LOVE The MAFIA

LOVE The MAFIA
Bab 29


__ADS_3

Disebuah ruangan seorang pria paruh bayah terlihat sangat marah memukuli beberapa pria berbadan besar yang merupakan anak buahnya.


"Aahhhh dasar tidak berguna," ucapnya dan memberikan pukulan pada masing masing anak buahnya.


Buuuck.


Buuuck.


Buuuck.


"Kalian keluar!" ucapnya memerintahkan anak buahnya keluar setelah melampiaskan amarahnya.


Anak buahnya hanya bisa pasrah dan berusaha bangun keluar dari ruangan pemimpin mereka, setelah semua anak buahnya keluar, pria paruh bayah kembali berjalan kursi kebesarannya.


"Bagaiamana aku bisa kalah," gumannya dengan kedua tangannya terkepal.


"Ini tidak bisa dibiarakan, aku sudah merencanakan semuanya dengan sangat matang tapi semuanya gagal," ucap lagi berdiri dengan sedikit memukul meja.


"Ahhh."


Sedangkan pria yang sedari tadi hanya berdiri diam akhirnya berbicara.


"Tuan. Anda tenang dulu," ucapnya menenangkan bosnya.


"Kamu bilang apa?, Tenang?, ini semua karena kamu," ucap Pria paruh bayah dengan marah pada asistennya.


"Maaf, Tuan. Tapi mungkin kali ini kita kalah tapi tidak dengan rencana selanjutnya," ucap asisten dengan tersenyum devil.


Mendengar ucapan asistennya pria paruh bayah menatap asisten dengan tajam dan memperjelas maksud dari ucapan asistennya.


"Apa maksudmu," ucapnya.


Asistennya mendekat dan membisikkan sesuatu pada bosnya dan membuat raut wajah pria paruh baya itu seketika berubah.


"Hahaha, bagus bagus kamu memang asistenku yang sangat jahat," ucap pria paruh bayah pada asistennya dengan menepuk pundaknya.


Mendengar ucapan Bosnya sang asisten tersenyum devil.


"Tapi anda lebih jahat tuan," ucapnya.


"Hahaha Kamu benar. Aku lebih jahat," ucap pria paruh bayah dengan tertawa tidak kesal sama sekali dengan ucapan Asistennya.


Pria paruh bayah mengambil ponselnya dibalik jasnya dan langsung menelpon seseorang.


"Hallo. Kalian cari tau tentang kedua gadis itu dan bawah dia langsung kepadaku. Paham!" ucap Pria paruh bayah dingin.


Dia memutuskan sambungan setelah mengatakan apa yang ingin dia katakan.


"Hahahahha. Alberta!, Alberta aku akan menghancurkanmu, seperti kamu menghancurkan hidupku," ucapnya tertawa keras.


"Tuan," ucap Asisten memanggil bosnya.


"Hmmm," ucapnya dengan mata tertutup dan bersandar di kursinya.


"Apa anda tidak penasaran siapa yang membantu mereka," ucap Asisten.


"Tidak. Karena siapapun yang datang menghalangi jalanku maka mereka akan ku habisi," ucapnya kembali duduk tegak dengan pandangan tajam kedepan.


................

__ADS_1


Setelah mengantar Franc dan Star pulang, Vano dan Vino mengendarai mobil mereka pulang kerumah.


Vano dan Vino sampai dirumah setelah menempuh beberapa menit perjalanan.


"Mam," Ucap Vano memanggil Mamanya.


"Iya," sahut Mama Rena dari dapur.


Mendengar suara Mamanya dari dapur Vano dan Vino berjalan kearah dapur menemui mamanya.


Di dapur terlihat mama Rena sedang memasak makan malam nanti dan di meja makan ada Papa Al (Alberta ) sedang duduk dengan kopi dan cemilan menemani.


"Kalian sudah pulang?, Bagaimana jalan jalannya?" tanya Mama Rena berjalan keluar dari dapur membawah makanan yang sudah matang.


"Yah seperti itu," ucap Vano mengambil makanan yang ada di tangan Mama Rena meletakkan di atas meja.


"Seperti itu bagaiamana?, Katakan dengan jelas," ucap Mama Rena menata makanan.


"Mama kepo yah," ucap Vano menjahili Mamanya.


"Vano. Beritahu Mama," ucap Mama Rena yang sangat penasaran.


"Sini, biar Vino bisikan,"ucap Vino, Mama Rena yang penasaran mendekatkan telinganya.


"Tidak baik kepo dengan urusan anak muda," ucap Vino yang juga ikut menjahili Mama Rena.


Setelah mengatakan itu Vino mengambil langkah andalannya sebelum telingannya merah seperti cabe kriting, Vino lari menaiki tangga menuju kamarnya.


"Vino!, Awas kamu yah," ucap Mama Rena kesal.


Vino yang masih ada di tengah tangga berbalik dan tertawa puas banget sudah mengerjain Mamanya.


Papa dan Vano yang duduk di kursi juga ikut tertawa. Mama Rena yang mendengar suaminya juga ikut tertawa berbalik dengan wajah kesal.


"Hahaha. Papa juga kenapa ikut ketawa," ucap Mama Rena menirukan tawa suaminya.


Papa Al langsung berhenti tertawa setelah melihat wajah istrinya yang sudah seperti macam betina.


"Siapa yang ketawa?, Papa tidak ketawa," ucap Papa Al berusaha untuk tidak tertawa.


"Mama tidak mau tau, malam ini Papa tidak bisa tidur dikamar!, Tidur saja di kamar anak mu yang nakal itu," ucap Mama Rena kesal dan berbalik berjalan kearah kamar.


"Lah kok jadi, Papa yang kena," Ucap Papa Al mengejar istrinya.


Mama Rena yang masih kesal terus berjalan tak menghiraukan ucapan Papa Al.


"Bodoh amat. Mama marah sama Papa," ucap Mama Rena masuk kamar dan langsung menutup pintu.


"Mama jangan seperti," ucap Papa Al yang terpotong karena suara pintu yang keras.


Prrraack.


Kepala Papa Al terbentur dipintu saat ingin ikut masuk, tapi Mama Rena lebih dulu menutup pintu kamar.


"Auhh, Ma buka pintunya donk, Papa tidak tertawa tadi," ucap Papa Al berusaha membujuk istrinya.


Mama Rena yang ada didalam kamar berjalan kearah lemari pakaian mengambil baju dan masuk kedalam kamar mandi.


"Pokoknya Papa tidur di kamar, Vino!" ucap Mama Rena sebelum masuk kedalam kamar mandi.

__ADS_1


Papa Al mendengar pintu kamar mandi terbuka Papa Al berjalan kembali kearah meja makan.


Setelah beberapa saat Vano dan Vino datang dengan mengunakan baju kos, menghampiri Papa Al yang duduk di meja makan.


"Papa kenapa?," ucap Vino bertanyak seperti tak tau apa apa.


"Ini semua karena mu," ucap Papa Al kesal menatap putranya uang satu itu.


"Kenapa jadi aku, memangnya aku melakukan apa?" ucap Vino dengan wajah tanpa dosa.


"Karena kamu Papa jadi," ucap Papa Al berhenti saat Mama Rena datang dengan baju yang seksi.


Papa Al yang melihat istrinya berpakain seperti itu menjadi tambah gundah dan berfikir keras bagaiamana biar sebentar dia bisa tidur dikamar.


Mereka makan tanpa suara hanya suara deringan sendok yang terdengar


"Euuehh kenyang banget. Makan Mama memang the best lah," ucap Vano setelah menghabiskan makan malamnya.


"Itu memang benar. Makanan Mama tidak ada duanya," ucap Vino yang juga sudah selesai makan.


Mereka semua pindah ke ruang keluarga untuk berkomunikasi satu sama lain memberikan waktu untuk keluarga.


"Ma, I Sorry," Ucap Vino meminta maaf pada mamanya.


"Don't worry son," ucap Mama Rena tersenyum hangat.


"Iya, Mama It's the best," ucap Vino memeluk mamanya.


Papa Al yang melihat Mama Rena tersenyum ingin kembali membujuk agar dia tidak jadi di usir dari kamar.


"Ma," ucap Papa Al memanggil Mama Rena dengan lembut


"Hmmm," jawab Mama Rena dengan menatap Papa Al tajam.


"Kenapa, Mama melihat Papa seperti itu?" tanya Papa Al melihat mata Istrinya yang seperti elang.


"Papa tetap tidak bisa tidur di kamar, karena mama masih kesal sama Papa," ucap Mama Rena.


"Tapi Ma ... " ucap Papa Al yang masih membujuk Istrinya tapi berhenti setelah mendengar lagi ucapan Mama Rena.


"Protes tambah satu malam," ucap Mama Rena mau tak mau Papa Al diam dan hanya pasrah tidur di kamar lain.


Vano dan Vino berusaha menahan tawa melihat Papanya tidak bisa tidur jauh dari sang mama


#******continue πŸ‘‹πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


...Like πŸ‘πŸ‘πŸ‘ readers harapan author...


...comments πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡ readers harapan author...


...see you bay bay...


...Sarange❀...


...----------------...


......................


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*****...


__ADS_2