
"KELUAR KALIAN!!" teriak lantang Vano ketika sampai di sebuah tepi jurang.
Vano yakin mereka ada di sini, karena sebelum mendekati tepi jurang sudah ada papan bertuliskan 'Selamat datang Tuan Devano.'
Tak berselang lama suara helikopter terdengar nyaring tepat berada di atasnya. Vano dan yang lainnya mendongakkan kepalanya keatas, di liatnya seorang prosa bertopeng Macan turun menggunakan sebuah tali.
Orang itu berdiri tegak, berjalan menghampiri kelompok Vano, ia menelisik kemudian tertawa keras. "Hahahah. Akhirnya kalian datang juga. Selamat datang Tuan Devano and Tuan Devino," ujarnya menyambut kedatangan Vano dan yang lainnya.
Vano tak menghiraukannya, ia mengepalkan kedua tangannya, mendapat pria itu dengan tajam. "Kembali orang tuaku dan Istriku, sekarang!!" ujar Vano tegas, dingin.
Orang itu mengangkat sebelah alisnya. "Oh, oh, slow man. Relax," ujarnya santai namun tatapannya begitu tajam.
"Apa yang kalian inginkan?, Dan kenapa kalian mengincar keluargaku?, Kalau kau punya masalah dengan ku, kau tak perlu melibatkan istri dan kedua orang tuaku, sialan!" ujar Vano emosi.
"Oh ... tenanglah kamu tidak perlu marah-marah dulu, . Slow, aku pasti menjelaskan apa masalahnya dan apa yang ku inginkan dan apa tujuanku sebenarnya. Jadi slow Man, relax. Ok," ujar Pria itu santai namun matanya bak elang yang ingin memangsa, sangat tajam.
"Bawah sofanya kemari," ujar Pria itu dingin pada anak buahnya.
__ADS_1
Anak buah dari pria itu langsung melaksanakan perintah Sang Bos. Iya membawah sofa panjang dan satu sofa singel, bahkan hujan hanya sofa sebuah layar lebar terpampang dengan sangat indah di tepi jurang. Suasana Di tengah malam itu berubah seperti bioskop, bahkan ada popcorn tersedia di atas meja.
"Ayo duduk dulu, kita akan menonton sebuah film Action," ujar Pria itu pada Vano dan Vino, ia sendiri sudah mendudukan tubuhnya di sofa singel.
"Brengsek!, Sudah ku katakan di mana istri dan kedua orang tuaku?, Kembalikan mereka, sekarang!" ujar Vano tegas, dan amat dingin. Ia juga tak berniat sama sekali meladeni orang yang ada di hadapannya, ia hanya ingin istri dan kedua orang tuanya.
Orang itu tersenyum, ia menatap Vano. "Aku sudah bilang tenang. Relax. Kita nonton dulu setelah itu kamu akan bertemu dengan mereka," ujarnya santai.
Vano mengepalkan kedua tangannya, ia mengambil pistol di pinggangnya, dan menodongkan ke arah Pria itu.
"Kembali istri dan Kedua orang tuaku, jika tidak-" ujar Vano penuh amarah, menodongkan senjata ke kepala orang bertopeng di depannya.
"Brengsek. Cepat katakan di mana istri dan kedua orang tuaku?, Lalu katakan apa mau-mu," ujar Vano sudah sangat marah.
"Bawah mereka masuk," ujar Pria itu pada anak buahnya.
Anak buahnya menarik tali yang berada di sebuah pohon, dan tampaklah Star, Franc, dan kedua orang tua Vano dan Vino. Mereka digantung pas di tengah jurang. Vano dan Vino mengeraskan rahannya melihat keluarganya di perlakuka seperti itu.
__ADS_1
"Brengsek!!, Bedebah!!" teriak Vano dan Vino penuh amarah. Mereka ingin menyerang Pria itu tapi mereka lebih dulu di ringkus anak buah Pria tersebut.
Anak buah Vano telah di tumbangkan oleh anak buah Pria itu, sehingga sekarang hanya tinggal mereka saja. "Lepas," berontak Vano tapi kekuatannya sia-sia, karena kalah dengan kekuatan dua anak buah Pria bertopeng.
Pria bertopeng berdiri, mendekati Vano dan Vino sembari tertawa, tapi tatapan tak berubah sama sekali datar, dingin. "Hahahaha. Tenanglah, jika tidak mereka akan jatuh ke bawah, dan Bom," ujarnya dengan akhir kalimatnya ia memperagakan seperti seseorang yang terjatuh.
"Jika kamu ingin orang tua dan istri-mu selamat maka turuti aku!, Duduk dan nonton film yang akan aku putar," lanjutnya serius.
Kedua tangan Vano dan Vino terkepal kuat, rahannya mengeras, ia ingin sekali menghajar orang yang di depan mereka tapi tak bisa, karena keadaan tak memungkinkan. Jadi mau tak mau ia mengikuti ke inginan orang itu, duduk di sofa ikit menonton bersama pria bertopeng.
Pria bertopeng memberikan kode pada anak buahnya agar memutar filmnya. Anak buahnya langsung memutar filmnya sesuai perintah pemimpin mereka. Film di putar, tapi baru saja di mulai Vano dan Vino salin tatap ia terlihat bingun, dan penasaran mengapa di dalam film itu ada kedua orang tuanya, diwaktu masih mudah.
...#continue .......
...Hai, Readers ......
..."Menurut Readers film seperti apa yang mereka tonton?, dan kenapa bisa kedua orang tua Vano dan Vino ada di dalam?"...
__ADS_1
...Yuk, komen di bawah kira-kira apa yang mereka tonton....