LOVE The MAFIA

LOVE The MAFIA
Bab 31


__ADS_3

Star langsung memarkir motornya. "Ayo turun."


Franc turun dari motor melepas helm yang dia pakai. "Akhirnya sampai juga."


Star melepas helm dan turun dari motor. "Yoi. Kita tidak terlambat. Record baru."


"Record baru apa, an?, Ini liat!. Tinggal 1 menit lagi kelas akan dimulai," ucap Franc memperlihatkan jam tangannya.


"Sudah, ah ayo masuk," ucap Franc berjalan masuk lebih dulu.


"Mau tinggal satu menit, kek. Satu detik, kek. Namanya tetap tidak telat," ucap Star mengejar Franc.


"Iya, Suka suka kamu saja, lah," ucap Franc.


Mereka berdua berjalan dengan tergesa gesa menuju kelas, karena sebentar lagi kelas akan dimulai.


Franc dan Star langsung masuk kelas begitu sampai. Franc duduk di kursinya dengan perasaan lega. "Untung dosennya belum datang."


Star yang duduk di sebelahnya tiba tiba tertawa."Hahhaa."


Franc yang melihat itu bingun dan bertanya, "Kamu kenapa tertawa?"


"Tidak. Hanya merasa lucu saja," ucap Star tersenyum.


Franc mengerutkan keningnya bingun. "Lucu kenapa?"


"Iya lucu. Karena baru kali ini tidak ada diantara kita yang telat," ucap Star melirik Franc.


Franc dibuat dongkol dengan jawaban sahabatnya. "Ha."


"Iya, kan?, Biasanya, nih yah kalau bukan kita terlambat berdua maka salah satu dari kita pasti terlambat," jelas Star.


Franc yang merasa tidak ada yang lucu bertanya, "Lalu?"


"Lalu?, Tidak ada," jawab Star menyimpang tasnya.


"Dasar tidak nyambung," ucap Franc yang tidak mengerti.


obrolan merka berhenti di situ saja. Dosen pun datang dan langsung masuk.


"Selamat pagi," sapa Dosen yang baru masuk.


"Pagi Pak," ucap mahasiswa lainnya.


Dosen itu mulai membawakan materi pelajarannya. Dan semua siswa memperhatikan.


................


Sebuah mobil Sport berwarna hitam memasuki pekarangan rumah mewah di tegah hutan.


Mobil terparkir pas didepan pintu utama. Dari dalam mobil seorang pria dengan badan besar keluar dari dalam mobil, berjalan ke pintu penumpang. " Silahkan Tuan."


Seorang Pria dengan paras yang tampan turun dari dalam mobil. Dia berdiri dengan tegak didepan pintu mobil. "Ayo turun!"


Dia memanggil seseroang untuk turun, tapi tidak ada orang yang terlihat keluar dari dalam mobil.


Pria itu menundukkan kembali kepalanya masuk kedalam mobil. "Kamu mau turun atau aku ledak, kan kamu bersama mobil ini," ucapnya penuh dengan penekanan.


Terlihat seorang wanita turun dari dalam mobil, yang ternyata adalah Selin.


"Good," ucap Pria itu yang ternyata Will.

__ADS_1


Begitu Selin keluar mobil Will, langsung menyeret tangan Selin berjalan masuk kedalam rumah mewah, yang merupakan rumah Will.


Selin memperhatikan sekitar dan terlihat begitu banyak pria berbadan besar dengan pakaian serba hitam dan di lengkapi dengan senjata.


Didepan pintu banyak perempuan dan Pria yang berdiri menyambut kedatangan kumiliki rumah. "Selamat datang Tuan."


Will tak menghiraukan ucapan mereka dan terus menyeret Selin menaiki tangga.


Selin yang terus diseret berusaha lepas. "Hmmm."


Will yang tidak suka dengan diskusi yang tidak seperti keinginannya jadi marah berbalik menatap Selin dengan tajam. "Diam!. Kalau tidak aku akan mengulingkanmu dari tangga," ucap Will menatap tajam Selin.


Selin yang mendengar dan melihat tatapan tajam Will seketika terdiam. Dan hsnya bisa pasrah diseret oleh Will.


Will terus menyeret Selin sampai didepan sebuah pintu kamar. Will membuka pintu kamar, dan kembali menyeret Selin masuk kedalam.


Selin dengan kasar di lempar keatas ranjanh, Will mengunci pintu kamar, menatap Selin dengan datar, ia berjalan kearah ranjang sedangkan Selin yang melihat hal itu menjadi takut dan mundur.


"Hmmm," ucap Selin menggelengkan kepalanya.


Will tetap melangkah terus mendekati ranjang tanpa menghiraukan Selin sama sekali. Selin yang ingin turun dari ranjang tapi tangannya lebih dulu dicekal oleh Will.


"Hmmm," ucap Selin terus menggelengkan kepalanya.


Will tak menjawab mengangkat tangannya keatas.


"Auhh ..." rintih Selin.


Will melepas lakban mulut Selin dengan menariknya kasar.


"Kenapa kamu membawaku kesini?" tanya Selin takut setelah lakban mulutnya dilepas.


"Kamu jangan macam macam," ucap Selin menutup tubuhnya dengan tangannya.


Will mendekatkan wajanya tanpa menjawab dan menghiraukan ucapan Selin. Selin hanya bisa terus mundur.


................


Di kampus kelas Franc dan Star sudah selesai, dosen pun sudah keluar dari kelas begitupun para mahasiswi lainnya.


Merlin dan Rosa juga keluar dari kelas tanpa menghiraukan Franc dan Star.


Star yang melihat itu menjadi bingun. "Tumbeng mereka tidak gangguin kita."


Franc yang membereskan bukunya menatap Star. "Siapa?" tanyanya tidak tau.


"Geng nenek lampir," ucap Star.


Franc hanya menjawab ber Oh ria saja. " Oh.Takut kali sama kamu."


"Baguslah. Tapi aku liat dari tadi mereka hanya berdua. Biasanya mereka bertiga, satunya kemana?" ucap Star yang tidak melihat Selin hari ini.


"Perhatian banget," ucap Franc menutup tasnya.


"Bukan itu masksud aku," ucap Star ingin menjelaskan.


Franc tersenyum. "Iya iya aku tau."


"Kemana, ya Nenek lampir jelek?" tanya Star yang penasaran kemana Selin.


"Tidak tau. Kenapa?, Kamu kangen ya?" ucap Franc menjahili temannya.

__ADS_1


"Apaan, sih. Ya tidak, lah. cuma heran saja Selin tidak pernah tidak datang ke kampus. Iya, kan?, Tiba tiba tidak masuk," ucap Star.


"Iya. Tapi kenapa kamu memikirkannya. Mungkin saja dia ada urusan, atau apa gitu. Kita tidak tau, kan!" ucap Franc berjalan keluar dari kelas.


"Iya juga sih. Sudahlah kenapa aku jadi mikirin itu Nenek lampir," ucap Star menyusul Franc.


Franc dan Star berjalan ke kantin untuk mengisi perut mereka sambil ngobrol.


"Hahaha," tawa Franc


Star yang melihat Franc tertawa kesal. "Idih tertawa. Bauh!"


"Bodoh. Hahaha," ucap Franc masih tertawa.


Di kantin, Rose dan Merlin sudah duduk disalah satu meja menunggu pesanan mereka.


"Selin kenapa ya?, Tidak biasanya, tuh anak tidak datang tidak ada kabar," ucap Rose.


"Aku juga bingun. Kenapa, tuh anak tidak masuk," timpal Merlin yang juga tidak tau ada apa dengan Selin.


"Apa dia sakit?" tanya Rose.


"Tidak tau. Tapi bisa jadi juga itu," ucap Merlin.


"Bagaimana kalau pulang kampus kita mampir ke rumahnya?, Siapa tau dia sakit atau apa," lanjut ucap Merlin.


"Iy sudah sebentar pulang kita singga di rumahnya. Semoga dia tidak sakit," ucap Rose setujui dengan Merlin.


"Soalnya tidak ada dia, tidak seru juga," lanjut Rose.


Merlin hanya menganggukan kepalanya saja. "Hmmm".


Di kamar Will, Selin terus mundur kebelakang dengan menutupi tubuhnya menggunakan tangannya.


"Tolong lepaskan aku. Aku akan menganti mobil mu. Tapi aku mohon lepaskan aku," ucap Selin ketakutan.


Will menatap Selin. " Kamu ingin menganti mobilku?"


Dengan cepat selin mengangguk. "Aku akan menganti mobilmu dengan yang baru. Tapi tolong lepaskan aku."


Will tersenyum. "Lalu Bagaimana kalau aku membuat ayahmu bangkrut?"


"Maksud kam- Ahh"


#********continue πŸ‘‹πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


...Like πŸ‘πŸ‘πŸ‘ readers harapan author...


...comments πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡ readers harapan author...


...see you bay bay...


...Sarange❀...


...----------------...


......................


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ**...

__ADS_1


__ADS_2