LOVE The MAFIA

LOVE The MAFIA
Bab 90


__ADS_3

"Mak-maksud kamu apa, Bert?" tanya Angel terkejut mendengar penolakan Alberta pada anak yang di kandungnya.


Alberta tersebyum sinis. "Maksudnya, aku tidak akan bertanggung jawab. Dan yah ... gugurkan kandunganmu, aku tidak menginginkan anak itu," ujar Alberta tanpa beban sama sekali.


Angel yang mendengar ucapan ayah dari anak yang ia kandung, dengan marah mengangkat tangannya ke atas, dan ...


Plak.


Bajingan kamu, Bert!, Ini itu anak kamu bagaimana kamu dengan santainya kamu memintaku membunuhnya. Kamu iblis atau manusia, ha?!" ujar Angel penuh amarah menatap Alberta dengan ekspresi tak percaya.


"Auh ... Bert, sakit," rintih Angel saat Alberta mencengram dagunya dengan sangat keras.


Alberta mendongakkan wajah Angel dan berkata dengan sangat dingin. "Dengarkan aku baik- baik. Gugurkan kandungan itu jika tidak maka aku sendiri yang akan membunuhnya, dengan caraku sendiri!. Aku tidak ingin dia menjadi penghalang bagi ku untuk menujuh tujuanku, sebagai pemimpin besar Klan jambore."


Dada Angel menjadi naik turun saat mendengar penuturan Alberta yang menganggap anak mereka akan menjadi batu sandungan untuknya. Dengan rasa amarah di dadanya ia meludai wajah Alberta.


Cuih.


Wajah Alberta berubah menjadi merah padam gelap. Dengan penuh rasa amarah, Alberta menampar Angel dengan sangat keras sampai Angel harus tersungkur ke belakang.


Angel memegangi pipinya yang terasa sangat panas, Angel mengatasi tak percaya dengan apa yang baru saja ia dapatkan.


"Auh," rintih Angel kembali saat Alberta kembali mencegram wajahnya.


"Berani kamu meludahi aku, ha!" sarkas Alberta sangat marah.


Angel tersenyum miring. "Huh, jangankan meludaimu melempar kotoran pun aku berani," ujar Angel menatap dingin Alberta, di matanya sudah tak ada rasa takut dan cinta, hanya ada rasa benci.

__ADS_1


"Auh," rintih Angel lagi saat Alberta semakin mengeratkan cengramannya.


"Bert, sakit, sakit, sakit," ujar Angel karena Alberta semakin mengeratkan cengramannya bahkan mulut Angel mulai berdarah.


"Auh, **** ( umpat Alberta menutupi matanya ) Perih banget. Heii ... kalian jangan kabur," ujar Alberta memenangi mata yang terasa sangat pedih.


Alda yang melihat Angel semakin di sakit oleh Alberta masuk kedalam ruangan dan langsung menyemprotkan air cabe ke nata Alberta.


"Apa lagi yang kalian tunggu!, cepat tangkap mereka," sarkas Alberta pada anak buahnya.


"Baik, Tuan," ujar para anak buahnya pergi mengejar Angel dan Alda.


.....................


"Istirahatlah dulu," ujar Alda pada Angel.


Yah Alda membawa Angel ke sebuah rumah, itu adalah rumah orang tuanya dulu, sebelum ia pinda ke apertemen milim Albarta.


"Sama-sama."


Dor.


Suara tembakan mengagetkan semua orang.


"Argh," teriak mereka.


"Frnac," panggil Vano menoleh ke arah istrinya.

__ADS_1


Sedangkan sang pelaku berdiri tegak di depan kursinya dengan pistol di tangannya. "Aku menyuruh kalian untuk menonton bukan tertidur," ujar Lues dingin.


Vano menatap Lues dengan tajam. "Beraninya kamu!!" ujarnya dengan marah, ia memberontak ingin melepaskan ikatannya tadi tak bisa.


"Jika kalian tidak mematuhi perintah, maka bersiaplah ke hilangan nyawa istri kalian. Bidikanku mungkin kali ini meleset tapi tidak jika itu bidikan ke dua ku," ujar Lues kembali dingin, sama sekali tak memperdulikan amarah Vano.


Vano dan Vino mengeram kesal menatap Lues, mata mereka sudah seperti akan keluar dan menerkam Lues.


Lues kembali duduk di tempatnya. "Nyalakan kembali," ujarnya pada anak buahnya.


Film kembali di putar, dan semua orang juga kembali menonton dengan hati dan perasaan berbeda.


Lues gelisa setelah melakukan hal itu pada Frnac. "Queen, tolong ampuni aku. Aku tau pasti kamu mengumpatku, karena membuatmu terkejut. Tapi aku mohon beri aku pengampunan, jangan mengambil tanganku ini," ujar batin Lues ketakutan.


Sedangkan Franc yang berada di belakang, benar-benar mengumpat Lues. "Lues!!, Kurang asem. Awas kamu!, beraninya kamu mengangkat senjata padaku!" ujar batin Franc kesal namun ia tak menampakkan ekspresinya.


Sedangkan Star, tertawa puas di hati. "Hahaha ... Lues bersiaplah setelah ini semua selesai, maka waktunya kamu mendapat hukuman dari, Queen. Dan aku akan menonton itu sembari memakan popcorn," ujarnya batin Star tanpa perasaan kasihan sama sekali.


"Princes, berhentilah tertawa di atas penderitaanku," ujar batin Lues lagi.


Mereka bertiga seperti sedang melakukan telepati bisa tau apa yang di pikirkan di antara mereka.


"Aku benar-benar tak sabar," ujar batin Star lagi, penuh semangat tak sabar Lues mendapat hukuman dari Franc.


"Dasar, Princes gila," umpat Lues dalam hati.


...#continue .......

__ADS_1


...Nantikan terus Update "LOVE THE MAFIA."...


...See you the next Episode. ...


__ADS_2