
"Alberta, belum juga melihat pesan, dan panggilannya. Hufh," ujar Angel lesu kembali meletakkan counsel di meja nakas teempat tidurnya.
Angel menarik dan membuang napas kasar. "Lebih baik aku cari makan aja dulu. Sabar yah perutku sayang, ini kita akan mencari tenaga sekarang, hum," celetuk pada purutnya sendiri.
Angel berjalan menujuh pintu, saat membuka pintu ia di kejutkan dengan kedatangan seseorang. "Hee, Alda,"ujarnya melihat sahabatnya.
"Kamu mau keluar?" tanya Alda.
"Iya nih, aku mau cari makan di luar, lagi malas masak soalnya," balas Angel dengan tersenyum.
"Apa kamu keluar sama Alberta?" tanya Alda lagi.
Angel mengelengkan kepalanya. "Tidak. Aku hanya sendiri."
"Memangnya Alberta kemana?, Bukannya dulu dia selalu mengajakmu keluar," ujar Alda lagi.
Seketika Angel menjadi lesu dan sedikit kesal. "Itu dia, belakangan ini Bert, tidak ada kabar."
"Kenapa?" tanya Alda lagi.
Angel mengangkat kedua bahunya, dan berucap sedikit kesal. "Aku tidak tau ( ujarnya sedikit kesal. ) ... tapi mungkin saja dia lagi sibuk dengan kerjaannya. Nanti setelah dia tidak sibuk lagi pasti dia akan menghubungi aku lagi," ujarnya berusaha berfikir positif.
Mendengar penuturan sahabatnya, Alda berdecak kesal dalam hati. "Ck. Brengsek!, Bert kamu benar-benar brengsek. Kamu menghilang tanpa ada kabar, dan ngengantungin sahabat aku seperti ini."
"Hei, Alda. Kamu kenapa kok bengong aja?" ujar Angel menepuk bahu Alda.
Alda tersadar dan mengelengkan kepalanya. "Huem, tidak ada kok."
__ADS_1
"Oiya, kamu belum jawab loh ... kenapa kamu ke sini?" tanya Angel.
"Memangnya tidak boleh, ngunjungin sahabat sendiri," balas Alda.
"Iya, boleh donk, masa ngak boleh," ujar Angel merangkul sahabatnya.
"Oiya, aku boleh ikut gak? tanya Alda.
"Ikut ke mana?"
"Iya, cari makan di luar lah," ujar Alda.
"Tentu boleh. Ayo," sahut Angel penuh semangat.
......................
"Dok bagaiamana ke ada teman saya?" tanya Alda pada dokter.
Dokter itupun tersenyum. "Anda tenang saja. Kondisi Anda tidak apa-apa, hanya ke cape'an ... " ujar Dokternya yang mana membuat Angel bernapas lega mendengar ucapan dokter yang mengatakan dia hanya kecapean, namun kalimat selanjutnya dari dokter membuat dada Angel terasa sesak.
" ... dan tolong jangan terlalu banyak fikiran karena itu akan mempengaruhi janin Anda," lanjut Dokternya.
Mulut Angel terasa kelu saat ingin bertanyaa maksud dari ucapan dokternya. "Mak-maksud, Dok-dokter apa?, Ja-janin?" tanya terbata-bata, mulutnya terasa gemetar, air matanya sudah tergenang di balik pelupuk matanya.
Dokter itu kembali tersenyum. "Iya. Janin Anda. Janin Anda masih terbilang masih sangat rentang, jadi tolong perhatikan kesehatan Anda jangan banyak stres, kecapean, dan jaga pola makan Anda dengan baik," jelas Dokternya, sedangkan Angel tak lagi mendengar pandanganya lurus ke depan merawan kondisinya sekarang.
"Setelah ini Anda, boleh pulang," ujar Dokternya lagi, namun Angel sama sekali tak menghiraukan membuat Alda yang berdiri di samping ranjang Angel, tersenyum. "Terima kasih, Dok."
__ADS_1
"Sama-sama. Kalau gitu saya permisi," ujar Dokter, Alda mengangukkan kepalanya. "Sekali lagi terima kasih, Dok."
Setelah domternya keluar, barulah tangis Angel pecah, ia menagisi kondisinya dan apa yang sudah ia lakukan.
"Hiks, hiks, tidak, ak-aku tidak mau," ujarnya dengan memukul perutnya.
Alda yang melihat hal itu, sontak menahan tangan Angel. "Angel, hei ... apa yang kamu lakukan?"
"Al, ak-aku hamil, hiks, hiks ... ak-aku tik-tidak ... " ujarnya menangis di dalam pelukan sahabtanya.
Alda memeluk Angel dan membelai surainya dengan lembut. "Sudah, sudah. Tenanglah, aku ada di sini, huem."
"Tap- "
Alda melepas pelukannya, dan menangkup wajah sahabtanya. "Sttt, ingat kata dokter jangan sampai stres, ok?, Aku ada di sini jadi tenanglah. Lagi pula ini kan anak Alberta, iyakan?" tanya Alda.
Angel mengangguk kepalanya. "Huem."
"Kita akan bicara sama dia, aku akan dampingi kamu, ok. Jadi tenanglah," ujar Alda menenangkan sahabtanya.
Angel kembali memeluk sahabatnya. "Terima kasih," ujarnya.
"Tidak perlu berterima kasih, karena Itulah gunanya sahabat," balas Alda.
Alda mengusap lembut surai sahabatnya. "Semoga saja dengan kehadiran anak ini, ia bisa berubah, dan kembali mencintai Angel," ujar batin Alda, berharap Alberta akan berubah dan ingin menerima anak mereka.
...#continue ......
__ADS_1
...Hai, Readers, terima kasih atas dukungannya semua....
...💜💜💜💜💜....