LOVE The MAFIA

LOVE The MAFIA
Bab 98


__ADS_3

"Kenapa Alda belum pulang yah, Pa?" tanya Angel khawatir, tak henti-hentinya menatap keluar rumah.


"Apa terjadi suatu padanya?" tanyanya lagi.


Tuan Wisman, tak tau mau jawab apa. "Sebentar lagi pasti Alda akan datang, kamu duduk aja dulu di sini," ujar Tuan Wisman berusaha menenangkan putrinya.


"Tapi ini sudah larut malam, Pa, dan ini tak biasanya terjadi," ujar Angel semakin khawatir saat menyadari kegelisahan Papanya.


"Aku tidak bisa tenang saja, aku akan ke markas. Papa tolong jagain Anggi," ujarnya langsung menyambar kunci mobilnya.


Sebelum sampai dipintu keluar Tuan Wisma berhasil menahan tangan putrinya. "Sayang, sayang, tunggu, kita tunggu sebentar lagi yah?, Kan Bara juga ada bersamanya. Iya sayang?" bujuk Tuan Wisman.


"Tapi-" ujar Angel terpotong saat mendengar suara tangisan Anggi atau Franc kecil.


"Oek, oek, oek ...."


"Anggi menangis sayang, kamu di sini aja yah. Biar Papa yang mencari Alda ke markas," ujar Tuan Wisman.


Angel ragu namun juga tak bisa meninggalkan putrinya. "Heum, baiklah. Tapi Papa hati-hati," ujarnya dengan pasrah.


"Iya, sayang," ujar Tuan Wisman mengusap surai putri tercintanya.


Tuan Wisman mengambil kunci motornya dan segera menujuh ke markas klan miliknya.


Tuan Wisman turun dari motornya dan langsung berjalan masuk kedalam markas, wajahnya saat ini terlihat sangat dingin membuat para anak buahnya menundukkan wajahnya takut melihat wajah iblis pemimpin mereka.


"Tu-tuan," ujar anak buah khusunya dengan gugup menatap kedatangan sang pemimpin.

__ADS_1


Buck.


Buck.


Buck.


Seluruh pasukan khusus seketika tumbang ke lantai dengan satu pukulan keras dari Tuan Wisman. Tuan Wisman menatap tajam pasukan khususnya yang merintih kesakitan di lantai.


"Kalian ini bagaimana, ha!. Putri saya sudah memberikan sinyal bantuan, tapi kenapa kalian malah datang terlambat, ha," marah Tuan Wisman menatap pasukannya yang sudah berdiri kembali.


"Ma-maaf, Tu-tuan," ujar pemimpin pasukan itu terbata-bata, takut.


"Maaf katamu?" tanya Tuan Wisman penuh amarah, menatap tajam pemimpin pasukan khususnya.


"Wis, Wis, tenang, kendalikan emosimu. Kamu bisa membunuh mereka," ujar Bara saat melihat Tuan Wisman memukul pemimpin pasukan khusunya dengan membabi buta.


Tuan Wisman mengusap kasar wajahnya, sedangkan semua pasukan khusus dan Bara tak berbicara mereka hanya diam karena mereka tau betul amara Angel.


"Kalian pergi dan cari tau di mana putriku," ujar Tuan Wisman, dengan nada sedikit merendah di banding di awal dia datang.


"Kita sudah menemukan lokasi Nona Alda," sahut Bara.


"Lalu apa lagi yang kalian tunggu, ha?!" ujar Tuan Wisman kembali di buat kesal, dengan anggotanya.


"Cepat siapkan anggota kita akan menyerang dan menyelamatkan putriku," ujar Tuan Wisman.


"Tunggu,Wis," cekal Bara saat Tuan Wisman akan pergi.

__ADS_1


"Apa lagi, Bar," ujar Tuan Wisman marah, menatap tangan kanannya.


"Kita tidak bisa menyerang begitu saja. Kita perlu strategi agar kita tidak mendapat kerugian besar dan keselamatan Nona Alda juga bisa terjamin," ujar Bara.


"Apa maksudmu, terjamin?" tanya Tuan Wisman.


"Tadi mereka mengirimi foto Nona Alda yang baik-baik saja tapi jika kita melakukan penyerangan Nona Alda, mereka akan-" ujar Bara tak menyelesaikan ucapannya, membuat Tuan Wisman menatapnya semakin tajam.


"Akan apa?, katakan Bar," ujar Tuan Wisman tegas.


Bara mengepalkan tangannya dengan mata tertutup. "Akan melecehkan, setelah itu baru mereka membunuh Nona Alda," ujar Bara wajahnya memerah saat mengatakan kata 'melecehkan'.


"Brengsek ..." teriak Tuan Wisman marah.


"Kamu sudah tau siapa orang itu?" tanya Tuan Wisman pada Bara.


Bara mengelengkan kepalanya pelan. Tuan Wisman yang melihat hal itu mengembalkan tangannya. "Cari tau siapa orang itu. Cepat!," ujarnya memberikan perintah pada anak buahnya.


"Kita semua sudah berusaha, tapi tetap hasilnya nihil," ujar Bara, yang sudah berusaha membobol dan mencari tau siapa pelaku di balik ini semua tetapi ia tidak bisa menemukan identitas pelaku penculikan Alda.


"Aku gak mau tau itu. Yang aku mau hasil bukan kegagalan," tegas Tuan Wisman.


"Baik, Tuan," ujar Bara, lalu pergi dari sana menuju ruang IT markas.


"Aku akan pastikan kamu menyesali perbuatanmu, karena sudah berani menculik putriku."


...#continue ......

__ADS_1


...See you the next episode, Readers....


__ADS_2