LOVE The MAFIA

LOVE The MAFIA
Bab 12


__ADS_3

Mobil Vano berhenti di depan sebuah gedung hotel yang sangat mewah, begitu pun dengan mobil Vino yang berhenti di depan hotel yang sama.


Star yang masih takut, berfikir Vino akan melakukan sesuatu yang bisa merugikan dirinya, bertanya, "Kenapa kita ke hotel?, Kamu jangan macam macam yah."


Vino tersenyum menggoda menatap Star. "Kenapa?, Apa kamu ingin aku bermacam macam?"


Melihat Vino mendekat marahnya, Star memundurkan tubuhnya. "Kamu mau ngapain. Mundur tidak."


Vino semakin mencondongkan badannya kearah depan Star lalu mengkungkungnya. Star hanya bisa menutup matanya karena tubuhnya benar benar sudah terpojok di pintu mobil.


"Tak."


Vino mengsentil kening Star. Membuat Star meringis kesakitan. "Aauhh."


"Kamu fikir, aku mau menciummu. Ingatlah ini kamu itu bukan tipeku," ucap Vino menarik kembali tubuhnya.


Mendengar ucapan Vino Star kesal dan mengerutu dalam hati, "Apa dia bilang bukan tipenya?, Lalu tadi saat di Mall apa?, Dasar pria brengsek. Ku, bejak bejak mukanya baru tau rasa."


Suara ketukan jendela kaca mobil dari luar membuat mereka tersadar.


"Tok tok."


Mereka berdua keluar saat melihat Vano dan Franc sudah ada di depan mobil mereka.


"Ayo," ucap Vano melengkukkan sikunya untuk mengandeng Franc.


Vano kembali dibuat kesal oleh Franc.


Franc berjalan terlebih dahulu bersama Star dan meninggalkan dirinya dan Vino Di belakang


"Berhenti," ucapnVanoc tegas.


Star dan Franc berbalik kebelakang.


"Iya, Pak kenapa?" tanya Franc.


"Kenapa kamu bilang!, Kamu ingat ya, kamu itu sekarang sedang menjadi pacar saya, jadi kamu harus berada di dekat ku. Paham?" ucap Vano meletakkan tangan Franc di tangannya untuk dia gandeng.


"Dan satu lagi jangan memanggil aku Pak. Panggil aku Vano saja saat diluar kampus, paham," ujar Vano lagi.


Franc hanya menganggukkan kepala saja. "Hemm."


Vano berjalan terlebih dahulu masuk kedalam dengan mengandeng tangan Franc.


Begitu juga Vino mengandeng tangan Star, mengikut Vano dan Franc dari belakang.


Pintu terbuka lebar, seketika mereka langsung menjadi sorotan awak media, bahkan semua para tamu undangan melihat kearah mereka, dan begitu banyak pertanyaan dari mulut mereka.


"Wah. Siapa perempuan yang digandeng oleh putra Alberta?"


"Siapa dia?"


"Sangat cantik."


"Apa dia adalah kekasih putra sulung Alberta?"


Belum selesai dengan kekaguman pada pasangan Vano dan Frnac. Pintu kembali terbuka memperlihatkan satu pasangan lagi.


"Bukankah dia adalah putra bungsu dari Alberta yang juga seorang pengusaha sukses dan di takuti."


"Siapa yang sedang bersamanya?"


"Apa perempuan itu juga adalah kekasihnya?"


"Ada apa ini. Kedua Putra Alberta membawah kekasihnya yang bahkan dirumorkan seorang Gay."


"Beruntung sekali mereka."

__ADS_1


Dan masih banyak lagi.


Vano dan Vino tak menghiraukan ucapan semua orang mereka, dan tetap berjalan kearah wanita paruh bayah dan pria paruh bayah yang berdiri disisi panggung.


"Akhirnya kalian datang juga," ucap wanita paruh bayah. Dia adalah Mama Rena.


Mama Rena tersenyum menyambut kedua putranya.


"Pasti donk Ma," ucap Vano dengan hangat.


Star dan Frnac seketika melongo saat mendengar ucapan hangat Vano. Pasalnya baru pertama kali mereka mendengar Vano berkata dengan hangat.


"Franc," panggil Star bisik.


"Hemm," sahut Franc.


"Kok aku merasa pernah ngeliat Mama pak Vano yah," bisik Star melihat wajah Mama Rena yang familiar.


"Iya aku juga merasa pernah melihatnya, tapi aku lupa dimana." timpal Franc yang juga merasa sangat familiar dengan wajah Mama Rena.


Mama Rena mengalihkan pandangannya dan melihat dua orang perempuan cantik di masing masing sisi putranya.


"Wah. Apa ini calon mantu Mama?, Cantik banget," ucap Mama Rena tersenyum hangat.


"Kenalin Ma, ini Franc pacar Vano dan Franc kenalin ini Mamaku," ucap Vano memperkenalkan keduanya.


"Halo Nyonya, Aku Franc," sapa Frnac dengan sopan dan sedikit membungkukkan badannya.


"Dan kenalin Ma, ini Star pacar Vino dan Star kenalin ini Mamaku," ucap Vino juga memperkenalkan Star dengan Mamanya.


"Halo Nyonya. Aku Star bukan pacar Vino". Ucap Star santai tapi tidak dengan Vino.


"Haa," kaget Mama Rena.


Vino yang mendengar hal itu, melihat kearah Star dengan tatapan tajam.


Buru buru Star melarat ucapannya. "Hehe. Maksud aku bukan hanya pacar Vino tapi belahan jiwanya. Iya, kan sayang?"


Bibirnya tersenyum tapi dengan hatinya yang kesal. "Dasar cupu. Awas aja kalau sampai membuat Mama curiga."


"Hehehe kamu lucu sekali. Datu lagi jangan panggil nyonya donk, panggil Mama. Bukankah kalian adalah calon mantu Mama," ucap Mama Rena tersenyum.


"Terima Kasih Nyo- maksudnya Ma," balas Star.


"Gitu donk. Kan, lebih enak," ucap Mama Rena tersenyum.


"Coba kalian panggil Mama dan Papa," ucap Mama Rena meminta Franc dan Star mencoba memanggilnya dengan sebutan Mama dan Papa.


"Iya Ma," panggil Franc dan Star bersama.


"Iya Pa," ucap mereka lagi barengan.


"Aduh cantiknya mantu Mama," ucap Mama Rena gemes.


"Pilihan kalian tidak salah sayang. Sudah cantik, sopan lagi," ucap Mama Rena memuji pilihan putranya.


Star dan Franc yang dipuji hanya tersenyum.


"Setelah acara oma dan opa, kita akan bicarakan pernikahan kalian," ujar Mama Rena.


Star dan Frnac yang mendengar hal itu kaget.


"Haaa."


"Kenapa ?" tanyak Mama Rena.


"Tidak ada kok Ma, Franc hanya kaget, iya, kan Sayang?" ucap Vano menjawab Mama Rena dengan memeluk pinggang Frnac dan sedikit menekangnya.

__ADS_1


"Iya Ma. Mungkin Star dan calon kakak ipar hanya kaget saja karena mama tiba tiba ngomong soal pernikahan, iya, kan Sayang?" timpal Vino juga memeluk pinggang Star sedikit menekang.


"Ha. Iya Nyo- ,Mama, kita hanya kaget aja," ucap Franc.


"Ha. Iya benar tuh Ma," ucap Star.


"Baiklah," ucap Mama Rena.


Pesta berjalan dengan meriah, tapi dua orang di sisi sudut ruang yang gelap terlihat membicarakan sesuatu dengan serius.


"Kenapa kamu menarikku kesini?" tanyak orang yang ditarik tadi.


"Sttt. Diamlah," ucap orang itu.


"Ada apa sih?" tanyanya lagi.


"Dia ada disini," ucap orang itu.


"Siapa," tanyaknya lagi yang belum tau siapa yang dimaksud.


"ini." ucap orang tersebut menujukkan sebuah foto dari ponselnya.


Dan tanpa mengetahui maksud dari foto itu dia bersorak bahagia. "Waoo, mainan," ucapnya dengan seyuman.


Orang yang ada kedepannya memukul kepalanya sedikit keras.


"Plak."


"Aauhh. Kenapa kamu memukulku?" ringisnya saat kepalanya mendapat sasaran tiba tiba.


"Karena di otakmu itu hanya mainan saja. Dia itu bukan sembarang orang jadi kita harus berhati hati." ucap orang itu memperingatkan.


"Iya iya. Memangnya siapa sih dia?" tanyaknya yang ingin tau siapa yang ada didalam foto itu.


"Ketua Jambore."


"Waoo. Tapi kenapa kamu mengincarnya," tanyaknya lagi yang ingin tau kenapa rekannya ingin mengincarnya.


"Karena dia mengincar kita."


"Kita?, kenapa?"


"Kamu akan tau kalau kamu menggunakan keahlianmu untuk menemukan dan mencari tau siapa dia, dan apa tujuan mereka." ucapnya pergi dari sana setelah mengatakan hal itu.


"Yah elah. Tinggal kasih tau aja apa susahnya sih. Kenapa juga harus aku cari sedang dia sudah mengetahuinya. Dasar Singa betina," gerutunya berjalan keluar mengikuti orang tersebut.


Sedang diruang pesta sedang berlangsung seorang pria salah satu tamu undangan berjalan mendapati dua orang wanita yang sedang duduk berdua saja.


"Mau dansa denganku cantik," ucap seorang Pria mengajak seorang gadis yang sedang duduk bersama temannya.


Namun saat gadis ingin mengelurkan tangannya menerima ajakan dansa pria tersebut. Terhenti saat ada suara dari belakang.


"Tentu, tidak," ucap wanita tersebut tapi juga ada suara pria dari arah belakang


#continue πŸ‘‹πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


...Like πŸ‘πŸ‘πŸ‘ readers harapan author...


...comments πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡ readers harapan author...


...see you bay bay...


...Sarange❀...


...----------------...


......................

__ADS_1


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2