LOVE The MAFIA

LOVE The MAFIA
Bab 14


__ADS_3

Di pinggir jalan terdapat bangunan mewah begitu banyak pengunjung.


Bangunan itu juga terdapat di atasnya sebuah nama Clubing On bertengker dengan indah dengan lampu kerlap kerlip yang menerangi.


Didalam club di salah satu meja ada empat seorang pria sedang duduk menikmati minuman dan disamping mereka sudah banyak wanita wanita seksi yang mengengilingi.


"Beraninya dia memukulku. Liat saja akan aku buat dia menyesal," ucap salah satu dari mereka yang tak lain Will.


Will merongo saku celananya mengeluarkan Ponsel miliknya. "Halo cari tau cewek yang sedang bersama Devano. Cepat aku tunggu."


Will langsung mematikan sambungan telpon tanpa mendengar jawaban dari seberang sana.


"Apa yang akan Lo lakuin?" tanyak Andi.


"Kalian akan tau," ucap Will tersenyum simpul dan kembali menandaskan minumannya.


"Apa Lo ingin merebut wanita yang menjadi kekasih Devano," tebak Karan.


Mendengar hal tersebut Will tersenyum kembali menyedorkan gelasnya kepada gadis yang sedang berdiri di dekatnya untuk mengisi gelasnya.


"Iya. Aku akan merebutnya dan wanita itu juga sudah berani menamparku di depan banyak orang," ucap Will marah.


Will sangat marah saat kembali mengingat kejadian dipesta. Dimana dirinya ditampar dua kali di depan semua orang dan dilakukan seorang perempuan.


"Tapi aku tidak yakin deh, Will," ucap Karan yang kurang yakin dengan rencana Will.


"Apa maksudmu," ucap Will marah.


"Selw, Men," ucap Andi mencoba menenangkan Will.


"Apa kau menantangku?" ucap Will yang masih marah tak terima ucapan Andy yang seperti meremehkannya.


"Apa ingin taruhan," ucap Karan tersenyum.


"Ini baru asik dan teman Gue. Bagaimana kalau taruhannya selama sebulan pendapatan perkapita perusahaan akan dikirim masuk ke rekenin pemenang. Setuju," ucap Andy.


"Baiklah," ucap Will tersenyum.


"Kalau begitu aku akan berada di pihak Lo Will. Bara Lo dipihak mana," timpal Andy bertanyak pada Bara ingin di pihak mana.


Andi kesal dan berteriak, karena Bara tak menyahut sama sekali.


"Woii. Lo mikirin apa sambil senyum senyum seperti itu," ucap Andi.


"Jangan bilang lo mikirin cewek itu," ucap Andi lagi.

__ADS_1


"Kok Lo tau, Nd. Apa Lo itu sebenarnya dukun, ya," ucap Bara.


"Enak saja itu mulut ngomon. Tidak ada dukun setampan Gue," ucap Andi kesal.


"Tapi benar Bar yang gue katakan?, Lo mikirin cewek adik Devano," ucap Andi kembali memastikan.


"Hmm. Lo benar gue sedang mikirin tuh cewek, apa lagi saat dia di bawah kungkungan gue sembari memanggil namaku dengan suara lembutnya, bweeuu," ucap Bara menatap lurus dan tersenyum membayangkan Star yang berada dibawah kunkungannya.


"Kalian tau kakinya dan punggungnya mulus banget dan tubuhnya, beuuii wangi bangat dah," lanjutnya lagi saat mengingat kaki jenjang dan punggung mulus Star.


"Apa!, Jangan bilang kalau lo akan menjadikan cewek Devino target Lo selanjutnya," ucap Karan.


"Yoi. Akan aku buat nona cantik itu menggila di bawah kungkunganku," ucap Bara ambisius meminum minumannya hingga tandas.


Tapi Andi salah fokus saat melihat kearah celana Bara yang terlihat mengembang.


"Bar celana Lo terlihat sesak," ucap Andi melihat celana bagian adik kecil Bara bersembunyi sesak.


"Hahahahaha. Bar, bar, bar. Bahkan hanya memikirkannya saja adik kecil lo bangun. Segitunya lo menginginkan tuh cewek," ucap Karan tertawa melihat celana Bara.


Mendengar hal itu Will juga penasaran ingin melihat siapa yang bisa membangunkan adik kecil milik Bara tanpa pemanasaan secara langsung.


"Benaran Bar coba kuliat. Buaahahaha. Ternyata benar," ucap Will yang juga ikut menertawakan Bara.


Mendengar teman temannya sedang menertawakan dirinya Bara menjadi kesal. Kesal pada dirinya sendiri karena tak bisa mengendalikan diri.


"Berhentilah tertawa," ucap Bara kesal.


"Baiklah. Tapi sepertinya adik kecil Lo harus mendapat makannya lebih dulu deh," ucap Andi menahan tawa.


Bara bangkit dari duduknya menarik salah satu perempuan yang sudah mereka sewa dan di persiapkan untuk menemani mereka.


Karan melihat kearah Will yang sedang meminum minumnya.


"Will apa lo juga mau," ucap Karan.


Mereka tinggal berdua saja, pasal nya Andi dan Bara sudah pergi untuk memberikan makan adik kecil mereka.


Will tak mendengar Karan dan hanya menatap kedepan dengan mengoyang goyang kan gelas nya di depan mukanya sambil bergumam, "Kamu akan kalah Devano."


"Devano kali ini kita akan liat. Siapa yang akan kalah kali ini dan akan aku pastikan kali ini kamu yang akan kalah," ucap Will.


................


Seorang pria menarik tangan seorang wanita masuk kedalam kamar hotel. "Bagian mana pria brengsek itu sentuh?, Katakan," ucap Pria itu yang ternyata Vano

__ADS_1


"Apa maksud, Bapak," ucap Frnac kesal karena Vano membawah dirinya seenaknya saja.


Vano mengkungkung Frnac di tembok, menatap Frnac dengan tajam, bahkan matanya sangat merah.


"Katakan bagian mana," ucapnya dingin menatap Frnac dengan tajam.


Franc tidak menjawab, Vano yang marah mencium tubuh Frnac. "Aahhh."


Franc merasa kesal dengan Vano yang menciumnya secara paksa.


Franc mendorong dada Vano sekuat tenaga menjauh sedikit. "Cukup Pak!, Ini sudah kelewatan. Bapak tak seharusnya melakukan ini. Karena ini sudah termasuk pelecehan," ucap Franc marah.


"Diperjanjikan kita, aku hanya jadi kekasih pura pura Pak Vino, jadi tolong!, Jangan seperti ini dan juga dia hanya menyentuh lengan ku saja," ucap Franc marah.


Setelah mengatakan hal tersebut Franc melangkah mendekati pintu keluar.


"Kamu mau kemana," ucap Vano menarik lengan Frnac.


Kepala Frnac terbentur di dada bidang Vano. "Auu. Lepas!, Aku mau pulang semuanya sudah selesai."


"Maksud kamu apa?, Semuanya sudah selesai. Ini belum selesai," ucap Vano marah kembali mendorong Franc ketembok.


"Belum bagaimana lagi sih Pak," ucap Franc menatap Vano.


Vano menatap Franc dengan intes, dan kembali menarik Frnac keluar dari kamar.


"Aauuhh Bapak mau membawaku kemana?"


#continue πŸ‘‹πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


...Like πŸ‘πŸ‘πŸ‘ readers harapan author...


...comments πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡ readers harapan author...


...see you bay bay...


...Sarange❀...


...----------------...


......................


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2