LOVE The MAFIA

LOVE The MAFIA
Bab 46


__ADS_3

"Ayo buka mulut mu," ucap Vano menyuapi Franc.


Franc mengelengkan kepalanya, tidak mau membuka mulutnya. "Gak. Aku gak mau makan. Aku mau pulang," ucap Franc menatap kearah lain.


"Tidak. Kamu akan di rawat disini sampai lukamu sembuh. Cepat buka mulutmu, atau aku akan menyuapimu dengan cara lain," ucap Vano menyedorkan sendok kedepan mulut Franc.


Franc menggelengkan kepalanya tetap tidak mau membuka mulutnya. "Gak!, Aku mau pulang."


Vano menarik kembali tangannya, menyuapi dirinya sendiri.


"Uhmm," ucap Star saat Vano menyuapinya dengan mulutnya.


"Telan," ucap Vano karena Franc tak ingin menelan makanannya.


Vano tersenyum, saat Franc menelan makanannya. "Good. Mau buka mulut sendiri atau aku suapi dengan mulutku lagu?" ucap Vano menatap mengoda Frnac.


Dengan terpaksa Franc membuka mulutnya, menerima suapan Vano.


"Aku- " ucap Franc terpotong karena langsung diserga oleh Vano.


"Jangan bicara. Habiskan makanannya dulu setelah itu baru bicara," ucap Vano menyuapi Franc dengan telaten.


Franc menghabiskan makananya dengan suapan dari Vino.


"Aku mau pulang. Aku mohon, tolong," ucap Franc memohon.


"Aku bilang rawat, artinya rawat," ucap Vano menatap tajam Franc.


"Sekarang berbaring dan tidur. Kamu harus banyak istirahat," ucap Vano lagi lembut, membantu Franc kembali berbaring.


"Tapi aku tidak apa apa. Ini hanya goresan kecil," ucap Franc tak ingin berbaring.


"Goresan ataupun apapun itu, sama saja. Namanya tetap luka," ucap Vano membaringkan Franc.


Franc yang ingin protes ucapannya langsung diserga oleh Vano."Tapi- "


"Sttt. Tidur," ucap Vano menarik selimut.


Vano melangkah kedalam kamar mandi mencuci tangannya.


Franc yang melihat Vano pergi, ia turun dari ranjangnya, berjalan kearah pintu.

__ADS_1


Franc membuka pintu kamar, tapi terkunci. "Kenapa pakek terkunci segala," gerutunya, masih terus berusaha membuka pintunya.


"Kamu ingin kemana," ucap Vano berdiri dibelakang Franc.


Frnac kaget dan berbalik kebelakang. "Ha."


"Ingin kabur?" tanya Vano dengan tatapan elangnya.


"Iya. Aku tidak suka berada dirumah sakit. Jadi tolong buka pintu," ucap Franc yang memang tak menyukai rumah sakit.


"Ahaa. Vano turun kan aku," teriak Frnac saat Vano mengendongnya.


Vano mengendong Franc ala bridal style, berjalan kearah ranjangnya.


Kamu harus istirahat, dan dirawat. Besok baru boleh pulang," ucap Vano membaringkan Franc ketempat tidur.


"Serius?" tanya Franc memastikan ucapan Vano.


"Hum," jawab Vano menarik selimut.


"Sekarang istirahat," ucap Vano mengusap kepala Frnac.


Vano berjalan kearah sofa mengambil ponselnya, dan kembali berjalan kearah ranjang Franc.


"Mau istirahat," ucap Vano santai berbaring disamping Franc.


"Tapi- " ucap Franc yang ingin protes tapi Vano menyerga ucapannya.


"Sttt. Tidurlah," ucap Vano menarik Franc masuk kedalam pelukannya.


Franc diam, dan tertidur didalam pelukan hangat Vano.


................


Star terbangun, saat mendengar suara deringan ponselnya. "Trin. trin, trin."


"Oohhmm. Lues?, kenapa dia menelpon malam malam?" ucap Star melihat tag nama di layar ponselnya.


Star melepas tangan Vino dari perutnya dengan hati hati.


Star berjalan masuk kedalam kamar mandi, mengaktifkan kedap suara.

__ADS_1


"Hallo. Ada apa kenapa kamu menelpon malam malam?" tanya Star setelah sambungan terhubung.


"Maaf, Princes. Tapi ini urgen," ucap Lues diseberang telpon.


"Ya sudah cepat katakan," ucap Star meminta Lues to the point.


"Apa!, Bagaimana bisa dia masih hidup," teriak Star mendengar informasi yang sampaikan Lues.


"Ya, sudah biarkan saja. Besok aku akan kesana dengan Franc," ucap Star.


"Baiklah, Princes."


"Satu lagi, berikan pengumuman pada setiap anggota yang menyamar menjadi anggota klan lain untuk kumpul besok," ucap Star meminta Lues mengerjakan satu pekerjaan.


"Baik Princes."


Star memutuskan telponnya, ia keluar dari kamar mandi tapi di kemudian oleh Vino.


"Kenapa kamu kaget seperti itu?" tanya Vino melihat wajah Star yang sangat kaget.


Star menyadari hal itu, dengan cepat menjawab, "Iyalah, bagaimana tidak kaget. Kamu berdiri seperti patung didepanku, bikin kaget orang aja."


"Kamu habis ngapain didalam kamar mandi?" tanya Vino lagi menatap Star.


"Ya, habis pup. Kenapa?" ucap Star dengan cepat agar Vino tak curiga.


Tidak. Tapi kenapa kamu mengaktifkan kedap suaranya?" tanyanya lagi.


"Ya, ya, karena kalau aku lagi pup, suara gas beracunku keras, aku takut itu akan membangunkanmu, makanya aku aktifkan," ucap Star terus mencari alasan.


"Lalu kamu sendiri kenapa bisa berdiri disini?" tanya Star mengalihkan perhatian Vino.


"Aku mencarimu, tapi kamu tidak ada disampingku," ucap Vino yang memang mencari Star.


"Oh. Kalau begitu ayo tidur lagi, aku masih ngantuk dan lelah," ucap Star menarik tangan Vino kembali ketempat tidur.


#continueπŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


...Hai Raiders jangan lupa dukungannya ...


...Agar Author juga semakin semangat update ...

__ADS_1


...See you bay bayπŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹....


... ...


__ADS_2