LOVE The MAFIA

LOVE The MAFIA
Bab 91


__ADS_3

"Baiklah, Papa beri kamu waktu sampai satu bulan untuk menyelesaikan semua ini, dan ... jika sampai kamu tidak bisa melakukannya maka Papa akan memberikan kepemimpinan itu pada adikmu, Albarta," ujar Papa Alberta, tegas.


"Tidak bisa begitu donk, Papa," protes Alberta saat mendengar Papanya akan memberikan kepemimpinannya pada sang Adik.


"Jika tidak ingin segera selesaikan semuanya, aku tidak ingin masalah ini sampai di ketahui public. Paham!" ujar Papa Alberta lagi, setelah itu ia keluar dari ruangan kantor Albarta.


Setelah kepergian sang Papa, Alberta menatap tajam adiknya yang tersenyum puas penuh kemenanhan.


"Aku tau kamu yang melakukan semua itu padaku kan?, mencampuri minumanku dengan obat sialan itu, iya kan?" ujar Alberta marah menatap adik.


Albarta tersenyum. "Itu benar," ujarnya santai tanpa beban.


"Brengsek kamu!" geram Alberta melayangkan pukulan pada Albarta namun untung Albarta masih bisa menghindari pukulan itu.


"Sttt, tenanglah Kakak ... mungkin Kakak lupa semuanya adil dalam perang dan cinta," ujar Albarta lagi dengan santai bahkan ia duduk di pinggir meja kerjanya sembari menatap datar sang Kakak.


"Kakak tau ( berdiri di depan Alberta ) ... aku tidak pernah menyaka kalau ternyata bibit Kakak unggul juga, sekali tembak langsung jadi, dan itu semua sangat menguntungkan diriku karena aku tidak usah berkerja untuk ke dua kalinya," ujar Albarta tersenyum.


Alberta mengeram marah, ia mengepalkan kedua tangannya. "Kamu jangan merasa senang dulu, karena aku tidak akan membiarkan kamu yang akan berkuasa, karena ke kekuasaan itu hanya milikku," ujar Alberta penuh ambisi dan amarah.

__ADS_1


Alberta tersenyum devil. "Kita liat," ujar Albarta lalu kembali duduk di kursi kebesarannya.


"Dan yah, pintu keluarnya berada di sebelah sana," ujar Albarta mengusir Kakaknya.


Alberta berbalik, namun terhenti saat mendengar suara barang terjatuh dari luar. Alberta mengambil pistol dari balik jasnya, begitu pun dengan Albarta bangkit dari kursinya berjalan mendekati pintu dengan memegang pistol.


"****," umpat orang itu lalu segera pergi dari sana sebelum ia ke tahuan menguping.


"Alda," ujar Albarta saat melihat punggung kekasihnya.


"Tangkap dia," ujar Albarta pada anak buahnya.


lif berhenti, Alda, keluar dari dalam lif, namun ia kembali berlari saat melihat anak buah Albarta mengejar dirinya.


"****, kemana Nona Alda," ujar anak buah Albarta saat kehilangan jejak Alda.


"Ayo cari semuanya jangan sampai lepas, kalau tidak Tuan Albarta akan menghabisi kita," ujar pemimpin mereka. Semua bodyguard berpencar dan mencari Alda.


Alda mengintip di balik tong sampah, melihat sekitar sudah aman ia buru-buru keluar dari tong sampai, dan lebih untungnya lagi saat keluar sebuah taksi lewat di depannya. "Taksi," panggil Alda, dan segera masuk ke dalam taksi.

__ADS_1


"Jalan X no. 12. Cepatan Pak," ujar Alda dengan napas ngos-ngosan.


"Baik, Mbak," ujar supir taksinya.


"Untung aku bisa lepas dari kejaran anak buah, Iblis itu. Aku harus segera pulang dan meminta Angel untuk segera pergi dari sini, nyawanya dan anaknya sedang dalam bahaya," ujar Alda pada dirinya sendiri, sembari terus mengatur napasnya.


"Pak, tolong lebih cepat," ujar Alda meminta agar supir taksinya menambah ke cepatannya.


"Baik, Nona," ujar supir taksinya menambah kecepatan.


...#continue ......


...See you the next Episode....


...Vote. ...


...Like....


...Comments....

__ADS_1


...Favorite-kan....


__ADS_2