LOVE The MAFIA

LOVE The MAFIA
Bab 83


__ADS_3

"Apa yang terjadi?" tanya Vano dan Vino kaget saat begitu banyak darah dan mayat bodyguard tergeletak di lantai.


Vano dan Vino berjalan melewati para mayat anak buahnya, yang sudah tak bernyawa. Ia masuk dengan rasa khawatir di hatinya.


"Franc, Ma, Pa," teriak Vano menyusuri mansion yang begitu kacau, mencari sang istri, dan orang tuanya namun tak ketemu.


"Star," teriak Vino mencari keberadaan istrinya, namun Star tak di temukan sama sekali.


Mereka kembali ke ruang tamu, yang di penuhi genangan darah. Bisa di lihat dari wajah keduanya yang sangat marah. Rahang mereka mengeras, kedua tanganya terkepal kuat, dengan mata yang merah padam.


"Sstt. Brengsek. Beraninya mereka menculik istri dan orang tuanku!" ujar Vano mengumpat marah para pelaku.


"Aarrgg ..." teriak Vino frustasi saat tak mendapat petunjuk apapun dari tentang kejadian ini.


"Kak, tenanglah. Dengan emosi seperti ini kita tidak akan mendapat apapun. Kita harus segera mencari keberadaan Papa, Mama, Kakak Ipar dan juga Star," ujar Vino.


Vano mengangukkan kepalanya pelang. "Hum. Kamu benar."


"Kakak yakin pasti mereka belum jauh. Perintahkan semua anggota mencari keberadaan yang lainnya," ujar Vano cepat.

__ADS_1


Vino mengangukkan kepalanya, ia segera menelpon para pemimpin anggota mereka.


"Aku bersumpah akan menghabisi mereka jika mereka berani menyentuh seujung rambut istriku," ujar Vano marah, dengan rahan mengeras, ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang kerjanya dan dengan cepat membuka laptopnya.


"Bagaimana, Kak?" tanya Vino yang baru saja masuk setelah menelpon anak buahnya.


"Tunggu sebentar, Kak masih berusaha menerobos pertahanan mereka," ujar Vano dengan jari-jarinya masih berkuta di keyboard laptop.


Setelah beberapa menit akhirnya, Vano berhasil melacak titik lokasi sang istri dan kedua orang tuanya.


"Dapat!"


"Mereka sedang menuju hutan yang tepat berada di jalan Karton?, Kak. Bukankah di sana ada jurang yang sangat dalam. Bahkan jurang itu di sebut sebagai jurang neraka, karena tak akan akan yang bisa menemukan orang yang terjatuh ke dalam sana. Apa mereka berniat membuang keluarga kita ke sana?"


"Hum. Itu bisa saja, maka dari itu kita harus mencegahnya, dan mengetahui maksud dari semua ini," ujar Vano keluar menutup laptopnya, namun sebelum itu ia sudah mengirim titik lokasi keluarganya ke ponselnya.


"Tuan," panggil Angga yang tiba-tiba muncul.


Vano kaget melihat Angga berada di depannya, ia menatap tajam Angga. "Angga. Apa yang kamu lakukan di sini?, Kamu harusnya istirah- "

__ADS_1


Vano yang ingin marah, karena beranggapan Angga terlalu memaksakan diri, dan tak mendengar ucapanya. Namun ucapannyablebih dulu di serga oleh Angga.


"Tidak, Tuan. Aku tidak akan bisa istirahat saat keluarga yang begitu baik dan merawat aku dari kecil, sedang dalam masalah dan aku hanya berpangku tangan di atas ranjang rumah sakit. Itu tidak mungkin," ujar Angga tegas.


"Baiklah terserahmu saja. Tapi ingat pasti kamu baik-baik saja," ujar Vano membiarkan Angga ikut, karena percuma ia melarang kalau pada akhirnya Angga tak mendengar.


"Pasti, Tuan," jawab Angga cepat dan senang.


"Sekarang ayo," ujar Vano berlalu keluar.


...#continue .......


...Hai, Readers, Kira-kira apa yang sebenarnya terjadi?"...


...Ada yang tau?, Coba comen di bawah👇....


...Untuk yang ingin mengetahui patah terus kelanjutan ceritanya....


...See you bay-bay. ...

__ADS_1


__ADS_2