LOVE The MAFIA

LOVE The MAFIA
Bab 37


__ADS_3

Vino keluar dari mobilnya berjalan masuk kedalam kampus.


Vino yang memiliki wajah yang tampan, menjadi pusat perhatian mahasiswi kampus.


"Waooh, sangat tampan."


"Benar."


"Ihhh, mau deh jadi pacaranya."


"Aduh, karung mana, karung mana. Sangat tampan."


Vino berjalan kearah Merlin dan Rose. "Heii. Apa kamu tau di mana Star?"


"Kenapa kamu menanyakan Si cupu padaku. "Aku tidak tau," ucap Merlin kesal.


Merlin dan Rose pergi dari sana. Vino ingin kembali melangkah tapi terhenti dengan suara seorang gadis.


"Aku tau," ucap Gadis berkacamata memegang es Krim.


"Kamu tau?" tanya Vino melihat gadis itu.


Gadis berkacamata hanya menganggukkan kepalanya. "Iya."


"Ada dimana dia?" tanya Vino.


Gadis itu memakan Es Krim nya dan berucap, "Star dan Franc ada di kantin."


Vino hanya menjawab dehem saja "Hm."


Vino yang berbalik ingin pergi, tapi kembali berbalik kebelakang menatap Gadis berkacamata.


"Arah kantingnya di mana?" tanya Vino yang tidak tau arah kanting.


"Lurus aja, Om," ucap Gadis itu menunjuk luruh kearah kantung.


Vino yang mendengar panggilan gadis itu padanya kaget. "Ha."


"Iya Lurus aja," ucap Gadis itu menganggukkan kepalanya.


Vino berbalik melangkah kearah kanting, tapi dipikirannya dihantui dengan panggilan gadis tadi.


"Dia tadi memanggilku apa? Om?, Apa aku setua itu?"


"Perasan aku selalu memperhatikan tubuhkan, bahkan aku tak pernah tidak berolahraga. Kenapa bisa jadi tua."


Vino mengambil ponselnya,membuka kameranya melihat mukanya. "Tidak. Muka aku tidak tua," ucapnya memperhatikan Wajahnya di layar ponselnya.


"Tapi kata gadis tadi."


"Ahh. Sudah lah Vino, kenapa kamu memikirkan semua itu," ucap Vino kesal sendiri.


"Tapi kalau benar."


Vino benar benar frustasi hanya karena memikirkan panggilan gadis tadi.


Franc makan dengan bahagia tapi tidak dengan Star yang terlihat kesal.


"Dasar geng Nenek Lampir. Membuat kantongku bolong saja."


Franc tersenyum, bahkan mwngunya makanannya dengan mulut yang di monyong moyongkan. "Nyam, nyam, nyam."


"Franc berhenti gak."


"Hahahahha."


Mereka berdua makan dengan damai dan dikujutkan dengan kedatangan seorang pria yang berdiri disamping meja mereka.


Star dan Franc mendongakkan kepalanya keatas melihat siapa orangnya.


"Ngapain kamu kesini?" tanya Star saat melihat orang itu adalah Vino.


"Ayo ikut aku," ucap Vino menyeret Star keluar.


"Ya. Heii, makanannya ... Ya elah udah dibawah kabur aja," ucap Franc melihat Star hilang dibalik tembok kanting.

__ADS_1


"Ahh. kan, bayar sendiri jadinya," ucap Franc kesal.


"Ihhh, Lepas!" ucap Star melepas tangan Vino saat sampai di parkiran.


"Ayo masuk."


"Gak!, Aku gak mau!" ucap Star ingin pergi dari sana.


Vino menarik tangan Star, memaksa Star masuk kedalam mobilnya. menutup dan mengunci pintunya.


"Heii, buka pintunya," teriak Star mengedor pintu mobil.


Vino tak menghiraukannya berjalan mengelilingi body depan mobil.


Vino masuk kedalam mobilnya. Dia menatap Star dengan tajam. "Katakan apa yang kamu lakukan di hotel malam itu?"


"Aku kan, sudah bilang aku tidak punya kewajiban menjawab pertanyaan mu, karena aku- " ucapnya terpotong karena Vino menginjak pedal gas.


Vino mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, membuat Star sangat ketakutan.


"Ahh. Vino hentikan mobilnya. Kamu mau membawaku kemana," teriak Star takut.


Vino tak menghiraukan Star dan menambah kecepatan mobilnya.


"Heii hentikan mobil. Ahh."


Star berpegangan dan menutup matanya karena takut.


Star membuka matanya saat merasa mobil Vino sudah berhenti.


Vino keluar membukakan pintu Star. "Ayo keluar."


Star memperhatikan sekelilingnya. "Ngapain kita kesini?, Siapa yang akan menikah?" tanya Star bingun kenapa Vino membawanya ke kantor KUA.


Vino tak menjawab, menarik tangan Star masuk kedalam kantor KUA.


"Heii jawab aku, siapa yang ingin menikah?" ucap Star berusaha melepas tangan Vino.


Mereka langsung disambut oleh pegawai sipil KUA. "Maaf, Pak. Apa ada yang bisa kami bantu?"


Star kaget mendengar ucapan Vino. "Jangan gila yah aku tidak mau."


Pegawai sipil menatap Star bergantian dengan Vino.


"Apa lagi cepat daftarkan," ucap Vino dingin.


"Tidak!, Jangan, Bu."


Pegawai sipil menjadi bingun, mau daftar atau tidak.


"Apa cepatan," ucap Vino kesal


"Baiklah, Pak. Tolong keluarkan kartu identitas anda dan pasangan anda," ucap Pegawai Sipil.


Vino memberikan Kartu identitasnya dan kartu identitas Star, yang sempat ia ambil tadi saat Star menutup matanya.


Star kaget ketika Vano memberikan Kartu identitasnya.


"Kamu. Kenapa kartu identitas ku ada padamu?" tanya Star.


"Tolong cepat."


"Heii, kenapa kamu tidak menjawabku," ucap Star kesal pada Vino.


Vino sama sekali tidak menghiraukan Star.


"Baiklah Pak. Silahkan isi formulir ini," ucap Pegawai Sipil memberikan kertas formulir.


"Tidak," ucap Star ingin mengambil formulir itu, tapi Vino lebih dulu memegang tanganyan.


Vino mengisi formulir dengan datanya dan data Star.


"Ini. Kami ingin menikah sekarang juga," ucap Vino.


Star semakin kaget mendengar ucapan Vino yang ingin menikahinya sekarang juga.

__ADS_1


"Baiklah, Pak. Silahkan tunggu disana. Nanti setelah pasangan itu selesai Anda bisa masuk."


"Baiklah," ucap Vino menarik tangan Star.


"Lepas!, Aku tidak mau menikah," ucap Star yang tidak ingin menikah.


Vino berbalik menatap tajam Star. "Sttt. Diam kalau tidak aku akan mencium mu di sini. Kamu tau, kan aku tidak bercanda."


Star terdiam dan duduk disamping Vino.


"Aku tidak bisa seperti ini. Aku harus mencari cara agar bisa kabur. Tapi bagaiamana mana?" batin Star mencari cara untuk kabur.


Vino mendekatkan mulutnya ke telinga Star, lalu berucap, "Jangan mencoba memikirkan cara untuk kabur."


Star melihat Vino yang bisa menebak isi pemikirannya. Vino mengambil sesuatu dari dalam kantong jasnya.


"Hei. Apa yang kamu lakukan," ucap Star saat tangannya diborgol oleh Vino.


"Kamu gila yah. Lepas tidak," ucap Star yang benar benar kesal dengan Vino.


Vino sama sekali tak menghiraukannya dan menunggu dengan sabar, menyandarkan kepalanya kebelakang.


................


Will keluar dari kamarnya, turun ke lantai satu dengan mengendong Selin.


Karan, Andy dan Bara yang duduk di ruang tengah menikmati kopi dengan menonton flm Action.


"Kalian ngapai ada disini?" tanya Will melihat semua sahabatnya ada dirumahnya.


Karan, Andy dan Bara berbalik keasal suara.


"Wieess," ucap Bara melihat Selin dalam gendongan Will.


Andy tak berkedip melihat tubuh Selin. Will marah menyadari tatapan Andy.


Will menendang meja kaca yang berada didepan Andy. membuat semua orang terkejut.


"Jaga matamu. Jangan sampai Gue mencongkelnya keluar," ucap Will dingin menatap Andy tajam.


"Hehehe. Slow bro," ucap Andy cengesan.


"Kalian ngapain kesini?"


"Bro dapat dari mana?" tanya Andy tersenyum kearah Selin.


"Gue tanya kalian ngapain disini," ucap Will marah menatap Andy.


"Kita kesini karena kemarin malam lo tidak angkat telpon kita semua. Di Apartemen juga lo gak ada. Jadi kita ngecek kesini," ucap Karan menjelaskan.


"Kenapa kalian masih ada disini?" tanya Will menatap semua sahabatnya.


"Karena kita ingin saja," ucap Bara menatap Selin.


"Tolong turunkan aku. Aku mau- " ucap Selin lemah tak berenergi.


Will menatap Selin tajam yang ingin turun dari gendongannya. Selin yang melihat tatapan marah Will seketika terdiam.


Bara berdiri mendekati Will. "Bro kalau lo sudah selesai. Oper ke Gue ya," ucap Bara menatap Selin dengan nafsu.


Will sangat marah melihat para sahabatnya menatap Selin dengan penuh nafsu, bahkan Karan yang notabennya tidak terlalu suka dengan perempuan, ikut menatap Selin penuh nafsu.


"Yoi Bro." ucap Andy ikut berdiri memegang betis Selin.


Will menurunkan Selin dari gendongannya, dan.


Buck


Buck


Buck


"Will berhenti. Kamu akan membunuhnya," ucap Bara.


"Iya, aku akan membununhya.

__ADS_1


Buck


__ADS_2