LOVE The MAFIA

LOVE The MAFIA
Bab 79


__ADS_3

"Kalian dari mana?" tanya Vano menatap istrinya dengan tajam.


Vano dan Vino sengaja menunggu istri mereka di depan pintu, setelah mencari kemana-mana tapi tak ketemu.


"Kita ... kita dari ... " ujar Star terbata-bata, sembari saling melirik dengan Franc.


"Dari luar," ujar Franc cepat.


"Iya. Keluarnya kemana?" tanya Vano masih dengan nada yang menahan kekesalannya.


"Dijalan," jawab Franc lagi.


"Itu benar," timpal Star.


Vano dan Vino memejamkan matanya, berusaha menahan kekesalannya.


"Jawab dengan benar!, Kalian dari mana!" ujar Vano tegas.


Franc dan Star saling diam, mencari alasan yang pas agar Suami mereka tidak curiga dengan identitas mereka.


"Kita habis jogging, Iya kan, Franc?"


"Iya, itu betul. Kita habis jogging," timpal Franc cepat.


"Jogging?, Kalian?" tanya Vano dan Vino menatap istri mereka.


Star dengan cepat menganggukan kepalanya. "Iya. Kenapa?"

__ADS_1


"Bukannya kalian begitu malas bangun pagi. Bahkan kalian selalu terlambat datang kampus, Lalu bagaimana kalian lakukan jogging?"


"Karena itu kita dulu sering terlambat datang kampus. Iya, kan, Franc?" ujar Star lagi terus mengelak.


"Iya."


Franc pun terus meng-iyakan ucapan Star yang berbohong.


"Kalian jangan berbohong!" ujar Vano tegas, menatap istrinya semakin tajam.


"Tidak. Kita tidak berbohong," ujar Franc sedikit tegas, agar Vano bisa percaya.


"Oiya?" tanya Vano tidak percaya.


Franc dan Star menganggukan kepalanya cepat, agar Vano dan Vino berhenti bertanya.


"Lalu kenapa ada darah di leher samping telinga kamu?"


"Darah?" tanya keduanya saling menatap.


"In-ini ..." jawab Franc sedikit bingun mau jawab apa.


Star yang berdiri disamping terlihat sedang berfikir alasan apa yang harus dia berikan agar tidak ada yang curiga. "Ini tadi kami ... kami tak sengaja menolong kelinci yang terluka."


Mendengar alasan yang di ucapkan Star, dengan cepat Franc menimpalinya.


"Itu benar. Kami menolong kelinci yang terluka, dan mungkin saat aku menolongnya tanpa sengaja ada darahnya yang melengket di tanganku lalu aku menggosok leherku."

__ADS_1


Vano mengerutkan keningnya dan mengeluarkan tangannya ingin melihat darah yang ada di leher istrinya. "Tapi itu seperti buk- " ujarnya terputus karena Star lebih dulu menyerga ucapannya, dan menghapus darah di leher Franc.


"Sudah yah, kita mau mandi dulu. Mau berangkat kampus."


Mereka langsung berlalu dan menaiki tangga, sedang Vano masih berdiri di tempatnya memikirkan darah yang tertempel di leher sang istri.


"Apa Kakak juga memikirkan darah yang ada di leher, kakak Ipar?" tanya Vino.


"Heuum."


"Aku merasa, Franc berbohong. Darah tadi bukanlah seperti darah binatang, melainkan darah manusia," ujar Vano menatap Franc menaiki tangga.


Sikap, Star juga belakangan ini sangat berbeda. Dan darah yang ada di leher Kakak ipar, aku juga merasa itu seperti bukan darah hewan. Aku juga merasa mereka menyimpang banyak misterius yang tidak kita ketahui orang," ujar Vino yang juga merasa berbeda dengan sikap Star belakangan ini, dan di tambah darah di leher Franc tadi yang seperti darah manusia.


"Apa kita tanyakan saja?" tanya Vino pada Vano.


"Ha, tidak, tidak. Jangan tanyakan hal itu. Bagaimana kalau itu hanya perasaan kita saja, itu akan mungkin saja menyinggung perasaan mereka," ujar Vano yang tak ingin menuduh sebelum jelas.


"Iya juga sih."


"Sudahlah. Kita tidak perlu memikirkan hal itu, mungkin itu memang perasaan kita," ujar Vano berjalan ke sofa menunggu sang istri.


"Aku harus mencari tau apa yang mereka sembunyikan. Aku yakin itu bukan darah hewan, melainkan darah manusia. Semoga saja kamu tidak seperti yang ada di fikiran aku, Sayang," ujar batin Vano masih tetap memikirkan istrinya.


...#continue .......


...Haii, Readers jangan lupa dukungannya. ...

__ADS_1


...Agar, Author juga semakin semangat update. ...


...See you bay-bay. ...


__ADS_2