
Pria separuh wanita itu, menarik kursi untuk Star dan Franc. "Duduk di sini yah, Cantik."
Star dan Franc duduk di kursi dengan cermin di depannya
"Haii. Kalian kesini," ucapnya memanggil stafnya.
Sisa orang staf wanita berjalan kearah Franc dan Star.
"Rias mereka dengan baik. Jika tidak kalian akan kehilangan pekerjaan. Dan hati hati mereka adalah orang Pak Vano dan Pak Vino. Paham!" ucapnya memberitahukan stefanus untuk berhati hati dalam merias Star dan Franc.
Setelah mengatakan hal itu pada pegawainya, dia kembali berjalan keluar menuju sofa dimana Vano dan Vino duduk.
"Tuan. Apa ada yang ingin anda pesan. Biar kami menyediakannya," ucap Merry rama.
"Pergi dari hadapanku," ucap Vano dingin.
"Baiklah. Kalau ada yang anda butuhkan bisa tanyakan pada kami," ucap Merry.
Vano maupun Vino tak menjawab dan hanya fokus pada ponsel mereka.
"Aduh. Utung tampan kalau tidak sudah, Eke cakar mukanya," batin Marry kesal dengan sikap dingin mereka berdua.
"Uuhhm. Ibu sangat rama, kenapa anaknya modelan Beruang kutub," batin Marrymengingat Mama Rena yang saatsau rama saat datang ke salonnya melakukan perawatan.
"Apa kamu tak ingin lagi bekerja," ucap Vano dingin saat melihat Merry tidak pergi dari hadapannya.
"Eehh maaf Tuan. Permisi," ucap Merry berlalu dari hadapan Vano dan Vino.
Disisi lain Franc dan Star yang tak pernah menggunakan make up menjadi kesal karena bedak dan semuanya terasa asing dikulitnya.
Star mengamuk saat Staf ingin memakaikan bedak di wajahnya. "Aduh apa yang kamu lakukan?. Ini?, Apa lagi."
Star bahkan berdiri dari duduknya karena tak ingin benda yang terlihat aneh menempel pada mukanya. Walau dia dari orang yang berada, selama dia hidup dia belum pernah memakainya.
"Jauhkan itu dariku."
Pria yang berparas cantik kembali masuk untuk melihat kerja pegawainya yang merias Star dan Franc. Marry takut pegawainya melakukan sesuatu yang bisa membuat Vano dan Vino marah, yang berakibat patal untuk salonnya. Dan benar saja sesuatu terjadi.
Marry berjalan kearah Star yang sedang marah. "Ini ada apa?" tanyanya pada stafnya.
"Maaf Madam Marry . Nona ini tidak mau dipakaikan Bedak," ucap pegawai yang merias Star.
"Aduh. cantik, ini itu hanya bedak," ucap Merry menenangkan Star.
Belum selesai dengan Star, Franc juga berteriak. " Jangan pegang pegang rambut aku, aduh, aduhhh, panas, panas."
Franc mengibas rambut yang terasa sangat panas. Star yang mendengar teriakan Franc berbalik dan berucap, "Heii. Kalian apakan temanku?"
"Franc kamu tidak apa apa," ucap Star berjalan kearah Franc.
"Tidak apa apa bagaimana. Mereka membakar rambutku," ucap Franc kesal.
"Aku mau pulang. Ayo," ucpa Franc berjalan menuju pintu.
Madam Merry mengejar Star dan Franc. "Tunggu, Nona. Tolong jangan pergi."
Franc kaget karena Madam Merry memegang tangannya dan memohon. "Eeehhhh. Kenapa kamu."
"Jangan pergi Nona. Kalau Nona pergi kami semua akan di marahi dan mereka kehilangan pekerjaan. Akupun akan kehilangan salonku," ucap Madam Marry.
"Memangnya siapa yang akan memarahimu dan siapa yang ingin mengambil salonmu," tanyak Franc.
"Pacar pacar Nona," jawab Madam Merry.
"Pacar siapa," ucap Star dan Franc barengan.
"Pacar Nona"," ucap Madam Merry lagi.
__ADS_1
"Pacar kami." ucap Star dan Franc lagi barengan sembari menunjuk diri mereka sendiri.
"Iya."
"kami tidak memiliki pacar," ucap Star.
Mendengar apa yang baru saja dikatakan Star membuat Merry melonggo
"Hah," ucap Merry mengangga bingun.
Melihat Madam Merry yang membuka mulutnya lebar Star meminta Merry menutup mulutnya. "Tolong tutup mulut mu, nanti nyamuk terbang masuk dikira sarangnya."
Bukannya menutup mulutnya, tapi membuka mulutnya. Marry masih tidak mengerti semuanya dan otaknya masih login.
"Haaa," ucap Merry yang belum connect.
"Mulutnya ditutup," ucap Star menunjukk mulut Marry.
Merry menyadari hal tersebut malu dan hanya bisa cengegesan menutup mulutnya. Sedang dua orang pegawainya menahan tawamelihat bosnya.
"Heeheh. Lalu jika bukan pacar Nona, Pak Vano dan pak Vino siapanya nona," tanya Merry penasaran.
"Kalau Vano dia D- " ucap Star yang terpotong oleh Vano yang saja masuk kedalam.
"Hmm ada apa ini?, Apa sudah selesai?" ucap Vano masuk karena merasa sangat lama.
Kedatangan Vano dan Vino membuat Merry ketar ketir. apalagi Star dan Franc belum mereka make up sama sekali
"Eee, it- itu Pak,c" ucap Merry yang takut.
"tadinya sudah tapi karena bapak masuk makanya Make up nya langsung hilang". Ucap Franc santai dengan suara kecil tapi Vanobmendengarnya dengan jelas
"Kamu ngomong apa". Ucap Vano
"Tidak, sana keluar jika ingin kita cepat selesai". Ucap Franc yang mengusir Vano keluar
"Yah udah berarti aku tidak akan mau di make up". Balas Franc santai
Karena tak ingin berdebat hari juga sudah sore Vano terpaksa keluar dan mengalah
"Kamu kenapa masih berdiri, Keluar" ucap Star yang melihat Vino masih berdiri
"Kamu". Ucap Vino yang kesal dirinya diusir
"Apa". Ucap Star melawan Vino
"Sudah ayo kita keluar". Ucap Vano menarik keluar adiknya
Setelah Vano dan Vino keluar Star dan Franc berjalan kearah kursi mereka tadi. mereka dengan terpaksa di make up karena mereka tidak ingin membuat masalah untuk orang lain karena diri mereka.
Beberapa saat kemudian Marry menyeruh dengan keras dan puas. "Selesai."
"Apa sudah selesai?" tanyak Franc dengan mata tertutup.
"Iya, Nona. Anda bisa membuka mulut, eee maksudnya membuka mata," ucap.dengan surah mendayunya.
Franc dan Star membuka mata mereka dan betapa terkejunya dirinya melihat pantungnya di kaca
"Heii. Ini siapa?" teriak Star yang tak mengenali wajahnya sendiri.
"Itu wajah Anda, Nona," ucap Merry.
"Kenapa bisa wajahku berubah jelek," ucap Franc terkejut melihat wajahnya yang menurutnya jelek.
Mendengar ucapan Franc, Merry kembali dibuat menganga dan mulutnya terbuka lebar seakan rahannya patah. Bagaimana tidak, dia sudah berusaha semaksimal mungkin dalam make over mereka. Tapi Franc mengatakan bahwa wajahnya jelek padahal wajahnya terlihat sangat cantik.
"Haaa," ucpanya tak percaya.
__ADS_1
Melihat Marry membuka mulutnya, Star kembali mengingatkan Marry untuk menutup mulutnya.
"Berapa kali aku bilang tutup mulut mu kalau sedang loading,: ucap Star cuek.
Marry menutup mulutnya dan tertawa hambar, "Hahaha."
"Ini mulutnya kenapa pedas bengat ya, seenaknya saja mengatai orang loading. Uuhmm untung pacar pak Vino kalau tidak, sudah kutendang keluar dari salonku." batin Marry kesal pada Star.
"Maaf Nona, tapi Anda kelihatan sangat cantik," pujinya kepada Franc yang marah.
"Sudah tidak usah dengerin dia," ucap Star pada Merry.
Star berjalan kearah Franc merangkul pundaknya lalu berkata, "Sudahlah. Kamu tidak usah melihat wajahmu, kalau tidak suka. Tidak usah pikirkan hal yang tidak usah difikirkan. Aku saja tidak mau lagi melihat wajahku yang sudah seperti boneka anabbel."
Star berbalik kearah Merry dan bertanya, "Apa benar ini sudah selesai, kami bisa pergi sekaran?"
"Iya Nona. Tapi sebelum keluar ganti bajulah terlebih dahulu, Nona. Ini," ucap Merry memberikan Paper bag yang di berikan oleh Vano dan Vino tadi.
"Ini baju siapa?" tanyak Star pada Marry.
Franc menjawab pertanyaan Star dengan santai. "Dari pacarmu."
Franc mengambil Paper bag itu dan berjalan masuk ke ruang ganti.
"Enak saja, dia itu bukan pacarku. Jadi jangan sekali kali kamu mengatakan hal itu lagi," ucap Star kesal karena tidak suka dipanggil pacar dari Vino.
"Iya, iya," ucap Franc masuk kedalam ruang ganti begitu juga dengan Star.
Star dan Franc keluar setelah menganti pakaian mereka dan berjalan mendekat kearah Vano dan Vino.
Mereka berdua mengangkat kepalanya, dan seketika terpesona dengan kecantikan Star dan Franc. Bahkan mereka menatap tak berkedip.
Star melihat Vano menatapnya tanpa berkedip berdehem dengan keras. "Hmm."
Vino dan Vano ikut berdehem mengatur kembali perasaannya. "Hemm"
Vino berdiri melihat Star dari atas kebawah. "Gila ini cewek cupu cantik juga," bantin Vino.
"Cewek yang sering dibully dan di bilangan kampungan ternyata cantik juga," batin Vano melihat Franc yang sangat cantik dengan make up yang natural.
"Bagaimana Tuan hasil kami. Cantik bukan?" ucap Merry.
Vano dan Vino tersadar dari lamunan mereka.
"Kirimkan no rekeninmu dan katakan berapa biaya mereka berdua," ucap Vano yang tak menanggapi Merry.
"Ayo," ucap Vano dan Vino menganden tangan Star dan Frnac.
Di gedung yang mewah terlihat dua pasangan masuk dari arah pintu, yang mampu menarik perhatian orang.
"Akhirnya kalian datang juga."
#continue ππππ
...Like πππ readers harapan author...
...comments πππ readers harapan author...
...see you bay bay...
...Sarangeβ€...
...----------------...
......................
...****************...
__ADS_1
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...