LOVE The MAFIA

LOVE The MAFIA
Bab 101


__ADS_3

7 tahun kemudian, dua orang gadis cantik salin mengejar.


"Ma, tolong Anggi, Nama ( Star Purnama ) mau nangkap Kakak," ujar seorang gadis berusia 4 tahun, bersembunyi di balik kaki jenjang Mamanya.


"Gi, ayo keluar jangan sembunyi terus di belakang Mama," kesal gadis berusia 2 tahun, berusaha menarik tangan Kakaknya.


"Gak mau. Nanti kamu nangkap aku," ujar Anggi kecil, gadis 4 tahun.


"Minggil Ma, Nama, akan menyeret Kakak ke Grandpa," ujar Star kecil, gadis 2 tahun, meminta Angel menggir.


Angel menunduk. "Kenapa Kakaknya mau di seret sayang, ke Grandpa?" tanya Angel mengusap kepala putri bungsungnya.


"Kakak, Nakal," ujar Nama.


"Oh, nakal ..." sahut Angel, yang di anggukki oleh Nama.


"Kakak nakal kenapa?, cerita sama Mama biar Mama yang juga menghukum Kakak yang sudah membuat anak manis Mama ini kesal dan marah," ujar Angel.


"Kakak, mengambil coklat Adek, adahal Kakak punya coklat sendiri," ujar Nama marah.


"Oh, Kakak ngambil coklat Adek," ujar Angel mengganguk-angguk. Ia tak langsung menyalahkan putri sulungnya karena dia tau betul sifat putri bungsunya ini.


"Iya, Ma," sahut Nama.


"Bohong, Ma. Kakak ngak ngambil, Adek yang mau ambil coklat Kakak. karena coklat Adek udah abis," ujar Anggi mengatakan yang sebenarnya.


"Tapi Adek tadi sudah minta," ujar Nama bela diri.


"Kapan?" tanya Anggi.


"Saat Kakak mandi," jawab Nama, mengatakan yang sebenarnya juga.


"Memangnya Adek minta kayak gimana?" tanya seorang pria paruh bayah berjalan menghampiri mereka.


"Kakak, Adek minta coklatnya ya. Terlus aku jadi Kakak dan menjawab iya, ambil saja. Jadi Adek ambil, dan terus setelag Kakak keluar dari kamar mandi, Kakak langsung melebut oklat Adek," jelas Nama dengan menunjukkan wajah polosnya.


"Karena itu bukan oklat Adek. Dan Adek juga yang menjawab sendiri pertanyaan Adek kan?, jadi coklat ini bukan punya Adek karena Kakak tidak memberikannya," bantah Anggi tak ingin memberikan coklatnya.


"Biar pun itu sudah menjadi coklat Adek. Ayo berikan," ujar Star kecil.


"No way," tegas Anggi atau Franc kecil, tak ingin memberikan coklatnya.


"Ma ..." rengek Star kecil pada Mamanya.


"Maaaa ..." ujar Anggi menirukan regekan adiknya.


"Sudah, sudah jangan bertengkar. Dan untuk Adek bukankah Mama sudah membelikan coklat yang sama seperti Kakak kan?"


"Tapi sudah habis Ma," jawab Star memperlihatkan wajah memelasnya.

__ADS_1


"Jika sudah habis, ya sudah nanti lagi makan coklatnya saat ikut Mama belanja. Juga Adek tidak bisa maksa Kakak memberikan coklatnya, karena itu tidak baik. Dan ini bukan untuk Adek saja tapi untuk Kakak juga. Paham?" ujar Angel lembut tapi juga ada ketegasan disetiap ucapannya.


"Paham," sahut keduanya lirih.


"Ini, aku kasih coklat Kakak," ujar Anggil memberikan coklatanya pada Adeknya.


Star menatap Kakaknya dengan mata berbinar. "Benaran Kakak?"


"Iya. Tapi kalau kau tidak mau yah sudah," ujar Anggi menggoda Adeknya.


Dengan cepat Star kecil mengambil coklat di tangan Kakaknya. "Eh, Adek mau. Terima kasih Kakak cantikku," ujarnya kesenangan.


"Giliran ada maunya saja Kakak di kata cantik," gerutu Anggi, dan hanya di balas kekehan oleh Star kecil, memperlihatkan deretan gigi putihnya.


"Hehehehe ...."


Angel dan Tuan Wisman tertawa melihat tingkah kedua princess rumah mereka.


"Oiya, Pa, Angel pergi dulu ya," pamit Angel pada Tuan Wisman


"Ikut, Ma," sahut kedua putrinya semangat.


"No, sayang. Kalian di sini saja bersama Grandpa ya," bujuk Angel.


"Tidak mau. Mau ikut," kekeh Anggi.


"Kakak dengarkan Mama," tegas Angel tapi tetap lembut.


"Iya, Mama. Dan kata Mama janji itu harus di tepati," ujar Star ikut menyahuti ucapan Kakaknya.


"Ya, sudahlah Sayang, biarkan saja mereka ikut. Bukankah mereka juga sering ikut bersama denganmu saat mereka libur," timpal Tuan Wisman, meminta Angel membawah saja anak-anaknya, toh juga sudah sering di bawah ke markas, dan membuat mereka bahagia.


"Iya sih, Pa. Tapi tidak tau kenapa hari ini Angel tak ingin membawah mereka bersamaku. Jadi tolong Papa jaga mereka, Angel pergi dulu," ujar Angel, lalu langsung meleset pergi.


"Ma, Mamaaaa," teriak keduanya menangis.


"Princess, princess ( tahan Tuan Wisman ), Mama hanya sebentar kok. Jadi princess di sini aja ya temani Grandpa," bujuk Tuan Wisman memeluk cucu kesayangannya.


"Gak mau. Mau ikut Mama," ujar Anggi melepas pelukan Tuan Wisman, mengejar Mamanya, tapi mobil Angel terlanjur menjauh.


......................


"Bersiaplah target sudah mendekat," ujar seseorang di balik telpon.


"Baik, Tuan," sahut seorang pria berbadan besar.


"Sepertinya ada yang mengikuti aku," guman Angel melihat kebelakang.


Merasa di ikuti, Angel menambah kecepatan mobilnya.

__ADS_1


Brum


"Sepertinya dia menyadari keberadaan kita," guman teman pria berbadan besar yang barusan menerima telpon.


"Kejar," ujar pria berbadan besar.


Brum.


Mobil Angel melaju cepat begitupun beberapa mobil di depannya melaju cepat mengejar mobilnya. "Ternyata dugaan ku benar," tukasnya, menambah kecepatan laju mobilnya.


Ciittt.


Suara ban mobil yang di rem mati, begitu nyaring, bahan bisa di pastikan aspal pasti sangat panas dan mendalam jejak ban.


"Oh, ****. Ternyata sudah tersusun rapi," umpat Angel menatap mobil- mobil yang mengepung dirinya.


"Arrgghh ..." teriak Angel emosi.


"Aku mengirimkan sebuah lokasi cepat datang," ujar Angel menelpon kaki tangannya di Markas TG.


Seseorang turun dari atas mobil, Angel menatap intes orang itu, matanya tak berkedip. "A-A-Alberta ..." ujarnya terbat-bata, dari ucapannya ada sebuah amarah, kebencian, tapi juga sebuah ketakutan, takut dia datang ingin mengambil putrinya.


Tok.


Tok.


Tok.


"Turun," ujar Alberta, mengetuk pintu mobil.


Angel tersadar, lalu membuka pintu dengan sangat kasar membuat Alberta sedikit oleng. "Ada apa ini?, cepat suruh anak buahmu menyingkir dari jalanku," sarkas Angel, dingin.


Alberta kembali berdiri tegak. "Hallo, Honey, lama tak bertemu," ujarnya menatap Angel dari bawah ke atas.


Tangan Angel terkepal kuat, melihat sikap kurang ajar Alberta.


"Waoh, harus ku akui kau sangat berbeda sekarang. Sangat seksi," ujar Alberta menatap lapar Angel.


Melihat body gols Angel, dia berniat mendekati Angel dan menyentuhnya namun, Angel lebih dulu meludai wajah Alberta.


"Cui."


"Beraninya kau!!!" ujar Alberta marah, mengangkat tangannya ingin menampar Angel.


Plak.


Suara tamparan yang begitu keras membuat anak buah Alberta shock melihat Tuannya tersungkur ke aspal hanya dengan satu tamparan dari seorang wanita.


"Jangan pernah berani menyentuhku lagi dengan tangan kotor mu itu," sarkas Angel dengan dingin.

__ADS_1


#continue ....


__ADS_2