sedang Vino melihat hal tersebut benar benar marah ingin mengejar Bara tapi di hentikan oleh mama Rena.
"Vino sudah kamu tidak usah kejar," ucap Mama Rena yang berdiri di samping Vano.
"Mohon maaf atas semua kejadian ini, tolong kembali nikmati hidangannya," ucap Opa.
Setelah kejadian itu Vano dan Vino membawah Franc dan Star pergi dari pesta.
Franc bingun kenapa mereka meninggalkan pesta, sebelum pestanya selesai, bertanya, "Kenapa kita meninggalkan pesta?"
Vano tidak menjawab hanya menatap Franc saja dengan tatapan tajam. Vano mengemudikan mobilnya meninggalkan lokasi pesta.
"Aduh, aduh lepas!, Sakit tau," ucap Star kesal karena tantangannya ditarik kasar oleh Vino.
"Auuhh. Kamu itu gila ya melemparku. Bagaimana kalau kepalaku terbentur dan aku geger otak, katakan," ringisnya saat Vino melempar Star masuk kedalam sebuah ruangan.
"Halo pak, Pak. Heemm."
#continue ππππ
...Like πππ readers harapan author...
...comments πππ readers harapan author...
...see you bay bay...
...Sarangeβ€...
...----------------...
......................
...****************...
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
__ADS_1