
"Ma ayo cepatan. Pejalanan masih jauh," teriak seorang pria paruh bayah dari ruang tamu, dia adalah Papa Alberta yang sedang menunggu Istrinya Mama Rena.
"Iya Pa, tunggu. Sebentar ini Mama sudah mau selesai," ucap mama Rena dari dalam kamar.
Setelah beberapa saat Mama Rena keluar dengan penampilan yang sangat cantik, meski umur sudah tua tapi tak mempengaruhi kecantikannya.
"Lama banget" ucap Papa Alberta berdiri dari duduknya berjalan kearah Mama Rena.
Papa Alberta masih belum melihat penampilan Mama Rena yang cantik, karena dia berjalan menunduk memperbaiki bajunya.
"Iya kan, Mama harus dandan dulu," ucap Mama Rena.
Papa Alberta mengangkat kepalanya melihat penampilan Istrinya. Seketika raut wajah Papa Alberta berubah menjadi sangat merah. "Ngapain dandan seperti itu, biar apa coba?"
Mama Rena yang belum menyadari perubahan raut wajah suaminya menjawab dengan santai. "Biar mama cantik lah."
"Ngapain cantik cantik?, Biar semua laki laki natap mama, begitu?" tanya Papa Alberta kesal ddengan istrinya.
"Kita tidak jadi pergi," lanjut ucap Papa Alberta kembali duduk di sofa.
"Loh kenapa Pa?" tanya mama Rena masih belum menyadari bahwa suaminya sedang mode cemburu.
Papa Alberta tak menjawab dan hanya diam duduk di sofa. Sesaat Mama Rena masih bingun ada apa dengan suaminya. Sampai akhirnya Mama Rena ingat bahwa dia menikahi pria yang sangat cemburuan. Dan ini pasti sedang berada di mode cemburu.
Mama Rena mendekati suaminya duduk di sampingnya. memeluk lengan suaminya. "Aduh Papa sayang, Mama itu dandan hanya buat Papa bukan buat orang lain."
"Kalau buat Papa kita di rumah saja," ucap Papa Alberta masih dalam mode cemburu.
Sudah banyak cara dan bujukan yang dilakukan Mama Rena tapi Papa Alberta masih dalam mode cemburunya.
Mama Rena berdiri dari sofa. "Papa mau pergi atau tidak. Kalau Papa tidak mau yah sudah, Mama akan pergi sendiri. lalu Mama akan nginap di rumah Daddy dan Mom."
Papa Alberta spontan berdiri dari duduknya mendengar ucpaan istrinya, tapi masih raut wajah yang masam. "Kita pergi tapi ganti baju. Dan jangan dandan cantik cantik. Aku gak mau ada orang yang liatin kecantikan mu."
"Tapi Pa, ini kan udah bagus. Bukannya perjalanan masih jauh, kalau Mama ganti baju nanti terlambat," ucap Mama Rena yang malas mengganti baju karena itu pasti memakan waktu lagi, fikir mama Rena.
"Ya sudah kalau seperti itu tidak usah pergi," ucap Papa Alberta yang masih benar benar dalam mode cemburunya.
Mau tidak mau Mama Rena yang harus mengalah. Jika tidak mereka benar benar tidak akan pergi dan itu snaagt tidak bagus. "Iya, iya mama ganti. Tunggu sebentar."
Di dalam kamar Mama Rena tak hentinya mengerutu sembari mencari baju yang cocok dia pakai. "Punya suami kok gitu amat."
"Uuhhhh udah tua juga masih aja cemburuan."
"Mana ada yang mau udah tua begini juga," lanjut gerutu Mama Rena dengan menghapus make up nya sedikit.
Di sisi lain. Dua pasangan masuk ke salah satu toko. Mereka adalah Vano dan Vino
Mereka masuk dan disambut oleh para pramuniaga toko. "Selamat datang di Toko kami. Apa ada yang bisa kami bantu."
"Carikan baju yang pas untuknya," ucap Vano menunjuk Franc.
"Untuknya juga," ucap Vino juga menunjuk Star disampingnya.
__ADS_1
"Baik Tuan. Silahkan Nona ikut kami," ucap Pramuniaga.
Star dan Franc hanya pasrah mengikuti pramuniaga dari belakang.
"Franc," panggil Star.
"Hmm apa," sahut Franc.
"Kita mau di bawah kemana yah?" tanyak Star pada Franc pasalnya dia bingun kenapa mereka dibawah ketoko baju.
"Ketemu keluarganya. Kamu lupa?" ucap Franc santai memainkan ponselnya.
"Iya. Aku juga tau dan aku juga tidak lupa. Tapi pertanyaanku kenapa kita di bawah kesini dan menyuruh orang mencarikan baju untuk kita. Kenapa tidak langsung saja bertemu keluarganya dan semuanya selesai," ucap Star yang tidak menyukai berbelanja.
"Mungkin baju kita tidak bagus kali," jawab Franc cuek.
mereka berdiri sambil menunggu pramuniaga mencarikan baju untuk mereka.
"Kalau seperti itu, kenapa tidak orang lain saja. kan banyak tuh orang yang cantik dengan penampilan menarik," tanyak Star.
"Mana aku tau. Tanyak aja sono sama orangnya," jawab Franc.
"Yang ada aku naik pitam dan ingin menghajar tuh muka mereka berdua. Apa lagi adiknya pengen kubejak bejak". Ucap Star yang tiba tiba kesal saat mengingat wajah Vino.
Obrolan mereka terhenti saat pramuniaga datang dengan membawah bermacam macam pakaian.
"Maaf nona. Tolong di coba dulu, silahkan," ucap pramuniaga memberikan beberapa lembar baju.
"Sudah lah Star. Kita coba saja biar cepat selesai ini drama," ucap Franc yang ingin semuanya cepat selesai.
Dengan malas Star dan Franc mengambil semua baju itu dan masuk ke ruang ganti.
Star dan Franc mencoba salah satu gaun dan keluar untuk memperlihatkan ke Vano dan Vino.
"Pak bagaiamana," uap pramuniaga.
"Tidak," ucap Vano tanpa melihat Franc.
"Tidak," ucap Vino tak melihat kearah Star.
Star dan Franc kembali kedalam ruang ganti menganti baju. Dan pada saat mereka keluar Vano dan Vino menjawab "Tidak" tanpa melihat kearah mereka.
Star mulai kesal dan emosi. Karena mereka sudah menganti pakaian sebanyak sepuluh kali, tapi tak ada satupun yang disukai Vano dan Vino.
"Woi dari tadi kamu bilang, Tidak!, Tanpa melihat. Enak benar, kamu fikir ganti baju tidak capek. Capek tau gak," ucap Star kesal yang sudah capek menganti ganti baju terus.
Dengan kekesalannya semua baju yang ada di tangan pramuniaga yang sudah mereka coba di lempar ke arah Vano dan Vino.
"Ambil ini, makan tuh baju," ucap Star berbalik kearah pramuniaga dan meminta maaf.
"Maaf mbak kita tidak jadi beli," ucapnya berjalan keluar dengan menarik tangan Franc.
Vano dan Vino mengejar mereka keluar toko. "Kalian mau kemana," ucap Vano berdiri di depan Frnac.
__ADS_1
"Pulang," ucap Frnac singkat.
"Enak aja mau pulang. kalain tidak bisa pulang," ucap Vano.
"kenapa tidak bisa," ucap Star menjawab Vano.
"Iya karena kalian- " ucap Vino yang ingin menjawab ucapan Star tapi segera dipotong oleh Star.
"Karena apa," ucap Star kesal melihat kearah Vino.
"Karena kalian sudah menandatangani kotrak," cap Vano tegas.
"Dan jika kalian melanggarnya, maka kalian akan kubuat tidak lulus di mata kuliahku. Mengganti mobil ku. Dan bukan hanya itu kalian juga akan aku tuntut dengan kasus tabrak lari dan lepas dari tanggung jawab," ucap Vano mengancam Franc dan Star.
"Jadi bagaiamana, mau kembali masuk atau pulang?" tanya Vano.
Star dan Franc tidak menjawab, Vano dan Vino menarik tangan mereka masuk ke toko itu lagi.
Franc dan Star masuk tapi hanya berdiri seperti patung tak bergerak sama sekali. Mereka sudah malas dan capek mencoba baju.
"Bungkus yang ini saja," ucap Vano memilih salah satu baju untuk Franc.
"Dan ini juga di bungkus," ucap Vino yang juga memberikan baju yang di tangannya untuk dibungkus.
Setelah selesai memilih baju Vano dan Vino menarik tangan Star dan Franc keluar menuju satu toko lagi dengan papan nama bertengkar indah bertulisan Salon kecantikan.
"Selamat datang Tuan dan Nona di salon kecantikan kami," ucap Pramuniaga salon yang terlihat seperti seorang perempuan cantik dengan suara berat.
"Make up mereka dengan baik," ucap Vano dingin menunjuk Franc dan Star.
"Baik, Tuan. Silahkan di tunggu ya," ucap laki laki yang berparas cantik itu dengan gaya khas miliknya.
30 menit Star dan Franc keluar dari sebuah ruangan dengan penampilan berbeda
"Hmmm."
#continue ππππ
...Like πππ readers harapan author...
...comments πππ readers harapan author...
...see you bay bay...
...Sarangeβ€...
...----------------...
......................
...****************...
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
__ADS_1