
"Ma, Pa. Kami pamit dulu," pamit Star setelah menyelesaikan sarapannya.
"Iya sayang. Hati-hati ya," ujar Mama Rena mengusap lengan Star dan Vino.
"Iya, Ma," ujar Star menundukkan kepalanya sedikit.
Vino dan Star berangkat bersama. Pertama Vino akan mengantar Star lebih dulu kekampusnya, setelah itu ia pergi ke kantornya.
"Oiya, Vino," panggil Star berbalik menatap Vino yang fokus nyetir.
"Humm," jawab Vino menatap Star sekilas, dan kembali fokus nyetir.
"Nanti pulang kampus tidak usah jemput aku ya," ujar Star.
Kening Vino mengerut mendengar ucapan Star. Ia menoleh menatap Star. "Kenapa?" tanya Vino.
"Tidak ada. Hanya saja aku akan terlambat pulang," ujar Star lagi.
"Memangnya kamu mau pergi kemana?" tanya Vino lagi.
"Aku akan pergi kerumah teman aku, karena ada tugas yang perlu aku selesaikan," ujar Star.
"Teman kamu?, Franc?" tanya Vino.
"Bukan."
"Lalu siapa?, Apa dia seorang laki laki," ujar Vino yang tiba tiba cemburu.
"Bukan. Dia perempuan namanya Masya," ujar Star cepat.
"Memangnya kamu mengerjakan tugas apa?" tanya Vino lagi.
Star yang mendengar Vino terus bertanya tanpa henti menjadi kesal. "Aduh ... Vino kamu itu banyak tanyak sekali, seperti seorang polisi saja yang sedang menginterogasi seorang kriminal."
"Aku tidak peduli. Selama itu menyangkut dirimu," ujar Vino cuek.
"Jadi katakan tugas apa?" ujar Vino mengulang pertanyaannya.
__ADS_1
Star mengembuskan napas kasar. "Huuu."
"Baiklah. Yang pertama!, Aku akan pulang terlambat karena ada tugas yang akan ingin aku kerjakan."
"Yang kedua!, Aku akan mengerjakan tugas itu bersama temanku, dan dia adalah seorang perempuan, namanya itu Masya."
"Yang Ketiga!, Ini adalah tugas kampus aku, sebuah penelitian."
"Pulang jam-" ujar Vino yang ingin bertanya lagi tapi lebih dulu di serga oleh Star.
"Dan yang terakhir!, Aku akan pulang sebelum kau pulang."
"Sekarang puas," ujar Star kesal menekang seluruh ucapannya.
Vino terkekeh menganggukan kepalanya. "Hehehe."
"Kamu itu kalau kesal begini terlihat sangat lucu."
"Iiihhh apaan sih," ujar Star tambah kesal saat Vino mengacak-ngacak rambutnya.
Vino tertawa melihat ekspresi wajah Stat. "Hahahaha."
Vano berhenti di depan kosan Franc. Franc yang melihat Vano sudah datang berjalan kemobil.
Vano turun untuk membukakan pintu. Franc masuk kedalam mobil.
Vano menutup pintu dan kembali ke kursi kemudi.
"Apa kami dari tadi menunggu?, Maaf, aku sedikit terlambat," ujar Vano melirik Franc.
"Tidak apa, Pak," ujar Franc singkat tanpa menatap Vano sedikitpun.
Vano terdiam sejenak dan kembali bersuara. "Oiya, terima kasih karena sudah ingin membantu mempersiapakan semuanya."
Franc menatap keluar dan hanya menjawab dengan deheman saja. "Hem."
Tak adalah lagi suara diantara mereka, yang ada hanya keheningan.
__ADS_1
Hanya Vano yang seringkali melirik Franc secara diam-diam. Ia bahkan tersenyum-senyum sendiri.
Vano mengendarai mobilnya, dan berhenti di sebuah butik.
Franc berbalik menatap Vano. "Kenapa kita kesini, Pak?, Bukankah tempatnya berada didekat pantai?"
"Itu memang benar. Tapi aku ingin mencarikan gaun untuk calon tunanganku lebih dulu. Kamu mau, kan membantuku mencarikan gaun untuknya," ujar Vano dengan tersenyum bahagia.
Franc yang mendengar hal itu, tiba-tiba dadany begitu sesak dan bergemuru tak karuan.
"Sial. Kenapa hatiku berdetak tak karuan begini," ujar batin Franc mengumpat dirinya sendiri.
Franc mengempalkan kedua tanganya. "Franc sadar, sadar!. Kamu tau, kan dia siapa. Kamu tidak boleh memiliki cinta."
Vano yang sudah melepas sabuk pengamannya, ia melihat Franc yang terbengong. "Haii, ayo turun," ujar Vano.
Star tersadar dari lamunannya. "Ha, iya. Maaf, maaf, Pak."
Franc membuka sabuk pengamannya dan keluar dari mobil.
Mereka berdua berjalan beriringan masuk kedalam butik.
"Kenapa bengong tadi?" tanya Vano.
"Tidak ada, Pak," sahut Franc singkat.
"Baiklah."
Mereka berjalan melihat-lliat gaun yang terpasang dengan sangat indah.
Dada Franc semakin sesak saat melihat Vano memilih gaun sambil terus tersenyum bahagia.
"Franc kendalikan dirimu!, ingat tujuan awalmu. Balas dendam!" ujar batin Franc pada dirinya sendiri.
...#continue ......
...Haii, Readers jangan lupa dukungannya. ...
__ADS_1
...Agar, Author juga semakin semangat update. ...
...See you bay-bay....