
Di lain ruangan, namun masih di tempat yang sama.
Seorang pria melempar, seorang wanita masuk kedalam sebuah kamar.
Kepala wanita itu terbentur di tembok kamar tapi pelaku sama sekali tak menghiraukannya.
Dia terlihat mengunci kamar lalu berjalan mendekati sang wanita.
Wanita itu bangkit dan mengusap keningnya yang terbentur "Auhh. Kamu gila yah kenapa kamu melemparku sakit tau gak. Bagaimana kalau aku geger otak."
Dia adalah Star dan Vino. Vino juga menarik tangan Star pergi dari pesta. Dia membawa Star kesalah satu kamar yang memang sudah di sewa oleh keluarganya.
Vino tak menghiraukan ucapan Star dan hanya menatapnya dengan tajam seperti singa yang sedang kelaparan.
Star mundur ketakutan saat melihat wajah Vino yang sangat marah dan berjalan mendekatinya. "Apa yang ingin kamu lakukan. Berhenti."
Vino tetap berjalan mendekatinya tanpa menghiraukan ucapan Star yang memintanya agar berhenti.
Star berjalan mundur hingga tubuhnya membentur tembok. Menyadari dirinya sudah terpojok, dia dengan cepat berfikir.
Star melihat kearah pintu, dan berfikir untuk melarikan diri dan keluar dari kamar ini.
Star dengan cepat mendorong Vano mengambil langkah seribu, tapi saat ingin membuka pintu, ternyata pintunya sudah dikunci.
Vino menarik Star kembali, melemparnya keatas ranjang. "Aduh, aduh, sttt,"
Star mengangkat kepalanya keatas, tapi saat mengangkat kepalanya wajah Vino sudah ada di depan wajahnya bahkan sangat dekat.
Vino menatap Star dengan tajam tanpa berkedip. Star langsung menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.
"Kam- , uuhmm. Lepas uuhmm, ahh," ucap Star terpotong saat Vino menciumnya.
Star berusaha melepas kan diri dari cengkeraman Vino tapi semuanya sia sia saja karena kekuatan Vino benar benar kuat.
Vino mencium Star semakin dalam dan semakin lembut hingga tanpa sadar Star ikut hanyut dalam permainan Vino.
Star secara perlahan membalas ciuman Vino. Keduanya hanyut di dalam ciuman mereka bahkan tanpa sadar mereka sudah setengah telanjang.
Vino melepas pangutan bibirnya dan berpindah tempat turun keleher Star.
Vino memberikan stempelnya dileher Star, membaut St at tanpa sengaja mengeluarkan suara mendayunya yang membuat Vino semakin gila di kuasai hasrat.
"Ahhh."
Vino semakin liar, tangannya pun tak tinggal diam.
Tangannya bermain di dua gunung kembar Star.
"Aahh," ucap Star kembali mengeluarkan suaranya saat tangan Vino meremas squisinya.
Vino memberikan gigitan di salah satu gunung kembarnya dan remasan di yang satunya lagi.
Star benar benar dibuat kalang kabut oleh Vino karena ini adalah kali pertamanya merasakan di sentuh oleh pria.
Vino terus turun menjelajahi setiap inci tubuh Star hingga sampa di puncak lembah dengan perlahan dia membuka penutup lembah milik Star.
__ADS_1
"Aaa," desah Star saat Vino memainkan lidahnya di bawah sana bahkan Star tanpa sadar semakin menekan kepala Vino.
"Aaa, Vino."
"Vino, Aaa."
Setelah Star mendapat pelepasan pertama, Vino mengangkat kepalanya ke atas melihat wajah star.
"Boleh aku melakukannya," ucap Vino meminta Izin dengan suara seraknya.
Star yang juga sudah dikuasai hasrat membuatnya hanya bisa menganggukkan kepalanya saja.
"Hmmm," ucap Star menganggukkan kepalanya.
Melihat hal itu Vino tanpa basa basi lagi mengarahkan senjata miliknya ke lubang lembah milik Star.
"Aahhh sak- sakit," ucap Star kesakitan saat merasa ada sesuatu seperti benda tumpul berusah menerobos dan menusuk dirinya.
"Vino sakit," ucap Star memegangi lengan Vino bahkan menancapkan kukunya di kulit Vino karena rasa sakit.
Vino tak memperdulikan tancapan kuku Star pada kulitnya dan masih berusaha menerobos masuk.
"Aaauuhh," teriak Star saat Vino berhasil menerobos masuk.
Dengan satu hentakan Vino berhasil menerobos masuk kedalam lembah milik Star.
Vino juga membiarkan senjata miliknya berdiam dan salin mengenal dengan lembah milik Star.
Vino kembali mencium bibir Star memberikan kembali rasa nyaman, agar Star relax dan bisa menikmati setiap permainan.
"Aaah," desahnya di selah ciumannya.
"Ahhh Vin, Vin, ahh enak," desah racau Star kembali.
Vino menambah ritme permainanya
"Ahhh Vino akkkuu, aahh vinn," racau Star yang akan mencapai puncak.
"Iya sebentar lagi," ucap Vino lebih mempercepat ritmenya.
Vino semakin menambah ritme permainannya dan bersama mencapai pelepasan bersama.
Permainan mereka berlangsung lama hingga beberapa saat mereka mencapai puncak.
"Ahhh," lengguh Star dan Vino bersama.
Vino langsung terkapar lemas setelah beberapa kali permainan, Vino memeluk Star mengecup keningnya.
................
Vano menarik tangan Franc keluar dari kamar hotel.
"Aduh Pak. Bapak mau bawah aku kemana?" tanya Franc mengikuti langkah Vano.
Vano tak menjawab, dan hanya menarik Franc terus, sampai diparkir.
__ADS_1
"Ayo masuk," ucap Vino menyuruh Franc untuk masuk kedalam mobil.
"Tapi Pak- auuhh," ucap Franc terpotong saat Vano menekang kepala Franc untuk masuk kedalam mobil.
Vano berjalan mengelilingi bagian depan mobil, dia membuka pintu mobil bagian depan job kemudi.
Vano masuk kedalam mobil, dan langsung tanca gas, meninggalkan tempat pesta.
"Pak Vano, sebenarnya mau bawah aku kemana?" tanya Frnac.
Vano tak menjawab pertanyaan Franc dan hanya fokus kedepan. Beberapa saat mobil Vano berhenti di depan sebuah bangunan mewah.
"Ayo, turun," ucap Vano mengulurkan tangannya kedepan Franc.
Franc keluar dari mobil tanpa menerima uluran tangan Vano
"Ngapain kita ke sini Pak, dan ini Vila siapa?" ucap Frnac keluar dari mobil dan melihat kearah sekeliling banguanan.
"Sudah, ayo masuk," ucap Vano menarik tangan Franc masuk kedalam Vila.
"Tapi, Pak. Ini kita dimana dan Vila siapa ini?" ucap Franc berjalan mengikuti Vano yang menarik tangannya.
"Pak tunggu, tolong jawab aku. Kita kenapa kesini dan ini dimana," ucap Franc saat masuk kedalam Villa dan tak ada orang orang.
Seakan tuli, Vano tak menghiraukannya dan terus berjalan hingga sampai di salah satu kamar.
Vano berhenti dan membuka pintu kamar, menarik tangan Franc masuk kedalam.
Vino melangkah masuk kedalam mengunci pintu lalu berjalan mendekati ranjang.
Melihat hal itu, membuat Franc takut jika Vano melakukan sesuatu padanya.
"Pak. Bapak jangan macam macam, tolong lepas Pak," ucap Franc berusaha melepas tangannya tapi Vano mengenggam tangan nya dengan erat.
Vano melempar Franc keatas ranjang. Vano ikut naik ketempat tidur membuat Franc mundur.
"Pak, Pak Vano, mau apa?, tolong Pak mundur," ucap Franc takut dan terus mundur kebelakang.
"Aaahh- "
#**continue ππππ
...Like πππ readers harapan author...
...comments πππ readers harapan author...
...see you bay bay...
...Sarangeβ€...
...----------------...
......................
...****************...
__ADS_1
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦**...