LOVE The MAFIA

LOVE The MAFIA
Bab 19


__ADS_3

Star baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit tubuh mungilnya. Sedang dari arah pintu seorang pria masuk dengan ditangannya terlihat sebuah pape bag, yang ternyata Vino.


"Sudah selesai?, ini pakai," ucap Vino menyerahkan paper bag yang ada ditangannya pada Star.


Star mengambil paper bag itu, tapi tak bergeming di tempatnya.


Vino yang melihat Star tak bergeming mengerutkan keningnya bertanya, "Apa lagi?, cepat pakai baju setelah itu kita pergi."


"Kamu keluar dulu," ucap Star menyuruh Vino keluar


"Kenapa aku harus keluar ?" tanya Vino menatap Star.


"Karena aku mau pakai baju," ucap Star.


"Ya, sudah sana pakai saja," ucap Vino lalu berjalan kearah Sofa.


"Tapi kamu keluar dulu," ucap Star menarik tangan Vino keluar.


"Kenapa aku harus keluar?, kamu kan bisa ganti baju di kamar mandi," ucap Vino santai, duduk di sofa memeriksa ponselnya.


"Aku tidak suka ganti baju di kamar mandi," ucap Star.


"Ya, sudah kalau gitu kamu pakai aja disini, apa susahnya," ucap Vino santai.


"Pokoknya kamu harus keluar!, Ayo," ucap Star menarik tangan Vino untuk berdiri tapi jangankan berdiri bergerak saja tidak.


"Aaah," teriak Star saat Vino menariknya.


Star terduduk di atas pengakuan Vino dengan tangannya di dada Vino.


"Kenapa aku harus keluar?, bukan kah semua ini sudah aku liat tanpa terkecuali, jadi soo, ganti baju saja kamu tidak usah malu, uummah," ucap Vino tersenyum menggoda, mengecup singkat bibir Star kembali.


Wajah Star sangat merah karena malu sedangkan sang pelaku tertawa puas setelah apa yang dia lakukan.


"Hahahaha. Apa ini kenapa wajahmu merah," ucap Vino tertawa puas.


"Iii, dasar mesum," ucap Star kesal karena Vino benar benar membuatnya tak berkutik sama sekali.


"Tapi kamu suka," ucap Vino menaik turunkan alisnya.


Vino seakan mendapat mainan baru dengan menggoda Star.


"Tidak. Ayo keluar," ucap Star malu, dan bangkit dari pangkuan Vino.


" Tidak aku tidak- " ucap Vino terpotong dengan suara ketukan dari luar kamar mereka.


"Tok, tok."


"Tuan mudah," panggil orang yang sedang berada di luar kamar.


Vino menurunkan Star dari pangkuaannya lalu berjalan kearah pintu.


sebelum membuka pintu Vino berbalik dan melihat Star.


"Kamu berpakain lah," ucap Vino lalu keluar dari kamar.

__ADS_1


"Ada apa?, Kenapa kamu kesini?" tanya Vino kepada pria yang sedang berdiri di hadapannya.


"Maaf Tuan mudah, tapi ada yang harus aku sampaikan," ucap Pria itu.


"Katakan," ucap Vino ingin mendengar apa yang, ingin di sampaikan oleh tangan kanannya.


"Disini tidak aman, boleh kita mencari tempat lain," ucap pria tersebut.


"Tunggu," ucap Vano kembali membuka pintu kamar


Vano kembali masuk kedalam berjalan menghampiri star yang sedang ingin memakai baju.


"Ha. Kamu!, Kenapa masuk?, aku belum selesai, ayo keluar dulu," ucap star yang kaget saat Vino muncul dibelakangnya.


"Kamu berpakaian lah dan jangan kemana mana aku pergi sebentar, awas kalau sampai kamu keluar," ucap Vino mengecup kening Star.


"Iya, iya, sudah sana keluar," ucap Star.


Vino berjalan kearah pintu kembali menemui pria yang menjadi tangan kanannya.


"Ikut aku," ucap Vino berjalan lebih dulu.


"Katakan," ucap Vino setelah sampai diruang VVIP salah satu restoran.


"Apa yang dia lakukan di sana?" tanya Vino setelah mendengar pria yang menjadi kaki tangannya.


"Belum ada informasi lebih lanjut Tuan mudah," ucap Pria itu.


"Kalau begitu tempatkan beberapa orang handal kita untuk mengintainya, dan apa kakak juga sudah tau ?" ucap Vino.


Vino memerintahkan tangan kanannya untuk menempatkan orang orang handal untuk mengintai pergerakan musuh.


"Yah sudah, biar aku saja yang mengatakan hal ini padanya," ucap Vino.


"Kamu kembalilah sebelum ada yang melihat," lanjut nya lagi.


"Baik Tuan, permisi," ucap pria tangan kanan, menundukkan kepalanya pamit.


"Hmmm," ucap Vino hanya berdehem.


Setelah mendapat jawaban dari Vino pria tangan kanan menghilang seperti angin dan tanpa bekas.


Vino kembali ke hotel yang kemarin malam dirinya tempati. "Kamu dari mana?" tanya Star saat melihat Vino masuk kedalam kamar.


"Tidak ada, hanya keluar sebentar. Tadi kamu bicara sama siapa?" ucap Vino bertanya karena samar samar mendengar seperti sedang berbicara.


"bicara?, aku?" tanya Star tak mengerti dengan menunjuk dirinya sendiri.


"Hmmm," ucap Vino menganggukkan kepalanya.


"Memangnya aku bicara sama siapa?" tanya Star balik.


"Iya aku gak tau, makanya aku bertanya," ucap Vino kesal sendiri.


"Tidak ada," ucap Star.

__ADS_1


"Tapi aku dengar tadi dari luar," ucap Vino yang masih penasaran dengan siapa yang Star temani bicara.


"Kupingmu bermasalah kali, orang tidak ada yang berbicara," ucap Star cuek.


"Apa kamu sedang mengatakan aku tuli, dengar yah aku bahkan bisa mendengar dengar jarak yang cukup jauh," ucap Vino kesal tapi sikap sombongnya juga ikut keluar.


"Apa aku harus percaya?, Buktinya saja kamu salah dengar," ucap Star lagi membalas Vino karena sudah menjahilinya tadi.


................


Mama Rena dan Papa Alberta sedang menikmati makan siangnya. "Ini Vino kemana yah kok belum balik balik," ucap Mama Rena mencari Vino yang belum juga pulang dari semalam.


"Sudahlah Ma, biarkan saja dia juga sudah gede," ucap Papa Alberta santai menikmati makan siangnya.


Tak berselang lama suara Vino yang memanggil Mama. "Ma Mama," panggil Vino.


"Itu dia," ucap Mama Rena.


Vino berjalan kearah orang tuanya yang sedang makan.


"Kamu dari mana kok baru pulang?" tanya Mama Rena pada putranya Vino.


"Habis buat cucu buat Mama," ucap Vino santai lalu duduk di dekat sang mama.


"Vino kamu jangan macam macam," ucap Mama Rena marah mendengar ucapan anak bungsunya itu.


"Siapa yang macam macam orang buatnya sama dengan calon istri," ucap Vino santai menyuapi Apel kedalam mulutnya sendiri.


"Vino!" ucap Mama dengan suara marah dengan tatapan tajam.


Mama Rena takut anak nya menyakiti seorang perempuan, apa lagi merusak seorang perempuan itu akan membuatnya merasa sangat sedih dan gagal dalam mendidik anak anaknya.


"Iya Mama," Sahut Vino.


"Awas kalau kamu nyakitin Star," ucap Mama Rena memperingatkan anaknya itu.


"Siapa sih yang nyakitin, bukankah Mama yang mau cucu jadi Vino hanya nurutin Mama saja," ucap Vino santai sembari kembali mengigit Apelnya.


"Vino kamu jangan bercanda yah, Mama memang mau cucu tapi tidak dengan nyakitin dan mempermainkan Wanita," ucap Mama yang terlihat sudah marah.


Melihat hal itu Vino berbalik menghadap kearah Mamanya dan menatap mata Mamanya dengan memegang kedua pundak Mamanya. "Ma Vino tidak bercanda soal itu dan untuk nyakitin Vino juga tidak nyakitin Star, karena Vino serius dengannya," ucap Vino serius.


#******continue πŸ‘‹πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


...Like πŸ‘πŸ‘πŸ‘ readers harapan author...


...comments πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡ readers harapan author...


...see you bay bay...


...Sarange❀...


...----------------...


......................

__ADS_1


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*****...


__ADS_2