
Vano mengandeng tangan Frnac dan Vino mengandeng tangan Star berjalan keluar dari salon.
Franc yang tak nyaman tangan nya di gandeng, melepas tangan Vano. "Lepas. Aku bisa berjalan sendiri."
Vano menatap Franc dengan tatapan tajamnya membuat Franc diam.
Vano kembali mengandeng tangan Franc.
Kejadian jugalah sama juga terjadi pada Vino karena Star juga memberontak tak ingin di gandeng
"Lepas tidak." ucap Star melotot kearah Vino.
Vino aspirasi memperdulikan ucapan Star dan tetap mengandeng tanganny, bahkan semakin erat memegang tangan Star.
Vino mengancam Star yang tak ingin diam dan terus memberontak. "Diam atau aku akan menciummu."
Star bukan nya takut tapi melawan dan menantang Vino. "kamu Fikir aku takut."
"Kalau begitu coba saja memberontak," ucap Vino dan menatap Star dengan mata elangnya.
Tiba tiba star terdiam tanpa bersuara dan pasrah tangannya digandeng.
"Dasar pemaksa. Tapi tunggu deh, aku kok seperti tidak asing dengan tatapannya, siapa dia?" bantin Star kesal dan juga seperti menginggat sesuatu.
Mereka berdua berjalan beriringan dengan Star dan Franc berada pas di tengah. Mereka berjalan melewati pengunjung Mall.
Setiap pengunjung melihat kearah mereka. Dan pada saat melewati pengunjung pria, Vano dan Vino mengepalkan tangannya dan terlihat wajahnya juga berubah menjadi kesal. Karena stiap kali melewati pengunjung Pria, mereka semua tidak akan melepas pandangannya dari Franc dan Star.
Star dan Franc menggunakan Gaun dengan belahan kaki dengan lengan terbuka dan punggu bajunya juga cukup terbuka, membuatnya terlihat sangat cantik dan seksi.
Vano dan Vino membuka jas mereka dengan kesal, memakaikannya pada Star dan Franc.
Vano yanh ingin memakaikan Jas miliknya pada Franc, Franc ingin protes tapi lebih dulu Vano menatapnya dengan tatapan tajamnya bak elang yang siap menerkam mangsanya.
"Dia kenapa?, Kenapa terlihat marah sekali?, Sudahlah mendiang aku diam dari pada semuanya jadi panjang". batin Frnac.
Tapi berbeda dengan Star yang langsung melepas jas Vino hingga terjatuh di atas lantai.
"Aduh ini apa lagi," ucap Star.
"Kenapa kamu tidak ingin memakainya?, Apa kamu sengaja ingin memperlihatkan kaki dan punggungmu pada semua pria," ucap Vino kesal.
"Situ sadar. Maaf ini ya, siapa namanya?" ucap Star.
"Haa Tuan Vino yang terhormat. Ini baju anda sendiri yang memilihnya kenapa anda marah dan mengatakan aku sengaja ingin memperlihatkan kaki dan punggungku," ucap Star.
Vino kesal pada dirinya sendiri saat mengingat dia sendiri yang memilihnya
"Sudah ingat," ucap Star
"Hmm."
Vino hanya berdehem lalu membungkuk dan mengambil jas miliknya lalu memakaikannya lagi pada Star.
"Makanya pakai in- " ucapannya terpotong saat di bangkit Star sudah berjalan lebih dulu didepan.
"Heii. Tunggu," ucap Vano menarik tangan Star.
"Apa lagi," ucap Star.
Vino memakaikan jasnya kembali tapi Star kembali melepasnya hingga melorot diatas lantai.
"Kenapa kamu tidak ingin memakainya," ucap Vino kesal.
__ADS_1
"Aku suka seperti ini," jawab Star santai.
Vino melihat Star dengan tajam tapi Star dengan berani menatap mata Vino walau sedikit takut.
"Apa."
Star berjalan berjalan kedepan dengan berlengo lengo.
Melihat hal itu Vino dibuat semakin kesal, dia berjalan mengikuti Star dari belakang setelah dia mengambil jasnya yang dibuang oleh star.
Saat berjalan Star melihat ada pengunjung pria dengan sengaja dia tersenyum dengan lebar sambil melambaikan tangannya dan semua itu tak luput dari pandangan Vino.
Vino benar benar dibuat marah dengan cepat dan kasar dia menarik tangan Star dan mengkungkung dirinya di salah satu pilar besar Mall.
Sontak hal itu membuat Star terkejut dan tangannya sedikit sakit karena tarikan Vino yang kasar.
Star yang melihat mata Vino yang merah karena marah membuatnya sedikit takut, dan bertanya, "Apa yang kamu lakukan?"
Vino tak menjawab hanya melihat Star dengan tatapan tajamnya dan tanpa aba aba Vino mencium Star.
"Hmmm hmumm," berontak Star karena Vino menciumnya secara brutal.
Beberapa saat Vino menghentikan ciumannya dan masih menatap tajam Star.
"Hati hati, kamu sekarang adalah pacar Devino Alberta dan aku tidak suka milikku di ganggu orang atau mengangggu orang lain. Paham!" ucap Vino dingin dan tegas.
Setelah mengatakan hal tersebut Vino membersihkan mulut Star dan mulutnya lalu mengandeng tangan Star pergi.
Star yang masih Scok dengan apa yang baru saja terjadi hanya mengikuti Vino.
Beberapa saat dia baru sadar dari rasa Scoknya dengan marah dan kesal melepas tangannya dari Vino.
"Berani nya dirimu merampas ciuman pertama ku. Dasar pencuri," ucap Star memaki Vino.
Star takut dan mundur tak ingin digandeng. "Kamu jangan macam macam kalau tidak aku akan berteriak."
"Kalau kamu ingin berteriak, silahkan," ucap Vino yang berjalan mendekat kearah Star.
"Ayo," ucap Vino kesal melihat Star yang terus berjalan mundur.
"Jika tidak aku akan kembali menciummu," ucap Vino yang membuat Star berhenti mundur.
Vino tersenyum puas melihat Star yang takut. Vino berjalan kearah Star mengandeng tangannya.
Saat akan masuk kedalam mobil Franc berhenti karena menyadari sahabatnya tidak ada dibelakangnya.
"Kenapa berhenti?, Ayo," ucap Vano melihat Franc tidak masuk kedalam mobil.
Franc bukannya masuk kedalam mobil, tapi dia bertanya dimana Vino, dan itu membuat Vano merasa sedikit kesal mendengarnya
"Maaf Pak. Adik Bapak kemana yah?" tanyak Frnac.
"Kenapa kamu mencari adikku," tanyaknya tak suka.
"Iya karena sahabat saya bersama dengan adik Bapak," Ucap Franc.
"Adikku tidak akan menyakiti Sahabatmu," ucap Vano dengan kesal.
"Tunggu apa lagi ayo naik," lanjut Vano menyuruh Franc masuk kedalam mobil.
"Tidak Pak. Kita tunggu adik Bapak dan sahabat saya." ucap Franc yang masih tetap berdiri diluar.
"Aku bilang masuk," ucap Vano tegas dan dingin.
__ADS_1
"Dan aku juga bilang tunggu. Jadi tunggu!" ucap Star yang tak kalah dingin dan tegas.
Vano bahkan sampai melongo melihat dan mendengar sikap dan ucapan Franc barusan.
"Kenapa tiba tiba sikapnya berubah, ada apa dengannya," bantin Vano yang penasaran dengan sikap Franc yang tak biasa.
Dan ternyata semua itu saat mereka berjalan Franc mendengar soal Star yang dicium oleh Vino dari beberapa pengunjung.
FLASH BACK
"Gila bisa bisanya dia mencium pacarnya secara brutal didepan keramaian hanya karena menyapa lo bro," ucap Seorang Pria.
"Kalau aku sih, jadi ceweknya sudah aku hajar dia," ucap yang lainnya.
"Kok cewek secantik dia mau sih sama pria modelan seperti itu," ucap temannya lagi.
Mendengar hal itu Franc berbalik mencari Star tapi tak menemukannya.
Franc yang notabennya adalah seorang yang cuek tapi dia juga tidak tau kenapa perasaannya mengatakan bahwa cewek yang dimaksud adalah Star. Karena penasaran dia menunjukan foto Star yang diambil oleh Marry sebelum mereka keluar tadi.
"Apa ini ceweknya," tanyak Franc memperlihatkan footo Star.
"Iya dia. Apa dia temanmu?" ucap salah satu dari mereka.
"Hai cantik. Boleh kenalan?" ucap salah satu dari teman pria tersebut yang berdiri disamping.
Pada saat pria itu ingin mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Vano datang dari belakang dan berdehem
"Hmmm."
Vano dan langsung menarik tangan Franc pergi dari sana dengan perasaan marah.
FLASH ON
Franc masih diluar mobil menunggu Star hingga beberapa saat dari arah pintu keluar menujuh parkiran, Star dan Vino terlihat berjalan beriringan dengan tangan Vino mengandeng Star.
Franc menatap mata Star dan terlihat Star menggeleng.
"Kalian kenapa?" tanya Vano yang melihat Franc dan Star.
"Tidak," ucap Franc dan masuk kedalam mobil Vano.
"Ayo, kenapa sekarang kamu yang berada diluar. Mau masuk atau tetap diluar," ucapnya lagi melihat Vano masih berdiri diluar.
"Kenapa kamu yang memerintahku," ucap Vano berjalan kembali ke pintu mobil.
#continue ππππ
...Like πππ readers harapan author...
...comments πππ readers harapan author...
...see you bay bay...
...Sarangeβ€...
...----------------...
......................
...****************...
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
__ADS_1