
Tok, tok, tok.
"Franc, Frnac. Apa kamu ada didalam," ujar Vano yang mengetuk pintu kosan Franc.
Frnac yang baru saja datang dan berganti pakaian, berjalan ke arah pintu.
"Iya. Tunggu sebentar," ujar Franc membukakan pintu untuk Vano.
Franc tersenyum menatap Vano. "Silahkan masuk dulu, Pak."
Vano melangkah masuk kedalam kosan Franc.
"Sebentar aku akan ambilkan minuman dulu. Bapak, duduk dulu," ujar Franc ingin pergi tapi tangannya di tahan oleh Vano.
Vano menatap Franc dengan intes. "Tadi kenapa kamu tiba-tiba pergi dari boutique?" tanya Vano.
" Ha, soal tadi saya minta maaf sekali, Pak, tapi saya sedang ada urusan lain. Makanya saya pergi tiba-tiba," ujar Franc berusaha tersenyum.
"Apa urusan yang kamu maksud adalah berkencan dengan seorang pria lain," ujar Vano dingin marah.
"Maksudnya?" tanya Franc mentapa wajah Vano yang tiba-tiba berubah menjadi merah padam.
"Siapa pria yang tadi?, Apa dia pacar kamu?" ujar Vano mentapa tajam Franc.
"Itu-" ujar Franc ingin menjelaskan tapi langsung diserga oleh Vano.
"Dengarkan aku baik-baik Franc. Aku tidak peduli dia pacar kamu atau bukan, yang harus kamu ingat bahwa kamu adalah milikku selamanya!" ujar Vano penuh penekanan di akhir kalimatnya.
Franc mengepalkan tangannya menatap Vano. "Kamu siapa?" tanya Franc dingin.
__ADS_1
"Maksud kamu?" tanya Vano menatap Franc lebih tajam mendengar ucapan Franc barusan.
Franc dengan cepat mengubah ekspresi wajahnya. "Ha, tidak. Tidak ada, Pak. Saya hanya bingun kenapa bapak tiba tiba seperti ini. Seperti bukan Bapak saja, makanya saja bertanya seperti itu," ujar Franc cepat.
Franc yang masih ditatap tajam oleh Vano, membuatnya gugup, takut Vano akan curiga padanya.
"Ha. Pak, apa boleh tangannya di lepas dulu?, kita duduk dulu membicarakan semuanya, capek kalau berdiri terus," ujar Franc mengalihkan fokus Vano.
"Ayo, Pak. Silahkan duduk," ujar Franc duduk di kursi.
Vano ikut duduk di kursi samping Franc, tapi tatapannya pada Franc masih sangat tajam.
"Biar saya jelaskan ya," ujar Franc berusaha untuk menenangkan Vano yang sudah emosi.
"Jadi mobil yang tadi Bapak liat adalah mobil orang yang pernah nolongin aku saat penculikan," ujar Franc.
"Bapak masih ingatkan?" tanya Franc pada Vano.
"Iya. Yang waktu itu, Bapak yang nganterin aku kerumah sakit," ujar Franc mengingatkan Vano kembali.
"Tapi bagaiamana dia bisa tau kamu?, apa kalian selama ini saling berhubungan?" tanya Vano menatap tajam Franc.
Franc menganggukan kepalanya membenarkan ucapan Vano. "Iya. Itu memang benar kami saling berhubungan."
Vano mengepalkan tangannya. "Coba ulang, kamu ngomong apa," ujar Vano marah.
"Bapak tenang dulu. Kami berhubungan karena kebetulan dia adalah sahabat saya saat masih kecil," ujar Franc menenangkan Vano.
"Sahabat?" tanya Vano.
__ADS_1
"Iya."
"Terus kenapa kamu pergi bersamanya, dan meninggalkan aku begitu saja?" tanya Vano tetap berusaha tidak lepas kendali.
"Karena dia menelpon aku dan mengatakan kalau dia sedang dalam keadaan darurat dan membutuhkan bantuan. Makanya aku pergi dengan terburu buru. Dan juga tidak mungkin, kan aku tolak. Dia sudah nyelamatin nyawa aku, masa aku tidak bisa membantunya," ujar Franc menjelaskan semuanya.
"Lalu sekarang dia ada di mana?" tanya Vano masih marah, walau ekspresinya sudah tak menunukkan kalau dia masih marah, tapi suaranya masih terdengar marah.
"Kenapa?" tanya Franc menatap Vano.
"Tidak ada. Saya hanya ingin bertemu dengannya dan mengucapkan terima kasih," ujar Vano.
"Tidak perlu, Pak. Aku sudah berterima kasih padanya," ujar Franc lagi dan tersenyum.
"Oiya, Pak. Sebaiknya Bapak pulang saja."
"Apa kamu- " ujar Vano yang kembali ingin marah tapi ucpanya langsung di serga Franc.
"Bapak jangan salah paham lagi, kalau saya sedang mengusir Bapak. Saya sama sekali tidak berniat mengusir Bapak. Tapi karena nanti malam Bapak akan melamar wanita yang Bapak cintai, dan juga ini sudah sore," ujar Franc cepat menjelaskan maksudnya.
"Bukankah tidak baik jika terlambat datang ke acara lamaran sendiri. Iya, kan?" ujar Franc.
"Heumm, kamu benar. Aku harus pulang dan tidak boleh datang terlambat," ujar Vano berdiri.
...#continue ......
...Haii, Readers jangan lupa dukungannya. ...
...Agar, Author juga semakin semangat update. ...
__ADS_1
...See you bay-bay. ...